Could I Have This Feeling?

Could I Have This Feeling?
18



Di luar kelas, Reyna sedang sibuk mencari Zayn. Dy memeriksa di setiap kelas tetapi tidak kunjung menemukannya.


"Dimana sih tuh anak. Cepet banget sih larinya"


"Apa di kantin?"


"Gue cek aja deh, awas aja lu Li" Gumam Reyna


Ia pun langsung menuju ke kantin.


...----------------...


Di gerbang depan sekolah


"Hfffttt..." Ucap Zayn


"Dy pasti lagi ngejar gue ini mah. Aduh... mati dah. Gue harus ngapain ya?" Tanya Zayn pada dirinya sendiri.


"Tapi lebih baik nyerahin diri langsung sih, dari pada dia yang nemuin gue" Gumam Zayn


Zayn pun segera pergi menuju ke koperasi. Karena jarak koperasi dan gerbang depan sekolah tidak jauh, jadi Zayn tidak membutuhkan waktu lama untuk ke sana.


"Gue ngasih snack ae dah" Gumam Zayn ketika ia tiba di koperasi.


"Mbak saya beli snack yang ini 2 sama minuman teh nya 1, yang kemasan gelas aja" Ucap Zayn kepada penjaga koperasi tersebut


"Baik, tunggu yah" Ucap penjaga koperasi itu


"Semuanya 5 ribu ya" Tambahnya


"Baik mbak. Ini uangnya"


"Makasih" Ucap Zayn


Ia pun langsung pergi menuju ke kelasnya.


"Semoga ae dy nggak jadi marah" Gumam nya ketika berada di depan tangga.


...----------------...


Di tempat lainnya


"Gara-gara si Ali nih. Gue jadi harus pergi ke kantin nyariin dy, mana rame lagi. Kesel banget" Ucap Reyna


"Ini anak mana coba, udah gue periksa disemua kantin masih aja nggak ada" ~Reyna


"Sabar, sabar. Trus gua harus ngapain?" Tanya nya dalam hati


"Balik ke kelas aja deh" batinnya


Dy pun memutuskan untuk kembali. Ketika sedang berjalan menuju kelas, ia tiba-tiba berhenti di depan lapangan sekolah yang tepat berada di depan kelas 8 E.


Ia berhenti sejenak untuk melihat kakak kelasnya yang sedang asik bermain sepak bola.


Cukup lama ia berada di sana, dan akhirnya kembali melanjutkan langkahnya.


...----------------...


Di kelas


Setibanya Zayn di kelas, ia tidak melihat sosok orang yang dy cari.


"Reyna mana?" Tanya nya kepada Lia dan Keysa


" Nggak tau, tadi dia langsung lari keluar buat ngejar lo" Jawab Lia


"Lagian lu ngapain sih nyari masalah ke dia. Udah tau dy modelnya kek apaan" Ucap Keysa


"Iya iya... Maaf, khilaf gue " Ucap Zayn


Kemudian dy menengok ke arah Rai dkk. Ia mengerutkan kening nya, sebab ia tak menemukan sosok Nara di sana.


"Nara kemana?" Tanya Zayn


"Katanya mau liat live action" Ucap Rai


"Tapi dy nggak ngomong di mana" Tambah Farel


"WOY!!! ALI!!!" Teriak Reyna


"Astagfirullah, Ran kalau manggil jangan teriak-teriak dong, lo pikir ini hutan apa?" Ucap Nara yang muncul di samping Reyna.


Reyna hanya menatapnya malas. Reyna pun segera menghampiri Zayn.


"Lu-"


Ucapan Reyna dipotong oleh Zayn


"Sorry buat yang tadi. Gue nggak sengaja, khilaf. Nih, buat lo" Ucap Zayn sambil memberikan makanan yang ia beli tadi.


"Dahlah ... malas juga gue debat sama lu" Ucap Reyna dan setelahnya mengambil keripik kentang yang diberikan Zayn.


