Complicated Love

Complicated Love
enam



RAFASYA PART


Makin hari makin nyaman chattingan, karena sudah berjalan sebulan evano dan Rafasya menjalin hubungan tanpa status, Rafasya sebagai wanita pasti meminta sebuah kepastian dari cowoknya dongggg,


Hari ini pulang sekolah seperti biasa evano menjemput Rafasya di sekolahnya, iya sejak mereka dekat evano sering anter jemput sekolahnya Rafasya,


Rafasya mulai melangkahkan kakinya menuju gerbang sekolah dan tak perlu tengok kanan dan kiri untuk mencari evano, dia sudah ada didepan gerbang sekolah dan berhenti tepat dihadapan Rafasya,


"Bang,kebiasaan banget, ngalangin jalan ihh"kaget Rafasya dengan nada manjanya


"Yaudahh cepetan naik"


Ketika Rafasya mendekati motor evano, evano menghentikan langkah Rafasya dengan menyodorkan helm, Rafasya hanya tersenyum dan ...


"Pakeinn"


Tak banyak bicara evano langsung memakaikan helm kepada rafasya,


"Bang aku mau maen"ucap Rafasya sembari mengangkat dagunya karena evano sedang mengunci helm yang ada di kepalanya


"Iya ayo naik"ucap lembut evano


Evano pun mulai menyalakan motornya dan mulai menjalankan motornya dengan hati hati,


Evano selain anak gunung dan hypabis dia juga orangnya baik, pehatian, lembut sama cewek, gak pernah ngomong kasar, bahkan kalo naik motor aja pelan banget dengan alasan takut Rafasya kenapa kenapa, dan kalo Rafasya pulang malem itu selalu dia buntutin dan dia pasti tau aja Rafasya pergi.


Rafasya mulai gak asing dengan arah jalan yang dilalui mereka berdua,


"Bang katanya mau main"memasang wajah kesal


"Iya Ra pulang dulu ganti baju dulu ijin kemamah takut mamah nyariin"


Rafasya yang tadinya bete langsung senyum gembira karena merasa beruntung mendapatkan cowok idamannya,


Sesampai dirumah Rafasya mereka turun dari motornya,


"Sana ganti baju dulu"ucap evano yang sibuk membenarkan posisi menaruh helem


"Gak pap nungguin nih?"tanya Rafasya


"Iya samahh gihh"


"Yaudahh aa masuk nunggunya didalem ada mamah"


Evano yang dituntun oleh Rafasya menuju arah masuk rumah Rafasya,


"Assalamualaikum"ucap Rafasya setelah membuka pintu


"Waalaikumsallam"jawab mariyam mamahnya Rafasya


Rafasya bersalaman dengan mamahnya dan diikuti oleh evano,


"Yaudah bentar ya bang aku ganti banju dulu"Rafasya yang meninggalkan evano dan mamahnya diruang tamu


"Duduk nakk"


"Iya Tante makasihh"evano yang langsung duduk


"Kamu evano bener nggak?"tanya mariyam yang menaruh kacamata dan ponselnya


"Iya Tante, kok tau ya?"ucap evano dengan gugup


"Gak usah keceng gitu ngomong sama mamahnya santuyy aja kalee" jawab seruu mariyam


"Iya Tante"jawab evano dengan senyuman yang masih gugup


"Mamah aja gak usah Tante ya, Rafasya sering curhat tentang kamu, makanya mamh tau nama kamu haha"


Obrolan makin panjang sang seruu, mungkin karena mariyam orangnya asik dan menyenangkan, tapi saat mereka tertawa menceritakan suatu hal yang lucu harus terhenti karena Rafasya telah keluar dari kamarnya


"Ayo bang"ajak Rafasya


"Ehh ehh ehh mau kemane lu"tanya mariyam dengan nada bercanda


"Jalan jalan Donggala anak mudaaa"jawab Rafasya dengan nada bercanda


"Mah aku ijin bawa Rafasya pergi keluar"


"Iya dahh bawa aja dia kagak guna molor terus dirumahh"


"Yee sewot amat yaudah pergi Yee assalamualaikum"pamit Rafasya yang diiringi cium tangan


Diikuti oleh evano yang mencium tangan mariyam dan menucapkan salam


"Waalaikumsallam hari hati Yee"


∆∆


Diperjalanan mereka belum membuka obrolan dan akhirnya Rafasya yang mengalah untuk bicara duluan,


"Bang sekarang kemana?"


"Pulang dulu ya dek evano bilang ke mamah dulu"


"Seriusan bang?"


"Iya kenapa gak mau ketemu mamah aku?"


"Ya mau banget"


Evano hanya tersenyum,


Setelah sampai rumah evano, Rafasya susah banget di ajak masuknya karena alasan malu, ya namanya cewek malu malu mau wkwk, karena evano sudah lelah dengan semua ini anjayyy haha maksudnya udah cape nerayunya akhirnya evano duduk di sebelah Rafasya tanpa bicara, Rafasya memperhatikan evano dengan wajah heran.


