
Tidak terasa sudah sepekan Reyna masuk sekolah. Dan sekarang ini sudah waktunya untuk belajar. Sekolah Reyna ini adalah sekolah negeri terbaik di daerahnya. Sekolah ini mempunyai program untuk murid baru, dimana selama 1 bulan mereka akan mengikuti les pagi.
Dengan senang hati Reyna berangkat ke sekolah dengan diantar oleh ayahnya.
"Hmmm~~ Udara pagi memang sangat menyenangkan, bebas polusi" Batin Reyna
Setibanya di sekolah, ia langsung mencium tangan papanya dan berjalan menuju ke arah kelasnya di lantai 2. Selama menuju ke kelasnya ia hanya memasang muka juteknya. Sesampainya di depan kelas, ia langsung masuk dan menuju ke bangkunya.
"Pagi anak bokap!!!" Sapa Zayn dengan senyuman manisnya, bukannya malah menyapa balik, orang yang bersangkutan malah langsung mengeluarkan lahar panasnya.
"LO APAANSI!!?!! GUE KAN UDAH BILANG JANGAN MANGGIL GUE ANAK BOKAP, LO PUNYA KUPING NGGAK SIH?!!!!" Reyna
"Astagfirullah hal adzim, Ran ini masih pagi loh. Nggak usah marah-marah napa sih. Sensi amat" ujar Zayn menatap kesal kepada Reyna.
"Makanya kalau nggak mau dimarahin, nggak usah nyari masalah. Gitu aja ribet, dasar anak mama!!!" kata Reyna sambil menjulurkan lidahnya. Zayn ingin membalas Reyna, tpi sayang guru les sudah melangkahkan kakinya masuk ke dalam kelas dan memulai pelajaran.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pukul 07.00 bel sekolah berbunyi menandakan jam les telah berakhir. Sebagian siswa pergi meluncur ke kantin, sebagian ngobrol di depan kelas. Hanya ada 2 murid yang masih setia di tempat duduknya.
"Oi, Li" ~Reyna
"Hmm" ~Zayn
"Lu marah?"
"Hm"
Reyna memutar matanya jengah
"Kalau ditanyain nyahut dong"
"Kalau iya emang kenapa? Masalah buat lo?"
"Ya iyalah, secara gue tadi pagi ngatain lu anak mama. Pasti hati lu tersentil"
"Oh"
"Buset dah nih anak, yaudah deh... Gue minta maaf"
"Iya, gue juga minta maaf"
"Berarti dah damai dong?"
"Iya" mereka berjabat tangan dan saling memberi senyuman.
Di tempat lain
Rai dan kawan-kawan sedang nongkrong di kantin. Biasalah... Lagi nyabu mereka.
"Eh, si Reyna udah jutek, galak, sensian lagi. Makan apa sih tuh anak?" Sahut Reno membuka percakapan.
"Tuh anak emang kayak gitu, waktu SD aja kalau dia marah, orang yang buat dia marah dilemparin sepatu." Ucap Nara
"Makanya kalau di kelas jangan tidur mulu lu" ujar Rai
"Benar tuh" sahut Nara dan Reno
"Khilaf gue" Farel
"Khilaf kok tiap hari" Nara. Ucapannya sontak membuat ketiganya tertawa.
"Eh, ntar MU vs Chelsea, lu pada nonton kagak?" Ujar Andri yang nongol tiba-tiba dan sontak mengagetkan mereka.
"Astagfirullah" Sahut Rai, Farel, Nara
Reno hanya mengelus-elus dadanya guna untuk menenangkan diri.
"Lu bisa nggak sih kalau nongol jangan tiba-tiba?" ~Nara
"Tau nih, kalau jantung kita copot lo mau ganti sama apaan? ~ Farel
"Lain kali kalau lu nongol, sapa dulu kek, atau nggak paling klop ngucap salam" ~ Nara
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakathu" ucap Adrian
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakathu" jawab ke 4 nya spontan
"Jadi gimana? Kalian nonton nggak ntar malam?" ~Adrian
"Gue kagak doyan bola, jadi gua kagak nonton" ~ Nara
"Ntar malam gue mau ritual jadi nggak nonton, soalnya pasti kagak seru. Kalau portugal gaskeun lah. Yg lain nooooooo!" ~Farel
"Kalau gue sih nonton-nonton ae, mayan melatih suara kita malam-malam. Teriak-teriak." ~ Reno
" Btw ritual apaan lu?" Tambahnya
" Sikat gigi, cuci muka, cuci kaki, cuci tangan, baca doa tidur, tarik selimut, merem, kurang lebih gitu dah" Ujar Farel dengan bangganya.
Mereka hanya geleng-geleng kepala saja melihat tingkah nya.
"Lu gimana bray?" ~Adrian
"Gue nonton kok" ~ Rai
"Wokay" ~ Adrian
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mohon saran dan kritiknya semua🙏😊
Terima kasih 😁🙏