"Sip dah, berarti udah damai, nih?" ~Zayn


"Iye" ~ Reyna


"Elah nggak seru banget, hoaaammm...." Ucap Nara sambil menutup mulutnya karena ia sedang menguap, dan segera beranjak dari tempatnya berdiri.


"Rey" Ucap Lia


Rai dan Reyna langsung menengok ke arah Lia. Rai melihatnya dengan kening berkerut, sedangkan Reyna hanya menatapnya jengah.


"Iya iya, maaf. Sorry Rai" Ucap Lia


Rai hanya menganggukkan kepalanya .


"Yang nama Li di sini bukan cuman Lia doang ada jga yang lain" Ucap Zayn


Reyna hanya memutar bola matanya jengah, setelah mendengar ucapan Zayn.


...---------------...


"Dila, lu punya nomernya Rai nggak?" Tanya Reyna


"Ada kok" Jawab Dila


"Kenapa?" Tambahnya


"Bagi nomernya dong, soalnya gue nggak punya nomernya" Jawab Reyna


"Bukannya nomer hp nya ada di grup kelas ya?" Tanya Dila


"Iya ada, tapi itu bukan nomernya dy. Tapi nomernya bokap apa nyokapnya gitu. Kalau nggak salah inget" Jawab Reyna


"Lu tau dari mana?" Tanya Dila


"Beberapa bulan yang lalu kan l, gue lagi ngerjain tugas kelompok bareng Lia. Terus kita kan lagi bosen, nah berhubung Lia nggak punya kontak nya Rai, kita berdua berinisiatif buat telfon dy. Tapi yang angkat bukan dy, suara nya beda" Jelas Reyna panjang lebar


"Okay, bentar gue tulis dulu" Ucap Dila, sambil membuka buku catatan kecilnya yang berisi nomer hp anak kelasnya.


"Nih" Ucap Dila sambil memberikan kertas berisi nomer hp Rai kepada Reyna


"Thanks" Ucap Reyna sambil menerima kertas yang diberikan oleh Dila


"Okay. Gue mau ke depan dulu ya" Ucap Dila


Reyna hanya menanggapinya dengan anggukan.


Beberapa menit setelah kepergian Dila


Rai dan kawan-kawan memasuki kelas sebelah mereka kembali dari kantin. Mereka duduk di tempat mereka masing-masing.


"Bosen gue euy" Sahut Nara


"Sama" Tambah Farel


"Keluar yuk!" Ajak Reno


"Gaslah" ~Farel


"Lo nggak ikut Rai?" Tanya Nara


"Nggak, lagi pengen di kelas aja" Jawab Rai


"Oh yaudah. Kita cabut ya" Ujar Nara


"Sip" ~Rai


Mereka bertiga pun pergi keluar kelas tanpa Rai.


Rai hanya sedang sibuk memakan makanan yang ia beli di kantin tadi. Ia makan dengan perlahan, hingga...


"Rey" Ucap Lia


Seketika Rai menghentikan aktifitasnya dan menatap ke arah Lia. Lia yang melihatnya langsung tersenyum dan berkata


"Sorry, Rai. Maksud gue Reyna" Ucap Lia


Mendengar pernyataan dari Lia, Rai hanya menganggukkan kepalanya.


Lia pun segera melangkahkan kakinya menuju ke bangku Reyna.


"Ren" Ucap nya


"Hmm... Kenapa?" Tanya Reyna


"Ke kantin kuy" jawab Lia


"Males, lu pada aja deh" Ucap Reyna yang sedang mencoret-coret di buku catatannya.


"Yeee... Di ajak juga" ~Lia


"Yaudah deh, gue cabut ya. Mau nitip nggak?" Tanya Lia


"Nggak" Jawab Reyna


"Okay" Ucap Lia, kemudian melangkah kan kakinya meninggalkan Reyna.


...-------------...


Mohon saran dan kritiknya semua🙏😊


Agar saya bisa memperbaiki tulisan saya ini


Terima kasih kepada pembaca yang sudah mampir untuk membaca hasil tulisan saya 🙏😊


💜💜💜💜💜💜💜


Jangan lupa like nya! 😉✌