Could I Have This Feeling?

Could I Have This Feeling?
36



...18.00...


^^^Reyna^^^


^^^"Gue udah ngasih tau ke Rai tadi di sekolah, dia bilang "Okay, Thanks", gitu"^^^


Tring!


"Lah... malah si Ali, kirain si Tasya. Tumben nih" Gumam Reyna


Ali Si Anak emak


"Ran"


^^^Reyna^^^


^^^"Whut?"^^^


Ali Si Anak Emak


"Sibuk nggak?"


^^^Reyna^^^


^^^"G"^^^


Ali Si Anak Emak


"Nama kontak gue di hp lu apaan?"


^^^Reyna^^^


^^^"Astagfirullah hal adzim, nggak penting banget😒👊"^^^


Ali Si Anak Emak


"Nanya doang keles"


^^^Reyna^^^


^^^"Ada yang lebih nggak penting lagi nggak?"^^^


Ali Si Anak Emak


"Ada, lu bernapas sehari berapa kali?"


^^^Reyna^^^


^^^"Σ⊂(▪ω▪∩ )"^^^


Ali Si Anak Emak


"Hahaha... Sakit WOY!🤣"


^^^Reyna^^^


^^^"눈_눈"^^^


Ali Si Anak Emak


"Dahlah... Lupain aja"


"Gue mau curhat nih, lu dengerin ya?"


^^^Reyna^^^


^^^" (´つω・。) (ngantuk zzz)"^^^


Ali Si Anak Emak


"Gue serius nih, ayolah!"


^^^Reyna^^^


^^^"Yaudah buruan, mau curhat apaan? Kalau lu curhat ikan lu diambil orang atau mati. Awas aja lu σ~ (`´メ "^^^


Ali Si Anak Emak


"😒"


"Gue dah putus sama cewek gue"


^^^Reyna^^^


^^^"Alhamdulillah, dosa lu udah putus\(^▽^)/"^^^


Ali Si Anak Emak


"No comment dah gue"


^^^Reyna^^^


^^^"Terus apaan lagi?"^^^


Ali Si Anak Emak


"Udah gitu doang 🤣"


^^^Reyna^^^


^^^"Emang lu nggak sakit hati atau apaan gitu?"^^^


Ali Si Anak Emak


"🤔"


"B aja😂"


^^^Reyna^^^


^^^"( ͡° ͡°)?"^^^


^^^"Mau bingung tapi elu Ali. Dahlah..."^^^


^^^"Siapa yang mutusin?"^^^


Ali Si Anak Emak


"Dia, katanya gue sibuk sama diri sendiri dan nggak merhatiin dy"


^^^Reyna^^^


^^^"Hmm... Kasian dia. Jahat lu"^^^


Ali Si Anak Emak


"🤷‍♂️"


"Gue mau ngegame lagi, bye"


^^^Reyna^^^


^^^"👍"^^^


...----------------...


"Seharian ini gue ketemu dia mulu, dari pagi nyampe sore. Pagi tadi dia nabrak gue di gerbang depan sekolah karena buru-buru dan dia nggak sadar. Siangnya dia ngagetin gue sebanyak 3 kali, sorenya dia nginjek tangan gue"


"Sebenarnya lu ada masalah apaansih? Mana waktu dia nginjek nggak ada yang nyadar lagi" Ucapnya seorang diri di dalam kamar


Rai kembali mengingat kejadian tersebut.


《Flash back on》


"Eh Nar, cas hp lu mane? Udah lowbat nih" Tanya Reyna


"Di samping TV" Jawab Nara, yang masih fokus memainkan game kucing yang bisa berbicara dihp Reyna. Sesekali dia juga berbicara dan kucing itu mengikuti perkataannya.


"Okay" Sahut Reyna sambil berjalan menuju tempat yang dimaksud Nara dan tanpa sengaja dia menginjak tangan Rai.


"Ah!"


"Sakit Oi! Lu emang nggak liat tangan gue apa?" Batin Rai


Sambil diam-diam dia mengusap dan menggoyangkan tangannya yang diinjak Reyna.


《Flash back off》


"Perasaan yang sering gangguin dia sih Adri, napa jadi gue yang kena si?"


"Wah... parah sih ini"


Tok!


Tok!


Tok!


"Rai"


"Iya ma, tunggu Rai ke sana" Ucapnya sambil berjalan menuju ke arah pintu.


Ceklek!


"Kenapa ma?" Tanya nya


"Iya ma"


"Yaudah buruan gih, mama turun ke bawah dulu"


mamanya pun segera pergi menuju lantai bawah dan Rai segera masuk dan bersiap-siap untuk pergi ke rumah tante Mia.


15 menit pun berlalu. Rai sudah berada di ruang tengah bersama dengan papa, dan kedua adiknya yang sedang menunggu sang bunda.


"Maaf ya mama lama, tadi pengen buang air kecil dulu" Ucap mamanya "Yuk kita berangkat" Tambah beliau.


...----------------...


...18.45...


Tring!