"Bang kok duduk disini, sok masuk entar keburu sore, gak papa aku tunggu sini"


Evano hanya terdiam dan menundukkan kepalanya tanpa bicara,


"Bang kenapa sih"


"Dek evano lagi sedih orang yang katanya sayang sama evano ternyata nggak beneran sayang"


"Maksud Abang siapa? Ada cewek lain bang selain adek?"


"Iya itu adek katanya sayang tapi kok gak nurut"


"Iya bang maaf ya adek udah bikin Abang sedih, adek nurutin kata Abang deh"


Akhirnya evano berhasil meluluhkan hati Rafasya hingga dia mau ikut masuk rumahnya,


Evano membuka pintu utama rumahnya dan menyuruh Rafasya duduk di sofa ruang tamu, lalu evano pergi tanpa pamit dulu, tak lama evano datang dengan wanita separuh baya,


"Mah kenalin cewek vano"ucap evano membuat jantung Rafasya berdetak dengan cepat,


"Ohh masyaallahh cantiknya"ucap regina yang mengelus kepala Rafasya yang sedang mencium tangannya


Rafasya hanya tersipu malu dengan perkataan mamahnya evano,


"Yaudah vano mau ganti baju dulu ya"


"Iya sana yang ganteng biar gak malu maluin"canda mamahnya


"Yaudah kamu duduk aja ya dulu maaf mamah gak bisa nemenin ngobrol soalnya lagi sibuk masak"kata regina dengan penuh sesal


"Mamah lagi masak apa?, Fasya boleh ikut?"


"Boleh, tapi kmu gak papa didapur itu gak asik sayang"


"Gak apapa mah Fasya seneng soalnya bisa belajar masah sedikit sedikit cari ilmu"


"Aduhh udah cantik dewasa lagi, yaudah yuk ikut mamah"


Rafasyapun ikut memasak dengan mamahnya evano, mereka masak sambil bertukar cerita, sungguh hangatnya mereka berbicara tentang hal yang tak perlu dibicarakan,


Tak lama evanopun nyamperin mereka berdua didapur,


"Wahh berisik banget kalian"


"Ehh vanoo tumben ya wangii biasanya mandi aja gak pernah"goda mamahnya


"Iss mamah suka malu maluin deh"ucap evano sembari menyenggolkan lengannya ke  tubuh regina yang tepat disebelahnya,


"Hehe yaudahh kalian makan dirumah aja mamah udah masakan ini, temenin mamah makan"


"Ayo sya duduk"perintah regina dengan manis


Setelah makan mereka berpamitan untuk pergi keluar rumah,


Seperti biasnya mereka ke taman kota untuk menenangkan diri agar ngobrolnya lebih enak juga wkwk


Ketika suasana sepi dan diantara mereka tidak ada topik obrolan, Rafasya menanyakan status hubungannya


"Bang, kita mau gini aja?"


"Gini gimana?"


"Aku pengen kayak orang bang punya tanggal jadian"


"Ngapain sih ngikutin orang yang belum tentu bahagia, sya kamu gak taukkan betapa sengsaranya mereka yang menuntut dan dituntut saat ada status"


"Jadi apa alasan abang menunda status kita?"


"Sya dengerin vano ya, vano hanya mengungkapkan bukan bertanya jadi vano gak butuh jawaban dari Fasya"


"Iya bang"


"Sya, tau nggak vano seneng banget bisa Deket sama Fasya seperti ini, fasya percayakan sama vano? Vano apa lagi percaya banget sama Fasya, Fasya gak usah berfikir vano cuma mainin doang, kita punya komitmen kan? Itu cukup bagi hubungan karena Belum tentu yang pacaran punya komitmen, sungguh vano sayang banget sama Fasya, vano gak mau kehilangan Fasya, tapi vano tau Fasya punya masa depan dan vano nggak mau merusak itu semua karena status percintaan dengan segudang masalah, vano akan buktiin stelah kamu lulusya sya Fasya cukup janji gak bakal ninggalin vano aja dan vano pastinya gak bakal ninggalin Fasya, "satu ciuman dikening fasya dengan tulus dari evano.


Membuat Rafasya tak berdaya dan hingga meneteskan air mata bahagia dan haru


∆∆


Sebulan kemudian, 2bulan menjalin hubungan walaupun tanpa status,


Hari ini hari Minggu, evano yang mendekati ujian nasional harus sibuk dengan ujiannya, tapi karena dia juga gak mau meninggalkan tugasnya yaitu membuat Rafasya bahagia, dia berinisiatif untuk mengajak Rafasya belajar bareng, anehh padahal Rafasya baru kelas XI ,


"Bang padahal-kan aku besok libur kenapa disuruh belajar sihh"tanya heran Rafasya yang sedari tadi mem-bulak balik halaman buku dengan males


"Belajar gak ada liburnya"jawab evano tanpa noleh yang sibuk dengan buku dan catatannya


