Bringing Back, My Wife

Bringing Back, My Wife
BBMW BAB 94 - Pertunangan Alesha dan Arnold



Happy reading


...💕...


Malam hari.


Hari mulai menggelap, cahaya yang ada hanya dari banyaknya lampu-lampu yang menyinari seluruh kota.


Waktu yang ditunggu-tunggu oleh semua orang akhirnya tiba. Iring-iringan mobil dari keluarga Malik pun yang sudah sampai di depan pintu masuk gedung Malik Kingdom.


Dengan perasaan yang begitu gugup akhirnya Alesha pun ikut turun bersama keluarganya yang lain.


Langkah mereka semua yang hendak masuk ke dalam gedung dan menuju lantai 40 terhenti saat ada seseorang yang memanggil nama Agatha.


"Agatha!" panggil Edward.


Yang berada di urutan terakhir adalah Agatha, karena itulah namanya itu yang dia panggil.


Semua orang menoleh ke arah kedatangannya dan Agatha adalah orang yang tersenyum lebar saat melihat pria itu datang menghampiri.


"Abang datang," ucap Agatha saat Edward sudah bergabung bersama mereka.


"Tentu saja aku datang, ini salah satu acara penting di keluargamu."


"Juga acara penting bagi keluargamu." Ayah Adam menimpali hingga membuat senyum Edward semakin lebar.


Setelah saling tegur sapa di sana, akhirnya mereka semua masuk ke dalam gedung dan segera masuk ke dalam lift menuju lantai 40. Tidak berada dalam satu lift, mereka dibagi menjadi dua.


Agatha tentu ikut lift yang ada kekasihnya.


Di dalam sana, dia bersama dengan mbak Azura dan abang Julian, dan Ali.


Agatha dan Edward berdiri di posisi paling belakang mereka saling menggenggam tangan menyembunyikannya di balik tubuh keduanya.


Sesekali Edward menggelitik telapak tangan kekasihnya membuat Agatha mengulum senyum kemudian mencubit kekasihnya pelan.


Interaksi intim itu tentu saja mereka lakukan di belakang saudara-saudaranya yang lain.


Bahkan saat Ali menoleh kebelakang Agatha dengan cepat mengulum senyumnya.


Plak! Ali menjitak kepala Agatha hingga gadis cantik ini gaduh kesakitan.


"Senyum senyum!"


"Ish Alii," keluh Agatha.


Sampai akhirnya mereka semua tiba di lantai 40, segera masuk ke dalam ballroom yang sudah dihias dengan sangat cantik.


keluarga Malik duduk di sebelah kiri sementara keluarga Arnold duduk di sebelah kanan.


Serangkaian acara pun dilaksanakan dalam pertunangan Alesha dan Arnold malam itu. pengenalan antara kedua belah pihak keluarga hingga pengenalan sepasang kekasih yang akan ditunangkan.


Sampai akhirnya acara tukar cincin pun dilaksanakan.


Berdiri diantara kedua keluarga Arnold memasangkan cincin indah ke jari manis sang kekasih dan begitupun sebaliknya, hingga keduanya memakai cincin pertunangan yang begitu indah di jari mereka masing-masing.


Sebagai penutup nya Arnold mengecup sekilas kening Alesha. ciuman penuh kasih sayang dan kesungguhannya untuk selalu melindungi Alesha selamanya.


Semua orang mengucapkan syukur acara malam ini berjalan dengan begitu lancar.


Dan terakhir keluarga Malik mengadakan konferensi pers di ballroom itu juga.


Membagi kisah bahagia keluarga mereka kepada semua orang.


Hingga akhirnya semua rangkaian acara pun usai. Tepat jam 9.30 malam mereka semua bergegas untuk pulang.


Turun ke lobby bersama-sama.


Alesha tak henti-hentinya mengulum senyum. Apalagi saat acara tadi, Arnold memperkenalkan dirinya kepada semua teman-teman Arnold dengan percaya diri.


Bahkan berulang kali Arnold memuji dirinya di depan teman-teman wanitanya itu.


Arnold memang memiliki banyak teman bukan hanya teman masa kecilnya saja.


Karena mereka berjalan di urutan paling akhir, Arnold dengan berani memeluk pinggang sang tunangan.


Dan Alesha yang sedang bahagia bahagianya pun dengan senang hati bergelayut manja di tubuh pria ini.