"Nah muncul juga nih bocah" Ucap Reyna


Tasya


"MBB, gue sibuk bantuin mama gue di dapur dari tadi sore"


"Okay, thanks Na😘"


^^^Reyna^^^


^^^"Iye"^^^


Tasya


"Na"


^^^Reyna^^^


^^^"Whut?"^^^


Tasya


"Reyna"


^^^Reyna^^^


^^^"Iya, apaan?"^^^


Tasya


"Rey"


^^^Reyna^^^


^^^" σ~ (`´メ "^^^


Tasya


" '_' "


"Na, kok nggak di read sih?😢"


...19.00...


^^^Reyna^^^


^^^"Nape? (T_T) "^^^


^^^"Gue lagi ada urusan dadakan dengan perut tadi, dan nggak bisa ditunda, atau dunia akan berakhir"^^^


Tasya


"Nggak usah lebay deh. Intinya Rai sekeluarga bakalan datang ke rumah gue sekarang"


^^^Reyna^^^


^^^"Ya elah... kiraiin apaan. Trus gue harus ngapain?"^^^


Tasya


"Gue cuman ngasih tau aja sih, tapi...


^^^Reyna^^^


^^^"Apaan?"^^^


Tasya


"Gue gugup"


^^^Reyna^^^


^^^"Emang lu dah mau dilamar yah?"^^^


Tasya


"Astagfirullah, gue masih SMP. Jangan ngadi-ngadi deh lu"


^^^Reyna^^^


^^^"Lagian make gugup segala, mana gue tau dia mau ngapain"^^^


Tasya


"Ih, elu mah...."


"Udah dulu, Rai sekeluarga Udah datang"


^^^Reyna^^^


^^^"Wokay"^^^


...----------------...


Di rumah Tasya


Saat ini keluarga Rai dan Tasya sedang makan malam bersama. Sesekali kedua orang tua mereka membicarakan masa kecil anak-anak mereka.


Tasya yang duduk berhadapan dengan Rai merasa sangat gugup. Sedari awal Rai datang tadi ia sudah merasa gugup, tetapi setelah Rai tersenyum ramah kepadanya, karena hal itu kegugupannya bertambah berkali-kali lipat.


"Aduh, jantung gue berasa mau copot. Tenang Sya, Tenang... Lu pasti bisa. Iya, gue pasti bisa" Batin nya menyemangati diri sendiri.


"Tasya"


"Sya"


Tasya yang sedang fokus untuk menenangkan dirinya, tidak sadar jika mamanya Rai sedang memanggilnya.


"Tasya"


Saketika jantungnya serasa ingin meledak di dalam sana.


"Tasya"


"Lagi?! Hahaha... Ini pasti halusinasi, iya halusinasi" fikirnya


"Kakak" Panggil Fahmi adiknya Tasya sambil menepuk punggungnya.


Ia pun lansung tersadar dari pemikirannya itu dan segera menengok ke arah adiknya.


"Kenapa Fa?" Tanyanya


"Mama gue tadi manggil lo" Bukan Fahmi yang menjawabnya, melainkan Rai.


"Ah! Oh... Gitu" Ucapnya sambil tersenyum kaku pada semuanya


"Maaf tante, Tasya lagi kepikiran sama tu-tugas sekolah tadi... ah! iya tugas sekolah" Ucapnya dengan sedikit gugup


"Kamu lucu ih, nggak papa santai aja. Tante tadi manggil kamu karena dari tadi tante perhatiin kamu cuman ngorek-ngorek makan kamu aja. Jadi, tante kira kamu ada masalah" Ucap mama Rai


"Nggak kok tante" Ucap Tasya sambil tersenyum.


"Dia udah kayak gitu dari tadi siang Na, nggak tau kesambet apaan" Ujar ibu nya Tasya.


"Oalah... Katanya Tasya dia mikirin tugas, tapi aku baru tau kalau tugas itu bisa berefek juga ya sama keseharian mereka. Padahal waktu kita sekolah dulu seneng banget kalau ada tugas" Jelas mamanya Rai panjang lebar.


"Betul tuh Na, heran deh sama anak zaman sekarang, kalau ada tugas sekolah selalu ditunda-tunda. Padahal kalau langsung dikerjain kan bisa cepet selesai" Tambah ibunya Tasya.


"Udah dulu ngobrolnya, ini kita lagi makan bu. Nanti selesai makan lanjut lagi ya" Tegur ayah Tasya lembut


"Eh iya, yah.. Maaf, habisnya udah lama nggak ngumpul bareng si Ana" Ujar bu Mia


Mereka pun melanjutkan makan malam mereka dengan hening.


20 menit pun berlalu dan mereka telah menyelesaikan makan malam mereka. Para ayah bergegas ke ruang tamu sedangkan para ibu pergi membersihkan piring-piring di dapur.


...----------------...


Mohon saran dan kritiknya semua🙏😊


Agar saya bisa memperbaiki tulisan saya ini


Terima kasih kepada pembaca yang sudah mampir untuk membaca hasil tulisan saya 🙏😊


💜💜💜💜💜💜💜