
Percekcokkan antara Reyna dan Zayn terus berlanjut. Mereka semua lelah dengan pertengkaran 2 makhluk bumi itu.
"Ran, damai kuy, capek gua debat plus berantem nggak jelas sama lu" ajak Zayn
"Sama euy" Reyna.
Mereka pun kembali tersenyum dan melanjutkan sesi makan mereka. Sedangkan yang lainnya... yah... Mereka hanya terdiam dan setelahnya menggeleng-gelengkan kepala mereka.
Bel masuk pun berbunyi, bertepatan dengan mereka yang sudah menyelesaikan makanan dan ngobrol-ngobrol ringan. Mereka langsung meluncur ke kelas guna mengikuti pelajaran Matematika.
Pelajaran pun dimulai, bu Ratna pun menjelaskan materi mengenai Bab 1 yang berisikan mengenai Bilangan, dimana menjelaskan mengenai pengoperasian, penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat, perkalian dan pembagian bilangan bulat, serta membandingkan bilangan pencahan.
Setelah menjelaskan selama hampir 1 setengah jam pelajaran, bu Ratna memberikan tugas beberapa nomor kepada para siswa dan akan di nilai pada saat jadwal mata pelajaran matematika berikutnya. Setelah dirasa cukup, bu Ratna pun mengakhiri kelasnya.
Bel pergantian mata pelajaran pun berbunyi setelah beberapa menit bu Ratna keluar. Dan sekarang adalah waktunya mata pelajaran Seni.
Para siswa 7A masih berada di dalam kelas, mereka duduk manis dan ngobrol-ngobrol ringan sambil menunggu guru mata pelajaran yang bersangkutan. Ini merupakan suatu keajaiban, pasalnya kelas mereka adalah kelas yang ributnya Naudzubillah, tetapi tidak untuk hari ini. Mungkin hari ini mereka sedang mendapat hidayah?🤔
Di bagian bangku belakang kelas,
"Eh, Na. Lu belum jawab pertanyaan soal rencana ntar sore. Jadi menurut lu gimana?" Tanya Dila
"Rencana?" tanya Reyna sambil mengerutkan keningnya
"Iya"
"Ntar sore?"
Dila menganggukkan kepalanya
"Emang mau ngapain ntar sore?"
Jawaban yang berbentuk pertanyaan dari Reyna sontak membuat dia mendapatkan pukulan ringan dari Dila.
"Hufft... Sabar Dila sabar" ucap Dila sambil mengusap dadanya.
" Ntar sore, kita pada mau ngumpul di rumahnya Bella. Jadi lu mau ikutan nggak? kita semua pada ngumpul kecuali Cindy soalnya dy mau jaga ponakannya" jelas Dila panjang lebar
"Ooh, gue nanya ortu dulu deh"
"Okay deh"
"Gue boleh ikutan nggak?" Tanya Zayn
"Kalau soal itu mendingan kamu nanya ke Bella aja deh, soalnya yang punya rumah kan dy" Ujar Dila
"Okay, Be--" Belum sempat Zayn memanggil Bella, ucapannya sudah terpotong oleh Reyna
"Nggak"
Jawab Reyna membuat Zayn menengok dan mengerutkan keningnya. "Kenapa?" Tanya nya
"Karena lu cowok, dan kita cewe"
Zayn hanya memutar matanya jengah, dan kemudian menatap Reyna sebentar lalu berbalik lagi menghadap papan tulis.
"Yaudah tanya aja gih sama Bella" Ujar Reyna
Sontak Zayn langsung menunjukkan 2 jari jempol nya dan tersenyum lebar.
"Selamat Siang anak-anak" Sapa bu Diah selaku guru SBK
"Siang bu" jawab para siswa 7A
"Kalian sudah menyiapkan semua peralatan yang ibu minta kan?"
" Sudah bu"
"Baiklah sekarang kita mulai saja, Ibu ingin kalian membuat gambar mengenai flora dan fauna. Kalian bebas ingin membuat gambar apa saja, yang penting tidak keluar dari tema. paham?"
"Paham bu"
"Sebelum memulainya, apakah ada pertanyaan?"
"Tidak bu" Sahut Michel salah satu siswi karena yang lainnya nanya diam membisu.
"Baiklah silahkan dikerjakan, kalau sudah selesai langsung kumpulkan di meja saya"
"Baik bu"
Bu Diah pun berjalan ke arah meja dan meletakkan barang bawaannya di sana.
Semua siswa sudah mulai menggambar objek mereka, perlahan tapi pasti. Hanya ada ada beberapa suara saja seperti
"Penghapus dong"
"Mistar, mistar ada yang punya nggak?"
"Peraut pensil"
Bu Diah hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah mereka. Padahal sudah dari pekan lalu dia memberikan informasi, tetapi tetap saja masih ada siswa yang kurang lengkap alat-alat gambarnya.
Satu setengah jam pun berlalu, para siswa sudah mulai mengantar tugas mereka dan langsung di beri nilai oleh bu Diah, dan akan dikembalikan setelah beliau sudah menulis nilainya di buku nilai.
