
Tujuan pertama Azam dan Bella adalah mansion ayah Adam. Di sana mereka akan menyampaikan kabar bahagia ini, tentang kehamilan Bella.
Juga kemungkinan Bella akan hamil anak kembar.
Dengan antusias dan tidak sabaran, Bella dan Azam mulai turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah. Di sambut hormat oleh para pelayan dan mereka pun membalas tak kalah ramah.
"Dimana ayah dan ibu?" tanya Azam pada salah satu pelayan.
"Tuan dan Nyonya baru saja masuk ke kamar mereka Tuan," jawab pelayan itu. Saat ini menjelang waktu shalat Zuhur, ayah dan ibunya pasti bersiap untuk menyambut itu dan kelak shalat berjamaah.
"Aku akan ke kamar mereka dulu."
"Aku ikut," sahut Bella cepat.
Namun belum sempat kaki mereka melangkah, Acil Aida sudah lebih dulu memanggil mereka dari arah dapur.
Bella pun lantas berlari dan memeluk acilnya erat. Acil Aida adalah orang pertama yang tahu kabar bahagia ini. Tanpa menunggu lama Bella langsung mengatakan kepada Acil Aida bahwa saat ini dia hamil. Lalu bulan depan kembali memeriksakan diri, karena kemungkinan Bella akan hamil anak kembar.
Acil Aida pun memeluk Bella erat, bahkan menciumi wajah Bella seolah ini Arra kecil.
"Dulu kamu kecil sekali dan sekarang sudah mengandung anak kecil," ucap Acil, ia sungguh bersyukur akan berita bahagia ini. Semakin banyak keluarga Malik maka makin lengkap lah keluarga mereka.
Berisik suara Bella dan Acil sampai menarik perhatian Azura dan Julian yang berada juga berada di mansion. Mereka turun ke lantai 1 untuk mengambil beberapa buah, Julian dan Azura masih libur menikmati rasanya jadi pengantin baru.
Namun siapa sangka malah ada Azam dan Bella disini.
"Bella!" panggil Azura, hingga semua orang menoleh kearahnya.
"Kamu hamil?" tanya Azura pula saat ia dan sang suami sudah bergabung dengan yang lain.
Dan Bella pun menganggukkan kepalanya antusias sebagai jawaban.
Saking bahagianya, Azura sampai sedikit menjerit dan memeluk Bella. Lalu keduanya saling berpelukan sambil berputar-putar, mirip seperti teletubies.
Julian dan Azam saling pandang, jadi ingat masa kecil mereka dulu. Tiap kali merasa bahagia, Bella dan Azura akan saling memeluk seperti ini.
Ternyata waktu berjalan begitu cepat dan sudah banyak hal yang berubah. Kini bahkan Julian dan Azura sudah menikah, bahkan Bella dan Azam akan segera memiliki anak.
Tentu saja mereka semua sangat mensyukuri ini.
Tak lama setelahnya, mereka baru bertemu dengan ayah Adam dan ibu Haura. Amang Yuda sedang pergi bekerja, juga Agatha, Alesha dan Alghazali yang masih kuliah.
Di ruang keluarga mereka semua berkumpul. Ibu Haura terus menggenggam erat tangan Bella, menantu yang sudah ia anggap sebagai anak kini telah hamil.
Ayah Adam pun sama bersyukurnya seperti ibu Haura. Kehamilan Bella ini adalah penguat untuk rumah tangga kedua anaknya.
"Bella sebentar lagi akan menjadi seorang ibu, dan Azam menjadi seorang ayah."
Semua orang terdiam, mendengarkan dengan seksama.
"Kedewasaan kalian akan terbentuk dengan sendirinya, bagaimana menyikapi banyak hal dengan pikiran yang lebih matang. Tidak lagi bertindak atas keinginan sendiri, namun juga demi anak dan keluarga," jelas Adam.
Bella sedikit menunduk, ada air mata bening yang mengalir di matanya. Tiap kali para orang tua memberinya petuah seperti ini membuat hatinya terenyuh.
Bukan karena marah dan tidak ingin di nasehati, tapi sangat bersyukur dan merasa begitu disayangi. Hingga apapun yang ia lakukan, para orang tua tidak ingin ia salah.
Azam pun demikian, banyak hal yang sudah ia pelajari dari sang ayah. Bagaimana kini ayahnya bisa begitu sukses dalam dunia kerjanya juga keluarga.
Ayah Adam selalu memperlakukan ibu Haura sebagai ratu di hidupnya juga mementingkan anak-anaknya dari semua urusan.
Rumah tangga yang bahagia membuat semua pekerjaan pun lebih mudah untuk di jalani.
Susana haru penuh syukur begitu kental terasa di sana. Sampai akhirnya adzan Zuhur pun berkumandang.
Mereka semua bangkit dan shalat zuhur berjamaah di mushola yang tersedia di rumah ini.
Dan di imami oleh sang menantu laki-laki di keluarga Malik, Julian.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Selesai dari mansion ayah Adam, kini Azam dan Bella mendatangi rumah papa Agra dan mama Sarah.
Di sana mama Sarah bahkan sampai menangis saking bahagianya. Tidak menyangka gadis manja yang dia besarkan kini akan menjadi seorang ibu.
"Di jaga kandungan mu, bila perlu pakai jasa dokter Gizi, dia yang akan menentukan makananmu selama hamil."
"Mama," keluh Bella, yang merasa itu sangat berlebihan.
"Ini adalah cucu pertama mama, tentu mama harus memberikan yang terbaik untuk dia, mama akan bicarakan ini dengan ibu Haura," putus mama Sarah dan Bella tidak bisa menjawab apa-apa lagi.
Papa Agra pun hanya terkekeh, menatap penuh syukur pada kedua wanita itu.
Lalu menepuk pundak Azam dan mengucapkan selamat.
"Selamat," ucap papa Agra dan Azam menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
Semua orang tersenyum menyambut kehadiran si jabang bayi.