Could I Have This Feeling?

Could I Have This Feeling?
39



"Dari mana aja lu pada ?" Tanya Reyna sambil mengambil sesuatu dari tasnya


"Menjelajah keliling sekolah" Jawab Nadine


Mereka bertiga segera duduk di bangku Nadine dan Lia dan Keysa duduk di bangku milik Bella.


"Nara, nih buat lu" Ujarnya sambil memberikan wafer favorite Nara


"Thanks"


"Thanks bilang ke Salsa" Ucap Reyna yang langsung berlari ke luar kelas.


Mereka yang berada di sana langsung menatap Nara. Nara hanya menarik nafas panjang dan menghembuskannya kasar. Ia segera membuka jendela karena dia tahu Reyna berada di teras depan kelas.


"Na, lu masuk sekarang atau gue yang ke sana" Tawar Nara "Satu, Du-"


"Hedewww... Ngancem aja lu" Ucapnya langsung menuju ke arah bangku Adrian yang berada di depan Nara. "Siniin deh kalau lu nggak mau" Ucapnya langsung membuka pembungkus wafer tersebut.


"Lu bilang ini buat gua, tapi kenapa jadi lu yang makan sih?" protesnya


"Mubazir kalau nggak dimakan" Ucapnya setelah memakan wafer tersebut. "Lagian lu kenapa sih gitu banget sama si Salsa? Dia itu udah su-"


Ucapa Reyna terpotong karena Nara tiba-tiba memasukkan wafer ke dalam mulut Reyna. Alhasil Reyna tidak melanjutkannya lagi.


"Na, minta maaf gih lu sono sama si Rai"


Rai hanya bisa geleng-geleng kepala saja.


"Emangnya si Reyna ngapain si Rai" Tanya Zayn yang sedari tadi hanya menyimak bersama dengan ketiga sohib Reyna.


"Gue ngapain si Rai, Nar? Perasaan gue udah minta maaf deh kemarin, waktu dia kaget" Ucapnya santai sambil memakan wafer milik Nara.


Nara segera menggulung buku catatannya dan langsung memukul kepala Reyna. Reyna tersenyum manis, dia sudah bersiap ingin memukul Nara. Namun, di tahan oleh Keysa.


"Kalem Na, kalem"


Reyna pun mengikuti perkataan Keysa yang sedang duduk berseberangan dengan nya.


"Thanks Key, udah jadi pawangnya Reyna"


"Buruan deh!!! Gue ada salah apaan?!"


"Kemarin lu nginjek tangannya Rai waktu mau ngecas hand phone gue" Jelas Nara


"Jadi itu tangan lu?" Tanya Reyna santai "Gue kira pinggiran karpet atau kabel stik PS"


Mendengar jawaban itu, seketika Rai langsung membenturkan kepalanya ke atas meja. Mereka yang melihat hal itu pun terkejut, sebab dari tadi Rai hanya diam saja.


"Buset... Pala lu nggak benjol tuh?" Tanya Zayn


"Bro, lu punya kepala candangan ye?" Tambah Reno


Rai pun mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Reyna kemudian menghembuskan nafasnya kasar. Ia juga mengabaikan pertanyan mereka berdua.


"Rey, gue punya salah ya sama lo?" Tanya nya


"Eh?! Lu ngomong apaan dah? Gue nggak ngerti" Ucap Reyna "Lupain aja deh Rai, gue minta maaf banget karena udah buat salah sama lu"


"Hufft~~~ Okay deh" Ujar Rai


15 menit berlalu mereka bertujuh sedang sibuk dengan urusan mereka masing-masing.


Tiba-tiba...


"Nara, lu kenapa sih nggak mau makan wafer pemberian Salsa. Lu nggak kasian apa?" Tanya Reyna


"Ya Allah Reyna, udah yah nggak usah dibahas lagi." Saran Nara "Lagian itu udah lama juga"


"Gue penasaran keles. Si Salsa udah suka sama lu waktu lu baru masuk sekolah, dan dia baru ngasih tahu lu waktu kelas 5. Pertanyaan gue, kenapa lu nggak terima ae perasaan dia?" Tanya Reyna setelah menjelaskan panjang lebar


"Karena gue udah suka sama orang lain" Jawabnya singkat padat dan jelas.


Mereka yang mendengar pernyataan tersebut langsung menengok ke arah mereka berdua.


"Siapa?" Tanya Zayn, Reno, Keysa, Lia, Nadine, bahkan Rai secara bersamaan, namun ia abaikan.


"Lu suka sama siapa?" Tanya Reyna.


..............


