Could I Have This Feeling?

Could I Have This Feeling?
29



Di rumah Reyna


Saat ini ia sedang rebahan dan bermain game di kamarnya bersama dengan adiknya. Ia berada di atas kasur sedangkan adiknya berada di karpet.


Cuit!


Cuit!


Cuit!


"Keknya ada tamu tuh. Ki bukain pintu gih" Ucap Reyna


"Ki"


"Yuki"


"Ini anak mana sih" Ucap nya kemudian menuju ke arah Yuki


"Etdah... tidur dy"


Setelah itu ia segera menuju ke pintu masuk rumah dan membuka pintu tersebut.


"Assalamualaikum" Ucap orang di hadapan Reyna


"Waalaikumsalam, masuk Nar" Ucap Reyna mempersilahkan Nara masuk.


"Lu mau minum apaan?" Tanya Reyna


"Nggak usah deh. Lu kek gini berasa kek tuan rumah pada umumnya" Jawab Nara


"Asem lu, udah baik juga gue" Ucap Reyna sebal


"Hahaha... Santai santai. Gue pen nanya tugas mulok yang mana aja?"


"Oh itu, siniin buku lo" Pintah Reyna


"Nih" Ucap Nara memberikan buku tersebut beserta alat tulisnya.


Setelah menerima 2 benda tersebut, Reyna segera menandai bagian mana saja dari buku tersebut yang merupakan tugas mereka.


"Udah gue tandain semua kok" Ucap Reyna memberikan buku beserta pensil tadi kepada Nara.


"Okay, Thanks" Ucap Nara, Reyna hanya menanggapinya dengan mengacungkan jempolnya.


"Lu mau ikut gue ke rumah Rai nggak?" Tawar Nara


"Ngapain?"


"Nguli"


Reyna hanya mendengus kesal mendengar pernyataan Nara.


"Ya, ngerjain tugas lah. Hedew... mau nggak?"


"Ohh... gitu toh. Nggak deh, makasih"


"Okay deh, makasih atas waktunya Nona Reyna Veranika Andini" Ucap Nara sambil membungkuk


Mendengar perkataan dan melihat apa yang dulakukan oleh Nara. Reyna langsung bergerak ketempat Nara tanpa Nara sadari dan


Bugh!


Ia langsung memukul lengan Nara. Nara hanya bisa mengelus lengannya yang sakit akibat pukulan Reyna.


"Gila, lu napa sih Na? Tanya nya


"Nggak papa, pengen aja gitu mukul lu" Ucap Reyna dengan Watadosnya.


"Untung lu cewek, kalau bukan gu-"


"Gue apa?" potong nya


"Gue mau ke rumah Rai dulu, udah telat soalnya. Assalamualaikum" Ucap Nara cepet dan pergi berjalan keluar dari rumah itu dan diantar oleh Reyna.


"Gue cabut dulu ya, bye" Ucap Nara, Reyna hanya mengangguk menanggapi ucapan Nara.


...----------------...


"Si Nara mana sih? Kok lama banget" Tanya pada ketiga sahabatnya


"Lah... ngapa nanya ke kita kan elu yang sekompleks sama dia" Jawab Farel


"Fix... Rai lagi error" Sambung Adrian


"Lu tuh ya kalau mau ngehujat cepet banget" Gerutu Rai


*Broom!


Broom*!


"Nah... keknya tuh dia" Celetuk Reno


Rai langsung berjalan kearah luar rumahnya dan segera menemui Nara.


"Lu dari mana aja sih? Kok ngaret? Katanya setelah Ashar, sekarang udah lewat Ashar 20 menit" Tanya Rai


"Astagfirullah hal adzim, maaf bray... Lu ngapain nanya nya banyak banget, satu satu nape sih. Lagian nih yah, gue belum turun dari motor, lu udah nanya aja." Jawab Nara sambil menstandar motornya dan turun dari sana.


"Gue habis dari rumahnya Ana. Gue nanya soal tugas mulok yang mana aja sama dy" Tambahannya


"Okay. Masuk kuy" Ucap Rai.


Mereka berdua segera berjalan masuk ke dalam rumah Rai.


"Assalamulaikum"


"Waalikumlsam"


"Udah pada ngerjain yang mana aja lu pada?" Tanya Nara ketika dy sudah berada bersama sohib nya.


"Belum ada" Jawab Adrian


Nara segera menatap Rai yang berada tepat di sebelahnya, seolah-olah ia sedang ingin meminta penjelasan. Rai hanya nyengir menanggapi tatapan Nara. Ia memutar bola matanya malas.


"Kok lu nggak minta mereka ngerjain sih?" Tanya Nara


"Nggak papa" Jawab Rai santai "Udahlah... Oi kita di kamar gue aja ngerjainnya. Buruan!" Ajak Rai


Mereka berempat segera mengikuti Rai yang berada di depan mereka. Kamar Rai berada di lantai 2, jadi mereka semua harus menaiki tangga agar sampai di sana.


Setibanya di lantai dua


Klek!


"Widih... Ini kamar lu yah?" Tanya Farel


Plak!


Rai langsung menepis tangan Farel dari gagang pintu tersebut dan kemudian ia langsung menutup nya kembali.


"Ini kamar ade gue, kamar gue yang sana" Ucap nya sambil menunjuk ke salah 1 kamar yang terletak di sebelah kanan kamar yang dibuka oleh Farel tadi.


"Oh.. Sorry bray gue nggak bermaksud buat nggak sopan" Ucap Farel menyesal atas apa yang dia lakukan.


Pasalnya ia melakukan hal itu, karena Rai tiba-tiba berhenti tepat di depan pintu itu. Jadi ia berfikir jika itu adalah kamar milik Rai. Namun sayang, ia salah.


"HAHAHAHA" Tawa mereka berempat pecah begitu mendengar apa yabg dikatakan oleh Farel beserta dengan mukanya yang merasa bersalah.


Farel yang melihat hal tersebut, hanya mendengus kesal saja. Ia tidak bisa melakukan apa-apa untuk membuat mereka berhenti.


...----------------...


Mohon saran dan kritiknya semua🙏😊


Agar saya bisa memperbaiki tulisan saya ini


Terima kasih kepada pembaca yang sudah mampir untuk membaca hasil tulisan saya 🙏😊


💜💜💜💜💜💜💜