"Iya juga sihh, yaudah dehh"Rafasya yang kembali membaca bukunya


Tak lama kemudian Rafasya menoleh kearah evano yang sibuk belajar, karena memperhatikan evano lebih membuat Rafasya tertarik diapun menutup bukunya dan kembali memperhatikan evano yang ada dihadapannya,


"Bang semangat ya belajarnya, jangan kebanyakan nonton tv atau main hp gakpapa kali ini aku diduain sama buku kamu kan nanti buat masa depan kita juga"


Evano hanya tersenyum sembari terus menulis materi yang akan dia hafalkan untuk ujian,


Tiba tiba bunyi nada dering handphone evano bunyi, dan Rafasya melihat nama kontak penelpon ternyata, Yulia mantan kekasih evano,


Evano yang menghentikan aktivitasnya dan menoleh kearah Rafasya langsung heran kenapa wajah rafsya langsung bete banget sambil meririh kesal kearah hpnya


"Siapa sya?"


"Gak tau"


Karena suara hpnya mati evano melanjutkan aktivitas nya, dan suara itupun berbunyi lagi ketika evano melihat hpnya yang tergeletak dimeja ternyata Yulia


'ada apa Yulia, kenapa sih dia selalu mengganggu ketenangan aku, kesian peri ku dia memasang wajah keselnya'


"Angkat aja Aya bilang gak usah ganggu hubungan kita, kamu berhak kok"printah evano yang langsung melanjutkan aktivitasnya.


Karena hpnya terus berbunyi dan Rafasya gak mau angkat telpon nya evano pun mengakatnya lalu leonspeaker,


"Hallo vann"


"Ada apa Yul"


"Aku kangen"


"Maaf aku sudah punya wanita jangan gangguin aku lagi ya"


Setelah mematikan teleponnya evano bergegas mengejar Rafasya yang baru saja pergi keluar caffe


"Sya tunggu"


"Lepasinn, denger ya mulai sekarang gak usah hubungin gua lagi atau chat gua lagii"


∆∆


Seminggu berlalu merasa hampa banget tanpa evano berasa sayur tanpa garam gambar bangett,


Rafasya yang terus terusan menelpon kenomer evano ternyata nggak aktif seminggu ini,


Memberanikan diri dia telepon ke nomer mamahnya evano


"Hallo mah vanonya ada?"


"Evano belum pulang sekolah, kenapa?, Lagi berantem ya?"


"Enggak kok mah"


"Masa evano kurung terus dan hpnya dititipin kemamah ditanya cuma jawab gak papa"


"Masa mah?"


"Iya sayang, yaudah nanti kalo vano pulang mamah bilang kamu nyariin"


"Gak usah mah makasih ya assalamualaikum"


"Waalaikumsallam"


Setelah 2jam Rafasya mendapatkan pesan dari evano


Sya


Abangg, fasya minta maaf


Gak usah dibahas


Evan rindu, emang adek gak rindu


Rindu banget


Yaudah sana belajar jangan


Maen hp Mulu,


∆∆


Sepulang sekolah ketika Rafasya keukeu sama Claudia mau ke warung belakang sekolah tiba tiba ada motor yang berhenti dihadapan mereka, seperti tak asing bagi mereka terutama Rafasya dengan spontan Rafasya langsung teriak kaget dan senang,


"ABANGGG"


Keukeu dan Claudia langsung memasang wajah sewotnya dan berkata


"Sialann vano gua kira anak Geng motor sebelah baru aja gua mau ngeluarin cerulit gua"ucap canda receh keukeu


"Anjirr serem amat emang lu bawa coba keluarin aja"jawab claudia dengan nada meledek


"Nih didalam perut gua semalem gua makan buat jaga jaga"keukeu yang memegang perutnya


"Kerenn juga lu ya keu"jawab Rafasya


"Haha yaudahh maaf ya, tapi aku mau minjem fasyanya boleh?"ucap evano


"Gak papa bawa aja Van gak dibutuhkan asal jaga baik baik"pesan Claudia


"Jangan dibikin nangis lagi"tambah kenanga


"Siapp "


Setelah hari itu evano dan Rafasya kembali bersama, harinya Rafasya kembali bahagia dan berwarna karena adanya evano dikehidupannya.


Tiga bulan kemudian, lima bulan menjalin hubungan tanpa status namun tak apa yang penting saling mencintai, namun rasa kecewa hadir ketika evano sudah berjanji mau malam mingguan bersama, malah evano mendadak membatalkan pertemuan mereka begitu saja tanpa penjelasan dengan jelas.


Karena Rafasya yang gak enak hati akhirnya Rafasya menelpon evano, namun Rut wajah Rafasya berubah menjadi kecewa karena yang mengangkatnya suara wanita yang tak asing


"Hallo ada apa, evano sedang bersamaku, yakin evano sayang sama kamu? Atau evano cuma menjadikanmu pelariannya karena belummoveon dariku"


Tanpa menjawabnya Rafasya langsung menutup teleponnya langsung ganti kartu.


∆∆


Nextt partt ya biar gak cape baca nya hehe ❤️❤️