
Di sana Farel bersama dengan Adrian, tetapi ia hanya diam saja. Ini adalah hal yang langkah, Adrian bertemu Reyna dan tidak terjadi apa-apa? Itu mustahil.Pasalnya saat ini Adrian sedang mencari sesuatu yang dapat menyulut emosinya.
"Ran, bagi pisgor lu dong" Ucap Zayn yang baru saja datang ke arah mereka.
"Nih" Ucap Reyna sambil memberikan piring berisi ulang gorengnya kepada Zayn.
"Thanks" Ucapnya dan langsung mendapat anggukan dari Reyna.
"Emang beda ya... Waktu kita yang minta, nggak di kasih. Malah disuruh beli sendiri, pas Zayn yang minta malah dikasi" Ujar Adrian "Sabar bro" Tambahnya sambil mengelus punggung Farel.
Mereka semua sudah sadar dan tau jika saat ini Adrian dengan ingin menyulut emosi Reyna. Dan ya... Seperti biasa hal itu selalu berhasil.
"Lu tuh kenapa sih? Hah?! Yang lu minta tadi punya nya Lia, bukan gue!!!" Jelas Reyna dengan emosinya.
"Iya gue tau, tapi kan lu bisa tawarin ke gue sama Farel. Jadi kita nggak perlu mohon-mohon biar dikasih" Belanya santai
"Wah... Nyari ribut bener nih bocah" Ucapnya sambil berdiri dari tempat duduknya
"Sini lo kalau berani" Tantang Adrian.
Reyna sudah siap melangkahkan kakinya, namun ditahan oleh Zayn.
"Udah Ran nggak usah. Lu tau kan kalau Adrian mulutnya kek mulut cewek, udahlah" Lerai Zayn.
Reyna pun mendengar kan ucapan Zayn dan memilih untuk duduk kembali ke tempatnya.
"Cieee... Yang nurut sama Zayn" Ujar Adrian
"Heh! Udah deh nggak usah nyari masalah. Mending lu berenang aja sana" Pintah Kiki
"Elah... Males gue, mendingan di sini ngomporin si Reyna. Iya nggak Na?"
"Serah lu dah, Dri. Malas gue" Ujarnya
"Na, sini lo!" Teriak seseorang yang wujudnya tidak tampak.
"Itu suara si Nara perasaan, kok orangnya nggak ada?" Tanya Reyna kepada mereka semua.
"Mana kita tau, kita kan dari tadi di sini" Jawab teman-temannya kompak.
Rai yang kebetulan lewat di pinggir kolam renang segera menarik tangan Nara.
"Nih yang manggil lu!" Teriaknya
Reyna menengok ke arah Rai dan segera menuju ke sana.
"Lu apaan dah ngagetin aja, malah main narik tangan lagi" Protes Nara "Ntar kalau tangan gue copot gimana? Lu mau ganti?"
Rai hanya memutar bola matanya jengah. Tibalah Reyna di sana.
"Apa?" Tanya nya pada Nara.
Mendengar ucapan Reyna ia pun segera mengulurkan tangannya kepada Rai, yang menandakan ia membutuhkan bantuan untuk naik ke pinggiran kolam renang.
Rai pun membantunya dan
Jebur!
Ia langsung jatuh ke kolam Renang dan Nara tertawa puas melihat hal tersebut. Sebab rencananya berjalan lancar. Reyna yang melihat hal tersebut langsung mengambil langkah seribu untuk mundur dari sana.
"Kampret lu!" Ucap Rai dengan kesal
"Woy Na! Lu ngapain di situ? Gue nggak bakalan narik lu tenang aja" Ujar Nara "Apasih yang nggak buat lu Na" Tambahnya disertai dengan senyuman manis.
Terjadi jeda selama beberapa menit. Para teman kelas Reyna yang sedang duduk memakan pisang goreng sedari tadi memperhatikan mereka.
Mereka juga mendengar apa yang dikatakan oleh Nara dan mereka agak terkejut sebab Nara tidak pernah mengatakan hal seperti itu pada siapapun. Tak terkecuali untuk Nadine, Zayn, Keysa dan Lia, mereka hanya menatap jengah pada keduanya, Pasalnya, ini kedua kalinya bagi mereka mendengar Nara mengatakan hal seperti itu. Begitu pula dengan Rai yang hanya diam sambil memperhatikan apa yang akan mereka lakukan.
"Hmmm... Nara so sweet banget. Kan Ana jadi suka" Ucap Reyna sambil senyum malu-malu dan Nara yang senyum dengan bangganya.
Rai yang mendengar hal tersebut menatap heran pada keduanya dan ia juga membuka mulutnya karena terkejut. Nara yang melihat hal tersebut, langsung menutup mulut Rai, sontak ia pun langsung menutup mulutnya. Sedangkan Nara, dia hanya memamerkan giginya kepada Zayn.
"Yaudah mau lo apaan?" Tanya Reyna dengan nada ketusnya dan wajah juteknya.
Rai yang mendengar itu kembali heran. "Secepat itu kah ekspresinya berubah?"
