
Happy reading
...💕...
Seminggu berlalu.
Dan sudah begitu banyak hal yang terjadi.
Ayah Adam beserta para orang tua sudah kembali dari Tanggerang.
Ben dan Fhia pun sudah mulai tinggal di Jakarta. Di rumah pemberian Ayah Adam sebagai kado pernikahan mereka berdua.
Azam dan Bella pun sudah mendapatkan lampu hijau untuk melakukan hubungan suami dan istri. Azzam bersorak kegirangan, bahkan berulang kali menciumi pipi sang istri saking bahagianya.
Persiapan pertunagan Arnold dan Alesha pun sudah selesai hingga 100 persen. Nanti malam pertunangan itu akan diadakan, di lantai 40 gedung Malik Kingdom.
Pagi ini Alesha berulang kali kulu kilir mengitari kamarnya. rasanya gugup juga untuk menghadapi acara nanti malam.
Agatha yang semalam memutuskan untuk menginap di rumah Alesha pun pusing sendiri melihat tingkah sepupunya itu.
"Apa yang kamu takutkan? Sampai gugup seperti itu," tanya Agatha, dia duduk bersila kaki di atas ranjang sambil memperhatikan Alesha yang masih belum berhenti juga, masih kesana kemari tidak jelas dengan raut wajahnya yang nampak cemas.
"Aku takut saja nanti teman-teman Abang Arnold akan menatapku sebelah mata, apalagi teman-teman wanitanya mereka pasti melihatku aneh. Kamu Ingatkan beberapa wanita yang kita lihat bersama abang Arnold di kafe saat itu? mereka cantik-cantik, dewasa dan seksi, sementara aku? Hii hanya membayangkannya saja aku merasa tidak percaya diri."
Agatha mangguk-mangguk, gara-gara mendengarkan alasan Alesha itu dia jadi teringat akan kisahnya sendiri. Bagaimana jika dia pun mengalami Apa yang dirasakan oleh alesha saat ini, merasa tidak percaya diri di antara teman-teman Abang Edward di Singapura sana.
Hii! Agatha bergidik ternyata hanya membayangkan saja sudah membuatnya merasa takut juga.
"Berarti kamu harus lebih seksi daripada wanita-wanita itu!" saran Agatha yang terdengar begitu nyeleneh di telinga Alesha.
"Kalau kamu malu terlihat seksi di keramaian, lebih baik kamu terlihat seksi saat menemui Abang Arnold berdua saja. Tunjukkan bahwa kamu bisa seksi juga seperti teman-teman wanita Abang Arnold itu."
Nah, ucapan Agatha yang kali ini sedikit masuk akal bagi Alesha. Tapi tetap saja rasanya begitu rancu untuk memakai pakaian seksi di hadapan seorang pria, meskipun itu abang Arnold sekaligus.
"Apalagi saat nanti kamu sudah menjadi tunangan abang Arnold, kamu harus sebisa mungkin menjaga hubungan kalian agar tetap harmonis. Jangan sampai ada orang ketiga diantara Kalian ..."
"Aku sudah tidak merasa cemas tentang hubunganku dengan abang Edward, soalnya aku sudah punya cara untuk membuat hubungan kami jadi semakin harmonis dan romantis." Timpal Agatha lagi yang hari ini begitu banyak bicara, saat mengucapkan itu dia pun menunjukkan wajahnya yang malu-malu lengkap dengan kedua pipinya yang merona.
"Apa?" tanya Alesha penasaran. menatap secara intens pada sang sepupu.
"Raha ... sia! hahahaha!" Agatha tergelak, bahkan sampai memegangi perutnya yang terasa sakit. Dia masih ingat betul kalau abang Edward memintanya untuk tidak memberitahukan kepada siapapun tentang ciuman perpisahan mereka, ciuman dalam dengan saling mendekap erat.
"Hih!" kesal Alesha, dia mengambil bantal guling dan memukuli tubuh sepupunya ini.
Dan tawa Agatha pun makin keras terdengar. Sampai keduanya merasa lelah dan akhirnya terdiam berbaring di atas ranjang.
"Abang Edward datang kesini atau tidak?" tanya Alesha, seingatnya Abang Arnold sudah mengundang pria Singapura itu. tapi entah Abang edward bisa datang atau tidak.
