
"Reyna" Panggil Lia beserta gerakan tangannya. Reyna pun segera menghampirinya.
"Nape?" Tanya Reyna
"Jadi, ternyata waktu mereka ngerjain tugas di rumah Dara itu, Keyla sama Dara berantem. Masalahnya nggak gede sih... cuman nyokap nya si Dara ikut-ikutan juga. Makanya mereka kek gitu deh" Jawab Lia
"Buset dah... Pantesan aja kek gini. Udahlah... Gue temenan sama sapa aja deh, asal bareng elu" Ucap Reyna dengan senyuman mengembang di wajahnya.
Lia hanya memutar bola matanya jengah. Jujur saja ia lelah berbicara dengan sahabatnya yang 1 ini, sebab omongan yang selalu keluar dari mulutnya pasti sesuatu yang berada di luar nalar.
"Dahlah... kantin kuy" Ucap Lia seraya menarik tangan Reyna untuk mengikuti langkahnya.
...----------------...
Karena kejadian tersebut pertemanan antara mereka bertujuh mulai retak. Awalnya mereka terbagi menjadi 2 kubuh.
Tetapi mereka tetap saling berbicara, hanya saja ketika ingin pergi ke kantin atau kemanapun mereka telah terbagi menjadi 2 kelompok.
Tak hanya sampai di situ, Cindy juga sudah mulai memiliki teman dekat yang lain, alhasil dia jarang berkumpul dengan mereka lagi.
Setelah itu, Keysa mengatakan bahwa jika ia menyukai Rico jauh hari sebelum Rico dan Yadi berkunjung ke kelas mereka. Kebetulan setiap ibadah di sekolah mereka selalu bertemu.
Rico selalu mengajak Keysa ngobrol sambil menunggu ibadah dimulai dan terkadang ia juga melontarkan candaan-candaannya. Tetapi, Rico malah menjadi pacar sahabatnya.
Karena hal itu Keysa tidak lagi berbicara dengan Dila, mungkin ia sudah lelah berpura-pura bahagiah dengan rasa sakit yang ia rasakan. Oleh sebab itu, Reyna juga sudah tidak bertegur sapa dengan Dila. Entah kenapa dia melakukannya.
Semenjak saat itu pertemanan mereka menjadi kacau. Ketiga faktor itulah yang membuat persahabatan mereka bertujuh hancur. Mungkin saja ini takdir dari pertemanan mereka atau bisa saja ini akibat dari keegoisan masing-masing.
...----------------...
Beberapa hari berlalu semenjak pertengkaran mereka bertujuh. Sekarang mereka sudah tidak mempermasalahkan hal itu lagi, mereka sudah kembali berteman. Namun, seperti gelas yang sudah pecah apabila disambung kembali, tidak akan terlihat sama persis seperti sebelumnya. Begitulah nasib persahabatan mereka.
...----------------...
"Key, yang soal fisika nomor 7 gimana nih? Lo udah belum?" Tanya Zayn menengok ke arah Keysa yang berada di sebelah Reyna
"Gue juga belum" Ucap Keysa
"Okay. Ran lo-" Ucap Zayn
"Belum" Potong Reyna
"Gue belum sele-"
"Oh" Potong Reyna lagi seraya beranjak dari tempat duduknya. Dia menuju ke arah Bella.
"Bel gue ijin ke toilet yah" Ujar Reyna
"Okay" Jawab Bella
"Tuh anak kenapa lagi dah" Ucap Zayn
"Lu berantem sama Reyna ya?" Tanya nya pada Keysa
"Nggak kok, dia emang kek gitu dari semalam" Jawab Keysa.
Kemudian Zayn mengajukan pertanyaan yang sama juga kepada Lia yang sedang membahas rumus soal fisika bersama Nadine
"Lu berantem sama Ran?" Tanyanya
"Ohhhh" Ucap Zayn ber oh ria
...----------------...
Di taman sekolah
Reyna sedang memandang lurus ke arah bunga-bunga di depannya. Sekarang ia tengah duduk di bangku yang berada di bawah pohon rindang.
Ia berbohong untuk pergi keluar kelas dengan alasan pergi ke toilet. Sebenarnya dia lelah merasa lelah berada di dalam kelas.
Jujur saja ia sebenarnya merasa bersalah dan merasa bodoh akan keputusannya. Kenapa dia tidak menegur Dila. Padahal Dila adalah teman pertamanya ketika masuk SMP.
"Bodoh"
"Bodoh"
"Bodoh"
"Bodoh"
"Bodoh" Ujar Reyna seraya memukul kepalanya.
"Kok gue bodoh banget sih, seharusnya gue itu bisa bersikap netral. Toh mereka berdua itu sahabat gue"
"Tapi yang gue lakuin apa? Gue malah berpihak pada satu pihak aja dan malah nyalahin satu pihak doang" Omel Reyna oada dirinya sendiri.
Setelah menenangkan diri selama 15 menit di taman, ia akhirnya kembali ke kelasnya.
...----------------...
Di kelas
"Okay guys, sekarang kalian kumpulin tugas fisika di meja gue. Soalnya sekarang waktunya buat ngumpulin tugas ini" Ucap Bella lantang dari tempat duduknya.
"Aduh nih bocah mana lagi, udah 15 menit kagak balik-balik" Ujar Lia
"Key, susulin Reyna yuk" Ajak Lia. Keysa pun segera bangkit dari tempat duduknya dan melangkah menuju ke arah Lia.
Setelah itu mereka berdua hendak memintabinin kepada Bella. Namun, tidak jadi karena orang yang ingin mereka susul sudah masuk ke dalam kelas dengan wajah datarnya.
Ia hanya terus berjalan ke arah mejanya dan mengabaikan kedua sahabatnya itu. Kemudian mengambil buku tugas fisikanya dan mengumpulkannya kepada Bella. Lalu, kembali ke bangku nya.
"Kenapa lagi tuh anak?" Tanya Keysa
"Nggak tau" Jawab Lia
...----------------...
Mohon saran dan kritiknya semua🙏😊
Agar saya bisa memperbaiki tulisan saya ini
Terima kasih kepada pembaca yang sudah mampir untuk membaca hasil tulisan saya 🙏😊
💜💜💜💜💜💜💜