Bringing Back, My Wife

Bringing Back, My Wife
BBMW BAB 85 - Makan Malam Keluarga



Happy reading


...💕...


Sehabis salat magrib, mereka semua memutuskan untuk makan malam di restoran hotel itu.


Memilih ruangan VVIP sehingga bisa menampung mereka semua dalam satu meja. Ayah Adam dan ibu Haura, papa Agra dan mama Sarah, amang Yuda dan acil Aida, Agatha, Alesha, dan Ali, Azam dan Bella, Julian dan Azura, Arnold dan Edward.


15 orang keluarga besar Malik, semoga tidak ada yang terlewat 🤣


Di ruangan itu bukan hanya tersedia meja makan yang besar, namun juga terdapat beberapa kursi yang bisa mereka gunakan untuk bersantai.



Pukul 7 malam tepat mereka semua sudah berkumpul di ruangan ini, duduk di kursi masing-masing dan menunggu beberapa pelayan menyiapkan hidangan makan malam mereka.


Duduk berdasarkan pasangannya masing-masing, menyisakan beberapa kursi kosong di sana.


Azzam yang sedang fokus melayani sang istri mulai acuh kepada hubungan Agatha dan Edward, juga Arnold dan Alesha. tidak lagi muncul sikap posesif nya kepada kedua adik perempuan.


Hingga tak berselang lama kemudian semua hidangan tersaji di atas meja dan makan malam pun dimulai. Ayah Adam memimpin untuk membacakan doa.


Makan malam kali ini terasa begitu lengkap dan menyempurnakan keluarga Malik. Di sela-sela mereka sedang makan bersama, tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka, Ben datang untuk menyapa mereka semua.


Dan berakhir Ben yang juga ikut makan malam bersama dengan mereka.


"Fhia sudah tidak boleh keluar ya?" tanya Bella pada asisten pribadi suaminya itu, yang juga kini sudah jadi sahabatnya. Ben tidak menjawab dengan kata-kata, dia hanya menganggukkan kepala dengan bibirnya yang tersenyum.


"Sabar," timpal ayah Adam hingga membuat semua orang terkekeh. Lalu buru-buru diam karena takut tersedak makanan.


"Semua anak-anak kita sudah memiliki pasangan hanya Ali yang belum." Kini giliran acil Aida yang buka suara, saat melihat anaknya yang tidak memiliki pasangan.


"Ali memang tidak memiliki pasangan tapi di kampus ceweknya banyak," sahut Agatha yang keceplosan. antara dia alesha dan Ali sudah sepakat untuk tidak saling membocorkan rahasia mereka yang terjadi di kampus. tapi mulut Agatha berucap otomatis lupa dengan semua kesepakatan yang Sudah mereka buat.


"Ha? benar seperti itu Ali?" tanya sang ayah, amang Yuda.


Dan Ali hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Sementara Alesha langsung menatap Agatha dengan matanya yang mendelik, dan melihat tatapan mengerikan itu akhirnya Agatha sadar jika dia salah. mendadak takut Agatha langsung mencengkram kuat paha Edward yang ada di sampingnya.


Seketika Edward berjangkit, merasa terkejut dan menegang sekaligus.


Astaga, batin Edward yang sungguh tidak menduga jika Agatha se frontal ini. Nyaris saja tangan kecil itu menyentuh sesuatu yang berharga miliknya.


Edward dengan segera menyentuh tangan itu dan menggenggamnya erat. Lebih baik dia menggenggam seperti ini dari pada Agatha menggenggam yang lain. Edward tahu jika kekasihnya pasti tengah gugup dan rasa bersalah atas kalimat yang diucapkannya barusan.


"Tidak Yah, Mana berani aku mempermainkan wanita. Karena aku sangat menyayangi Bunda Aida, ibu Haura dan mama Sarah," jawab Ali yang paling pintar memainkan kata.


Cap playboy sudah mendarah daging pada dirinya semasa sekolah dan kuliah. Sebenarnya Ali tidak memacari gadis gadis itu, hanya memberikan hubungan tanpa status berkedok teman.


"Bagus kalau seperti itu, laki-laki itu yang dipegang omongannya, jadi jangan sembarang menebar janji dan kata-kata manis."