"Katanya sih Insya Allah datang tapi aku juga tidak bisa memastikannya," balas Agatha.
Mama Sarah pun masuk ke dalam dan ikut bergabung dengan kedua anak gadisnya.
"Mama tidak menyangka secepat ini Alesha akan bertunangan, tidak menyangka lagi bahwa calonnya adalah Abang Arnold," ucap Mama Sarah dengan senyum di bibirnya.
Alesha pun berpikir sama, dia juga tidak menyangka jika orang yang akan ada di hidupnya adalah Abang Arnold, seseorang yang selama ini memang sudah mereka kenal. Namun tidak terbersit sedikitpun di pikiran mereka bahwa akan ada hubungan spesial ini.
"Tapi begitulah jodoh, Allah bisa mengatur semuanya dengan caranya sendiri," Timpal Mama Sarah pula.
"Lebih tidak menyangka lagi Agatha, Bagaimana bisa gadis kecil Mama ini mendapatkan seorang pangeran dari Singapura," ucap Mama Sarah, Alesha terkekeh sementara Agatha mencebikkan bibirnya.
Setelah itu mama Sarah mengatakan Jika dia cukup bersedih jika anak-anaknya mulai memiliki kehidupan sendiri. Bahkan nanti setelah menikah Alesha akan ikut suaminya juga Agatha akan dibawa oleh suaminya pergi.
Mendengar itu Alesha dan Agatha mendadak sedih, sungguh mereka tidak ingin berpisah dengan kedua orang tua mereka. Rasanya ingin seperti mbak Azura dan abang Julian yang tetap tinggal bersama ayah Adam dan ibu Haura.
"Tidak bisakah kita tinggal di mension bersama-sama?" tawar Agatha, meski pernikahan masih jauh di depan sana namun jika membayangkan akan berpisah dengan kedua orang tuanya sudah berhasil membuat dia bersedih.
Mama Sarah tersenyum dan mengelus bahu Agatha juga alesha secara bergilir.
"Memang begitulah kodratnya seorang wanita sayang, Mama juga berpisah dengan kedua orangtua mama dan ikut dengan papa Agra." jelas Mama Sarah.
"Bagi seorang ibu disaat anak-anaknya tidak lagi bersama mereka, maka Hanya doa anak itulah yang bisa membuat ibunya terus berada dalam lindungan Allah, tetap merasa bahagia meskipun anak-anaknya pergi."
Alesha dan Agatha langsung memeluk Mama Sarah saat itu juga.
"Tapi Mbak Azura masih tinggal di mension setelah menikah, yang pergi malah Abang Azam. harusnya abang Azam yang tinggal di Mansion kan? lalu Mbak Azura ikut dengan dengan Abang Julian?" tanya Agatha lagi, masih dengan memeluk Mama Sarah.
dan mendengar jawaban itu Mama Sarah pun tersenyum lebih dulu sebelum akhirnya menjawab ...
"Nanti abang Azam juga pasti akan kembali ke mansion bersama Mbak Bella, tapi sekarang mereka membutuhkan waktu berdua lebih banyak, karena sebelumnya ada masalah yang kalian sudah tahu apa masalahnya itu," jelas Mama Sarah.
Agatha dan Alesha pun menganggukkan kepalanya mulai memahami situasi.
"Padahal kan kalian nikahnya masih lama ya kenapa kita sedih-sedihnya sekarang?" tanya Mama Sarah dengan melerai pelukan di antara mereka bertiga.
"Kan Mama duluan yang bahas," keluh Alesha dengan bibir mencebik, setelah berhasil membuatnya merasa bersedih kini Mama Sarah malah bersikap seolah Bukan dia pelakunya.
Mama Sarah terkekeh, kemudian mengatakan tujuan dia sebenarnya mendatangi anak-anak.
Bahwa ayah Adam dan ibu Haura, acil Aida dan amang Yuda sudah berada di rumah ini, termasuk Ali juga. Sementara mbak Azura dan abang Julian tetap tinggal di mansion. Nanti mereka semua akan bersiap-siap menuju gedung Malik yang dari rumah papa Agra.
Setelah mama Sarah mengatakan tentang itu, mereka bertiga lantas keluar dari dalam kamar dan turun ke lantai 1 untuk menemui keluarga besarnya.
...💕...
Jangan lupa like dan komen ya 💕