"Alhamdulillah dapat B+, mayan nih. Punya lu berapa Ga?" Tanya Zayn pada teman tempat duduknya Arga
"Gue dapat A-" jawab Arga menunjukkan gambarnya bangga dan Zayn mengacungkan ibu jarinya.
"Punya lu berdua berapa?" Tanya Zayn pada 2 siswi di belakang nya.
"Aku dapat B+" Jawab Dila
"Rahasia" Jawab Reyna
"Syukur deh La, pelit bat sih lu Ran" Sahut Zayn
"Suka-suka gue" Jawab Reyna sambil melangkah menuju ke meja Lia. Sedangkan Dila hanya duduk diam di tempatnya sambil ngobrol bareng Zayn.
"Lia, liat punya lu dong" ~ Reyna
"Okay, tapi lu harus tunjukin punya lu dulu ke gue" ~Lia
"Entar deh gue tunjukin, setelah gue liat punya lu"
"Yaudah deh, nih" sahut Lia sambil memberikan kertas gambarnya kepada Reyna. Dan diterima Reyna dengan senang hati.
Reyna menatap aneh dengan gambar yang dibuat oleh Lia.
"Ini gambar lo?" Tanya Reyna
"Iya, emang kenapa?" ~Lia
"Nggak, cuman 11 12 aja sama punya gue"
Lia mengerutkan keningnya, dan Reyna langsung menunjukkan gambarnya dan berkata
"Sama-sama burik" Disertai dengan cengiran nya dan Lia hanya tertawa ringan.
"Iya sih, lu bener. balik sono dah mau selesai kelas nih"
"Okay" Jawab Reyna kemudian melangkah kembali ke tempatnya
Ketika berjalan menuju tempat duduknya ia melihat Rai yang sedang senyum sumringah. Dan ketika sudah dekat dengan Rai, ia menunjukkan gambarnya. Reyna hanya diam, dan melanjutkan langkah menuju tempatnya.
Bu Diah pun menutup pembelajaran hari ini, dan meminta kepada seksi agama untuk memimpin doa pulang. Setelah selesai, mereka mengucap salam yang di pimpin oleh ketua kelas
"Berdiri"
"Siap"
"Beri salam"
"Selamat siang bu"
"Siang anak-anak" jawab bu Diah dan langsung meninggalkan kelas.
Parah anak 7A yang selalu semangat ketika waktu pulang. Tetapi kesenangan mereka pupus setelah mendengar pengumuman kepala sekolah.
"Bagi para murid baru tidak ada dulu yang boleh pulang karena ada yang ingin di sampaikan"
"Huhh" Sahut mereka kompak dan kembali masuk, tetapi bukan hanya mereka saja yang mengatakan hal itu, banyak dari anak kelas lain pun mengatakan hal yang sama.
"Elah kagak jadi dah pulangnya, padahal W mau maen bola lawan anak kompleks sebelah"
"Sabar Dri, belom rejeki" Ucap Nara menepuk pundak Adrian
"Mending masuk dah, dari pada berdiri kelamaan" Celetuk Rai melangkahkan kakinya, diikuti oleh para siswa yang lainnya.
Sudah hampir sepuluh menit mereka menunggu, pengumuman itu juga tak kunjung diumumkan. Karena suntuk duduk di dalam kelas, akhirnya mereka memutuskan untuk pergi ke teras depan dan hanya menyisahkan beberapa orang saja di dalam kelas.
Reyna yang sedari tadi tidak paham mengenai materinya, bingung untuk menjawab tugasnya, sekarang ini dia hanya sendirian di bangku nya. Dila sahabatnya sedang berada di luar kelas, bersama dengan ke lima teman lainnya. 5? Bukannya 4? Tidak... Mereka punya teman lainnya yang merupakan sepupu dari Lia.
Reyna terus mencari jawabannya tetapi ia tidak kunjung menemukan jawabannya. Rai yang sedang berbincang dengan Nara pun menoleh ke arah nya karena beberapa kali Reyna menarik nafas panjang. Mereka berdua pun menghampiri Reyna, dan dia menatap keduanya.
"Ngapain?" Tanya nya ketus
"Bernafas plus berdiri" ~Nara
"Nggak usah ngadi-ngadi deh lu"~ Reyna menatap malas bercampur kesal ke arah Nara. Rai yang melihat langsung menetralkan suasana.
"Udah udah, nggak usah adu mulut. Kasian tenggorokan lu pada, ntar kekeringan" Rai, mereka berdua yg mendengar hanya melongo saja.
Rai langsung mengambil buku Reyna dan mengerjakan tugas tersebut. Tetapi Reyna meragukan hal itu. Rai hanya menatap malas pada Reyna, dia juga sudah meyakinkan Reyna mengenai jawabannya. Tapi, tetap saja dia tidak percaya. Akhirnya, Rai mencoret jawaban tadi dan....
"Ini udah bener kok. Percaya dah, tapi kalau lu nggak mau yah nggak usah deh. Yuk cabut bro" Rai melangkah keluar disusul oleh Nara.
...----------------...
Mohon saran dan kritiknya semua🙏😊
Agar saya bisa memperbaiki tulisan saya ini
Terima kasih kepada pembaca yang sudah mampir untuk membaca hasil tulisan saya 🙏😊
💜💜💜💜💜💜💜