Setelahnya Ali melirik tajam kepada Agatha, yang dilirik semakin menunduk dan menggenggam erat tangan sang kekasih dan Edward senang-senang saja, karena di bawah meja tangan mereka bertautan.


Selesai makan malam , Azam dan Bella pamit lebih dulu untuk kembali ke kamar mereka. Julian dan Azzura juga pamit untuk menikmati suasana malam di Kota Tangerang. Sedangkan Ben juga pamit untuk pulang, beristirahat penuh mempersiapkan diri untuk pernikahannya besok.


Dua pasangan yang belum menikah dan Ali memilih untuk tetap duduk di meja makan sementara para orang tua pindah ke kursi sofa yang tersedia di sana.


Ali dengan segera pindah posisi duduk hingga berada persis di sebelah Agatha. Dengan gemas Ali mencubit lengan sepupunya ini hingga membuat Agatha gaduh kesakitan dan mencoba mengadu kepada sang kekasih.


Tapi Edward hanya terkekeh, memang salahnya sendiri asal bicara ceplas-ceplos.


"Aku kan Lupa Li, Maafkan Aku," pinta Agatha sungguh-sungguh, dia bahkan mengatupkan kedua tangannya di depan dada dan memasang wajah memelas.


"Jangan memasang wajah seperti itu, aku jadi gemes sendiri." Edward yang menanggapi membuat Ali mendengus kesal. Di saat dia sedang kesal sempat-sempatnya Abang Ed malah merayu Agatha.


"Ish Abang! aku kan sedang meminta maaf kepada Ali, bukan berbicara dengan Abang," keluh Agatha yang semakin membuatnya terlihat menggemaskan di mata seorang pemuda yang sedang jatuh cinta ini.


Ali menggaruk kepalanya dengan kesal melihat kedua orang lain. Namun dia masih setia duduk di sana, menikmati makanan penutup sebelum kembali ke kamar.


Sedangkan Arnold dan Alesha sibuk sendiri dengan pembicaraan mereka. Membahas tentang acara pertunangan mereka nanti.


Arnold ingin Alesha memberitahu semua teman-temannya jika dia sudah bertunangan. Dan Alesha menyetujui itu dengan syarat Arnold juga melakukan hal yang sama, memberitahu semua teman-temannya jika dia sudah bertunangan dengan Alesha Malik.


"Tentu saja, aku bahkan memberitahu dunia jika Alesha Malik adalah tunanganku," jawab Arnold dengan percaya diri.


Alesha mencebik, karena jawaban abang Arnold lebih terdengar seperti sebuah bualan.


"Percaya padaku," ucap Arnold yang mulai bicara serius, dan Alesha selalu luluh pada tatapan itu.


"Iya Bang," jawab Alesha patuh.


Kedekatan Agatha dan Edward juga Arnold dan Alesha tak lepas dari perhatian kedua orangtua mereka.


Ada rasa bahagia dan juga perasaan takut yang datang sekaligus. mereka juga merasa was-was ketika sampai hubungan anak-anak mereka tidak berhasil.


Meski sudah menyerahkan semuanya kepada Allah, tapi tetap saja apa yang mereka rasa dihati tak bisa ditutupi.


Saat Jam sudah menunjukkan pukul 8.30 malam mereka semua memutuskan untuk kembali ke dalam kamar.


Arnold dan Edward pun tertib, mereka juga segera masuk ke dalam kamar tanpa mengusik Alesha dan Agatha.


Tapi Ali tidak langsung masuk ke dalam kamar. Dia berniat menyusul Abang Julian dan Mbak Azura yang sedang berada di alun-alun kota, taman elektrik.



Sebelum keluar dari ruangan makan malam, Ali sudah menghubungi kakak iparnya, Abang Julian mengatakan jika saat ini dia dengan sang istri sedang memandangi indahnya lampu-lampu di sana juga menikmati kuliner yang berada di sekitar Taman.


...💕💕...


Jangan lupa like dan komen ya, vote juga, nanti sore aku up lagi, seminggu ke depan, aku bakal usahain up sehari 3 kali.. Semoga kalian gk bosen dan terus kasih komen sebanyak-banyaknya 😄