Para teman kelas mereka tidak bisa mendengar jelas apa yang Reyna katakan. Jadi, mereka hanya bisa menelan rasa penasaran itu.
"Beliin gue pop mie, tapi lu yang bayar, sama minumannya air mineral aja" Jawab Nara
"Okay" Ujar Reyna singkat dan langsung pergi memesan mie tersebut.
Rai hanya bisa geleng-geleng kepala saja.
"Udahlah bro, nggak usah pusing mikirin gue sama Reyna deh. Tenang ae gue sama dia udah biasa kek gitu." Ujar Nara
"Gue nggak mikirin lu berdua, gue cuman heran aja sama keabsurdtan lu berdua" Jelasnya
"Beuh... sama aja itu mah"
Di sisi lain
Reyna sedang menunggu mie pesanan Nara matang. Ia pun kembali melakukan aktivitasnya seperti biasa, memandangi Rai dari jauh.
Sedari pak Mauludin memberikan kebebasan kepada mereka, ia sudah memperhatikan Rai. Tetapi ia melakukannya secara diam-diam. Entah Rai menyadarinya atau tidak. Yang jelas Reyna hanya ingin melakukannya saja.
Ia terus memperhatikan Rai sampai pesanan Nara datang. Dan setelahnya pergi ke arah Nara dan memberikan mie beserta air mineral tersebut.
...----------------...
Sekarang sudah waktunya bagi para siswa untuk merapikan barang-barang mereka. Sebab, sudah saatnya untuk pulang. Mereka semua sedang sibuk merapikan barang-barang mereka, kecuali untuk Reyna dan Lia.
Saat ini mereka tengah duduk berdua dan sedang memperhatikan seseorang.
"Beuh ganteng banget tuh orang ye" Ucap Reyna
"Bener, cuy" Ucap Lia setuju dengan pendapat Nara
"Topinya warna hitam merah"
"Kaos putih"
"Celana jeans hitam"
Ucap keduanya bergantian sambil menatap dari bagian kepala sampai ke bagian bawah. Satu kata untuk orang itu, "Perfect".
Kemudian melanjutkan ke bagian kakinya.
"Sayang banget" Ujar Lia "Sendalnya swallow"
"Hooh, orens lagi" Tambah Reyna. "Padahal udah keren loh dari atas sampe bawah"
"Iya sih. Dahlah... Itu pilihan nya si dia. Orang ganteng mah bebas" Ujarnya
"Bener"
Orang yang mereka maksud ternyata sempat melirik mereka sekilas. Tetapi ia tidak perduli akan hal itu. Rai... Itulah orang yang mereka perhatikan.
...----------------...
"Si Tasya cuman ngeread pesan gue euy. Tumben banget... sibuk kali yah" Gumamnya
Tring!
Tasya
"Sorry gue baru bales chat lu๐, gue sibuk sama tugas praktek kelompok gue. Maaf banget๐ญ"
"Btw, thanks infonya"
^^^Reyna^^^
^^^"Iya, sans aja kali. Udah sono, lanjutin tugas lu"^^^
Tasya
"Entar aja, mumpung gue lagi chattan sama lu. Gue mau cerita soal yang waktu itu"
^^^Reyna^^^
^^^"Waktu itu?๐คจ"^^^
Tasya
"Yang tentang Rai sekeluarga"
^^^Reyna^^^
^^^"Oh itu, okay"^^^
Tasya
"Nah jadi waktu itu kan mereka dateng"
Jelas Tasya panjang lebar kepada Reyna, tanpa ada yang dia kurangi atau ditambah.
^^^Reyna^^^
^^^"Buset dah, ngakak banget gue๐คฃ๐คฃ"^^^
Tasya
"Ihhh, lu kok ketawa sih?๐"
^^^Reyna^^^
^^^"Habisnya lu lucu banget. Jantung ampe mau keluar wkwkwk, gila sih... Barusan lu kek gini Sya ๐คฃ"^^^
Tasya
"Udah deh, Na. Nggak usah ngeledekin gue deh, gue kan jadi malu lagi ingetnya ๐"
^^^Reyna^^^
^^^"Hahaha... Puas banget! Muka lu pasti sekarang lagi merah๐คฃ"^^^
Tasya
"Ihhh, ngeselin lu๐"
^^^Reyna^^^
^^^"Iya deh, maaf๐คฃ"^^^
Tasya
"Okay gue maafin, tapi emot lu kek nggak cocok buat minta maaf๐"
^^^Reyna^^^
^^^"Ya Allah, emot doang dipermasalahin๐คฆโโ๏ธ"^^^
^^^"Maafin gue yah๐"^^^
Tasya
"Okay, gue maafin, gue lanjut nugas dulu. See you!๐"
^^^Reyna^^^
^^^"๐๐"^^^
...----------------...
Mohon saran dan kritiknya semua๐๐
Agar saya bisa memperbaiki tulisan saya ini
Terima kasih kepada pembaca yang sudah mampir untuk membaca hasil tulisan saya ๐๐
๐๐๐๐๐๐๐