"Iya, bahagia banget," jawab Alesha dengan mendesis. Keduanya terkekeh pelan, tidak ingin mencuri perhatian semua orang.


Sampai di lobby mobil mereka semua sudah menunggu di depan gedung ini. Arnold kukuh ingin mengantar tunangannya pulang.


Karena ini hari bahagia mereka, papa Agra pun mengizinkan.


Kini sepasang kekasih yang sudah resmi bertunangan itu masuk ke dalam mobil mereka. Mobil pun kemudian melaju keluar dari area gedung Malik kingdom, dikemudikan sendiri oleh Arnold.


"Jangan merasa terbebani dengan pertunangan kita ini. Aku tidak akan merenggut masa mudamu," ucap Arnola dengan menggenggam tangan sang kekasih, sementara tangan yang lain tetap setia memegang setir kemudi.


"Bagaimana Abang bisa tahu jika selama ini itu yang selalu aku cemaskan," tanya Alesha, dia duduk menghadap sang kekasih tidak melihat ke depan dan menatap jalanan.


"Tentu saja aku tahu, aku tahu semua tentang dirimu," jawab Arnold dengan sombongnya. Bahkan dia tersenyum smirk ketika mengatakan itu.


"Lain kali apapun yang menjadi kegundahan mu langsung katakan padaku, jangan disimpan sendiri. kamu tahu, saling terbuka satu sama lain juga akan menjadi kunci keberhasilan sebuah hubungan."


"Iya Bang," sahut Alesha patuh.


Saat mobil mereka berhenti di lampu merah, Alesha memeluk dengan sayang lengan sang tunangan.


Dan Arnold pun mencium keningnya sejenak.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari berlalu.


Pagi itu juga Edward akan kembali ke Singapura. karena Agatha tidak memiliki kelas dia pun mengantar kepergian sang kekasih hingga sampai ke bandara.


Biasanya Edward akan menggunakan taksi menuju bandara, namun kini ia menggunakan mobil dari keluarga Malik.


Satu mobil untuk dia naiki bersama Agatha sedangkan satunya lagi mobil yang berisi sopir dan dua penjaga.


"Tumben kamu bisa mengantar ku?" tanya Edward, dia senang kekasihnya memiliki waktu untuknya, namun tetap saja, rasanya kurang lengkap jika tidak menggoda sang kekasih.


Membuat Agatha kesal adalah hobi baru Edward kini. Karena wajah kesal Agatha terlihat begitu lucu dimatanya.


"Kan sudah ku bilang, aku kuliahnya siang, pagi kosong," jawab Agatha apa adanya. Semalam dia sudah memberi tahu tentang itu pada kekasihnya tapi kini malah dipertanyakan lagi.


"Hem, aku masih aneh saja, biasakan kamu sibuk terus. Selalu aku saja coba menemui kamu, tapi kamu tidak pernah berusaha untuk menemui aku," tuntut Edward, ingin sebuah keadilan, bahwa dia pun ingin melihat Agatha yang menunjukkan cintanya secara terang-terangan.


"Ihh abang, kok bilangnya gitu sih, apa abang mau aku ke Singapura?"


Mendengar itu Edward mengulum senyumnya, tentu saja dia mau, tapi tidak mungkin ayah Adam akan menginginkannya.


"Tidak, kamu tidak perlu ke Singapura, aku mana tega melihat mu kulu kilir, biar aku saja yang selalu pergi."


Agatha murung, mendadak hatinya sedih ketika mendengar itu. Merasa dia sungguh egois, diantara mereka hanya abang Edward yang selalu berusaha untuk membuat mereka bertemu.


Sementara dia?


"Abang jangan bilang begitu, doakan saja aku cepat wisuda, lalu setelah itu kita bisa menikah," jawab Agatha dengan wajahnya yang masih sedih.


"Janji ya kamu akan menikah denganku?"


"Iya, abang sudah berkorban banyak untuk hubungan kita. Mana mungkin aku berkhianat."


"Awas kalau kamu bohong."


"Enggak!"


Saat lampu merah, Agatha langsung memeluk tubuh kekasihnya, memeluk erat seolah ingin abang Edward tahu jika cintanya pun begitu banyak untuk pria ini.


Dan Edward pun membalas pelukan itu, lalu membuat sedikit jarak dan melumaat bibir sang kekasih.


...💕...


Nanti 1 bab lagi y 🤣