Bringing Back, My Wife

Bringing Back, My Wife
BBMW BAB 82 - Dewasa Datang Tiba-Tiba



Happy reading 💕


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi datang.


Dan semua keluarga Malik mulai bersiap untuk kepergian nya menuju Tangerang.


Azzam, Bella dan Edward pun akan lebih dulu datang ke mansion Ayah Adam, Lalu nanti bersama-sama menuju Tanggerang dari sana.


Papa Agra, Mama Sarah dan Alesha juga akan lebih dulu datang ke Mansion Ayah Adam.


Juga arnold yang menyusul ke Mansion ayah ada pula.


Hingga akhirnya semua orang berkumpul di mansion ini. Mereka semua akan pergi menggunakan mobil yang tersedia di garasi mansion ayah Adam. 10 mobil yang berjalan beriringan.


Arnold menarik Alesha untuk duduk di mobil yang sama dengannya dan Edward pun melakukan hal yang sama, menarik Agatha untuk semobil dengannya saja.


Ayah Adam dan papa Agra mengizinkan, hanya Azam yang menatap tajam pada kedua pria itu. Tapi tatapan Azam tidak dipedulikan, Arnold malah menjulurkan lidahnya pada calon kakak ipar.


Membuat Bella dan Azura dan Julian terkekeh. Lalu akhirnya masuk ke mobil mereka masing-masing.


"Abang, yang sopan dengan abang Azam, dia itu abangku!" keluh Alesha pada sang calon tunangan. Azam adalah salah satu orang yang dihormati oleh Alesha.


Arnold tidak langsung menjawab, Dia malah terkekeh hingga memegangi perutnya yang sakit.


"Maaf sayang, aku hanya main-main saja, aku tahu Azzam akan menerima hubungan kita hanya saja dia butuh waktu untuk berdamai dengan dirinya sendiri," jelas Arnold.


Dan Alesha tidak bisa menjawab apa-apa.


Di mobil yang lain, Agatha menundukkan kepalanya saat dia dan Edward sudah duduk di kursi penumpang dan menutup pintunya rapat.


Agatha sungguh merasa malu saat dia menunjukkan kebersamaan nya dengan Edward kepada seluruh anggota keluarga, apalagi kepada ayah Adam dan ibu Haura. Agatha masih merasa dia belum pantas untuk memiliki hubungan seperti ini.


"Kamu kenapa? kenapa malah menunduk? kamu tidak ingin melihatku? kita sudah lama tidak bertemu," ucap Edward lengkap dengan pertanyaannya yang bertubi.


Dan mendapati semua pertanyaan itu Agatha malah semakin menundukkan kepalanya, dia bahkan meremati kedua tangannya yang sudah penuh dengan keringat dingin.


Rasanya semakin malu untuk mengatakan jika saat ini dia sedang malu.


Edward bisa melihat dengan jelas, kedua pipi Agatha yang terlihat semakin merah, merona.


Hal itu membuat Edward mengulum senyumnya.


"Kenapa? kamu malu saat aku menarikmu di hadapan ayah Adam dan ibu Haura?"


Agatha menganggukkan kepalanya kecil.


"Kerena itu kita harus segera menikah agar kamu tidak malu lagi."


Plak! dengan segera Agatha langsung memukul dengan Edward.


"Bagaimana mau menikah? kuliah saja belum selesai."


"Banyak juga orang yang menikah saat dia masih kuliah."


"Abang jangan bilang begitu, Aku juga ingin membahagiakan ayah Adam dan ibu Haura dengan pencapaian ku sendiri, sebelum nanti aku menikah dan ikut suamiku pergi."


Edward tercengang, tidak menyangka jika gadisnya bisa bicara bijak seperti itu. Agatha memang masih menjadi misteri baginya, terkadang begitu polos dan terkadang seperti saat ini dewasa yang datang tiba-tiba. Namun hal itu membuat Edward semakin mencintai sang kekasih.


"Maafkan aku," ucap Edward, dia mengelus pipi Agatha, lalu menyelipkan beberapa rambut sang kekasih di belakang telinga.


Edward tidak sadar jika tindakannya membuat wajah Agatha terasa panas, darahnya mendidih.


"Abaang," ucap Agatha dan menurunkan tangan Edward.


Lagi-lagi Edward mengulum senyumnya, lupa jika sang kekasih begitu sensitif.


Semua mobil mulai melaju, menuju Tanggerang.


Di dalam hati semua orang, mereka mengucapkan satu kata, Bismilah.


...💕💕💕...


Jangan lupa like dan komen 😈