Jeda beberapa menit sebelum dia mengatakannya


"Lu" Jawab Nara kompak bersama dengan Reyna dan mereka juga saling menunjuk satu sama lain.


Mereka semakin dibuat penasaran oleh apa yang 2 mahkluk aneh itu akan lakukan. Dan endingnya....


"Hoeeekkkkk!!!!!"


"Najissss!" Ucap keduanya kompak sambil .


"Mau heran tapi dia Reyna" Ujar ketiga sohibnya.


"Mau heran tapi lu Nara" Ujar ketiga sohibnya.


Sedangkan mereka berdua hanya tertawa terbahak-bahak saja. Setelah selesai tertawa, suasana kelas menjadi hening kembali.


"Ran, kenapa semalam lu nggak jawab chat gue?" Tanya Zayn yang sudah duduk di sebelah Reyna.


"Oh, lagi nggak pengen aja" Jawabnya santai


"Okay, gue bakalan ngasih tau lu isi chat gue"


"Gue serius Ran" Tambahnya


"Nama lu dah ganti?"


"Hah?! Ganti? Maksud lu"


Nadine, Nara, Keysa dan Lia hanya bisa menggelengkan kepala mereka. Sebab, mereka tau jika penyakit Reyna kambuh lagi. Dan mereka memilih untuk diam.


"Lah itu... Lu bilang apaan barusan?" Tanya nya


"Hah? Ganti? Maksud lu? Gue ngomong itu aja barusan"


"Sebelumnya"


"Gue serius Ran. Itu kan?"


"Hooh"


"Terus maksud pertanyaan mu apaan?"


"Nama lu udah ganti yah? Jadi serius?"


Seketika Zayn merasa ingin menenggelamkan Reyna ke laut.


"Gue serius Na!"


"Iya deh maaf, yaudah apaan?"


"Ntra sore kan kita mau ke permandian umum. Jadi, jangan ngasih tahu bokap gue yah, kalau misalnya gue buat salah"


"Okay dah, santuy ae. Lu berasa mau buat maksiat aja dah, tiap ada apa-apa "


"Sip deh, ntar gue juga bakalan jaga rahasia lu kalau misalnya lu buat kesalahan"


"Nggak usah, makasih banyak. Gue ke sana cuman buat pelajaran doang. Ah! Lu keknya mau buat maksiat yah? makanya ngomong kek gini ke gue?"


"Astagfirullah, nggak ada. Gue cuman omong doang itu, antisipasi"


"Iya deh, terserah lu"


...---------------...


Permandian umum


Sekarang ini seluruh siswa siswi kelas 7 A sedang mengatur barang-barang mereka pada gapura yang sudah disediakan oleh pemilik permandian.


Setelah itu, mereka berkumpul di depan Pak Mauludin selaku guru olahraga. Beliau mulai menjelaskan dan mempraktikkan dasar-dasar dalam olahraga renang. Beliau juga langsung mengabsen mereka semua.


Setelah selesai, beliau memberikan kebebasan pada mereka untuk melakukan apapun yang mereka lakukan. Mau berenang, berendam atau duduk-duduk di gapura.


Para anak laki-laki segera pergi ke kolam renang. Mereka terlihat sangat bahagiah, ada yang berlomba menahan nafas, ada yang sedang asik berenang dan ada juga yang berlomba menyelam sampai ke dasar kolam.


Sedangkan anak perempuan hanya beberapa saja yang berada di kolam yang sama dengan anak laki-laki. Sebagiannya lagi berada di kolam kecil dan dangkal, mereka hanya memainkan air nya saja.


Dan ada juga yang hanya duduk sambil memakan pisang goreng anget. Itulah yang rendah dilakukan Reyna bersama Kiki, Lia, Keysa, Arsila dan Nadine. Mereka memilih memakan pisang goreng, daripada harus basah-basahan.


"Wih, pada makan pisgor nih. Boleh bagi dong" Ujar Farel


"Beli sendiri aja sana" Ujar Lia ketus


"Buset dah... Kebanyakan berteman sama si Reyna nih lu" ~Farel


"Woy! Jangan nuduh dong. Lagian yang dia bilang bener kok" Protes Reyna


Sedangkan Farel hanya memamerkan giginya dan memberikan tanda V pada Reyna. Farel terus merayu mereka agar ia diberikan apa yang dia mau. Bukan tak mampu beli, hanya saja dia malas untuk mengantri.


...----------------...


Mohon saran dan kritiknya semua🙏😊


Agar saya bisa memperbaiki tulisan saya ini


Terima kasih kepada pembaca yang sudah mampir untuk membaca hasil tulisan saya 🙏😊


💜💜💜💜💜💜💜