
Para murid sedang memperhatikan guru bahasa indonesia yang sedang memaparkan materi. Semuanya tampak serius memperhatikan. Dan sesekali bertanya jika ada yang tidak dipahami.
Tring!
Bel istirahat berbunyi
"Akhirnya kelar juga ni mapel" Ucap Farel sambil tersenyum sumringah
"Apaan lu, dari tadi merem mulu juga" ~ ucap Reno sambil mengerutkan keningnya dan Farel hanya menunjukkan wajah dengan cengiran di wajahnya. Sontak ketiganya hanya geleng-geleng kepala.
Di tempat duduk Zayn
"Ran, ntar kalau nilai gue jelek atau gue ngelakuin hal-hal aneh, jangan ngasih tau bokap gue ya?" ~ Zayn
"Iya" ~ Reyna
Zayn hanya menatap Reyna, dan berkata dalam hati "kambuh lagi dah nih bocah"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di luar kelas
Lia dkk baru saja keluar dari kelas, untuk menuju ke kantin. Baru sekitar 3 langkah, Lia menghentikan langkah kakinya. Sontak kelima temannya menengok.
"Lu kenapa?" ~ Dara
"Hooh, nape tiba-tiba berenti?"~Cindy
"Ah! Anu... itu... Gue pen ngajak Dila sama Reyna gabung bareng kita. Menurut kalian gimana?" ~Lia
"Boleh tuh, semakin rame kan makin bagus" ~Bella si ketua kelas
"Setuju" sahut 3 sahabat Lia
"Okay deh, gue ke dalam dulu"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sesampainya di dalam kelas
"Ray" Lia
Sontak 2 manusia yang memiliki nama hampir mirip itupun menengok ke arah nya.
"Lu manggil siapa tadi, Lia"? Sahut Rai dengan muka bingung nya. Sedangkan Reyna, dia hanya menyimak dan menatap bingung ke arah Lia.
"Sorry, sorry, gue orang yang maksud itu si Reyna, sorry Rai" Ucap Lia yang merasa tidak enak. Seharusnya dia lebih teliti lagi dalam memanggil nama temannya.
Reyna bangkit dari tampat duduknya diikuti dengan Dila. Mereka berdua menuju ke arah Lia. Baru 2 langkah meninggalkan tempat duduknya, Reyna menoleh ke arah Zayn. Zayn yang heran pun mengerutkan keningnya dan memikirkan beribu pertanyaan yang ingin dia lontarkan. Hampir 1 menit Reyna menatap Zayn, tapi tak ada 1 kata pun yang keluar dari mulutnya, begitu juga dengan Zayn.
Plak!!!
Pukulan Dila mampu menyadarkan Reyna dari menatap Zayn.
"Lu apaan si, sakit tau nggak" ucap Reyna mengelus lengannya yg dipukul oleh Dila
"Makanya, kalau lagi ditungguin orang itu, nggak usah lama-lama. Apalagi ngelakuin hal yang unfaedah. Iihhhh... dasar gila lo. Udah buruan" ucap Dila dan langsung menarik Reyna menuju ke arah Lia. Dan mereka pun langsung menyusul ke arah teman-teman Lia.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di kelas
"Bro, keknya tuh anak suka dah sama lu, keliatan kok dari gerak geriknya." Sahut Adrian si manusia yang suka menerka-nerka.
"Iya tuh, keknya dia naksir ma lu tuh" sahut Farel. Sedangkan Nara, Rei dan Reno hanya mengangguk-anggukkan kepala saja.
"Elah bro, yakin dan percaya dah sama gue, gue yakin dia suka sama lo 100%" ~Adrian
"Gue juga yakin kalau ucapan lo itu 100000% nggak bener" ~Zayn
"Lu kok yakin dia nggak suka sama lu?" Tanya Nara
"Eh Nara, lu kan temenan sama tuh anak udah dari kecil juga kan. Jadi, lu pasti tau lah modelan manusia kek dy itu gimana" Zayn
"Aneh,jutek,sensi,pinternya sedang, kadang marah-marah nggak jelas, kadang ketawa-ketiwi" ucap Nara sambil menghitung dengan jarinya.
"Itu ae sih yang ada di kepala gue"
"Nah kan, bener banget tuh" Zayn
"Udah deh nggak usah ribut-ribut mending ke kantin ajalah" Reno
"GAS BRO!!" ucap mereka serempak
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di Kantin Lia dkk sedang asik mengobrol, entah hal apa saja yang mereka obrol kan. Dan hanya butuh waktu sekejap saja mereka sudah akrab. Mereka juga sudah saling tukar nomor hp.
"Eh ntar, sore ngumpul yuk di rumah gue" ajak Bella kapada semuanya.
"Boleh tuh, kebetulan gue males di rumah" Dara
"Sorry, gue nggak bisa. Hari ini ponakan gue di titipin di rumah. Soalnya orang tuanya lagi ada urusan bisnis" Cindy
"Yaudah deh, Cindy nggak bisa, terus si Dara setuju. Kalau kalian bertiga gimana?" Bella
"Kalau gue sih setuju setuju aja toh jarak rumah lu sama rumah gue deket" ujar Lia, setelahnya menyendok nasi goreng nya.
"Hmmm... Kalau gue sih setuju. Mayan lah... Sekalian jalan jalan" ucap Dila, kemudian menyeruput minuman dinginnya
Reyna hanya diam saja, dia kembali teringat soal Zayn. Mereka berlima yang melihat pun saling bertanya-tanya. Pasalnya ketika ngobrol bersama tadi, Reyna tidak diam seperti sekarang ini, dia bahkan yang paling banyak bicara dengan semuanya.
"Reyna, lu nggak papa kan?" Bella
"Reyna"
"Reyna"
Masih tidak ada jawaban dari yang bersangkutan.
"REYNA!!!" teriak mereka berlima yang sukses menyadarkan Reyna dari pemikirannya.
"Kalian kenapa sih teriak-teriak, ini kantin kali, bukan di hutan" ucap Reyna sewot seraya menyeruput minuman dinginnya
"Eh! Ege... Kita dari tadi manggil lo, lo nya aja yang nggak dengar" ujar Lia
Reyna hanya menghembuskan nafasnya kasar
"Maaf, gue nggak bakalan lakuin lagi deh" sambil memasang muka bersalahnya.
"Udah udah lupain aja, jadi menurut lu gimana?" Tanya Bella
Reyna hanya mengerutkan keningnya seolah menunjukkan jika ia tidak paham apa yg sedang mereka bicarakan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mohon saran dan kritik nya 😊🙏
Terima kasih dah mampir 🙏