
Saat jam 5 sore, Agatha dan Alesha sudah diperbolehkan pulang oleh Arnold. Tapi keadaan di cafe sedang ramai-ramainya membuat kedua gadis itu merasa tidak enak hati untuk pulang lebih dulu.
Karena biasanya semakin malam cafe memang akan semakin ramai pengunjung.
"Ayo cepat sana pulang, tunggu apa lagi?" tanya Arnold pada kedua gadis yang menghentinkan langkahnya di ujung tangga lantai 2.
"Tapi Om_"
" Jangan panggil aku Om, panggil aku lagi dengan sebutan Abang!" kesal Arnold, ia bahkan mendelik menatap Alesha yang baru saja memanggilnya om.
Sementara Agatha memilih menunduk, pura-pura tidak tahu dengan kekesalan Arnold.
"Kalian mau pulang atau tidak?"
"Abang pulang apa enggak?" tanya Alesha pula.
"Tidak, tapi abang tidak disini lagi, abang mau ke Bar," jawab Arnold apa adanya, tiap malam jadwalnya memang bukan di kafe lagi melainkan di Bar. Bar yang dulu sempat ditinggali oleh Azzam.
"Tapi kami mau pulang nggak enak sama yang lain Bang, kami kan cuma anak magang," cicit Alesha, sejak kecil Alesha dan Agatha sudah dididik untuk diperlakukan sama seperti yang lainnya meskipun derajat mereka lebih tinggi dibanding yang lain.
Kedua orang tua mereka selalu mengatakan bahwa setiap manusia itu sama, yang membedakan hanyalah iman dan amal baik kita dihadapan Allah.
Dan kini mereka seperti dihadapkan dalam pilihan itu. Tetap tinggal bersama karyawan lain yang masih tersisa atau pulang lebih dulu.
Alesha dan Agatha saling senggol lengan, meminta salah satunya untuk mengambil keputusan.
Dan Arnold yang melihat itu malah tergelak dengan begitu besar, Alesa dan Agatha benar-benar terlihat lucu di matanya.
"Terserah kalian lah mau pulang atau tidak, yang jelas sekarang Abang pergi."
Setelah mengatakan itu Arnold benar-benar pergi meninggalkan kedua gadis yang sedang bingung itu.
"Bagaimana ini Lesha? kita pulang atau tidak?" tanya Agatha mulai was-was.
"Ya sudah tidak usah pulang, kita ikut melayani pengunjung saja," putus Alesha.
Dan keputusan Alesha itu membuat Cafe Arnold malam ini jadi gempar.
Pasalnya kedua Tuan Putri keluarga Malik malam ini menjadi pelayan disini. Memakai celemek khusus pelayan, membawa nampan dan mengantarkan makanan setiap meja.
Bukan hanya trending di dunia maya beberapa wartawan pun merekam secara langsung kejadian langka itu.
Dan akibatnya masyarakat di Indonesia makin menyukai kesederhanaan keluarga Malik. Agatha dan Alesha yang sejatinya sudah menjadi idola bagi kaum muda, kini makin dipuja-puja oleh para penggemarnya.
Berita heboh itu pertama kali diketahui oleh Bella. Bella pun sangat terkejut Arnold memperlakukan kedua adiknya seperti ini. Dia sungguh tidak menyangka jika Arnold akan benar-benar menjadikan Alesha dan Agatha pelayan di kafe nya.
Foto-foto Alesha dan Agatha yang menjadi pelayan sudah menyebar di seluruh sosial media.
Tidak ingin berita semakin menyebar luas, Bela dengan segera menghubungi sang suami.
Azzam yang sedang di dalam perjalanan hendak pulang pun untungnya langsung mengangkat panggilan telepon dari sang istri.
Dan Bella langsung menjelaskan huru-hara yang terjadi di media sosial. Azzam sama terkejutnya seperti Bella tadi. Siang tadi dia lihat dengan mata kepala sendiri jika Arnold benar-benar mengajari adik-adiknya tentang manajemen tidak menyangka jika sore ini berubah jadi pelayan.
Selesai Bella bercerita Azzam langsung memutuskan sambungan telepon itu. Buru-buru dia menghubungi Arnold dan Arnold yang sedang dalam perjalanan menuju Bar pun untungnya menjawab panggilan Azam.
"Bercanda mu keterlaluan, Kenapa menjadikan Alesha dan Agatha pelayan di kafe mu?"
"Hah? Siapa yang menjadikan mereka pelayan? aku menyuruh mereka pulang," jawab Arnold dengan tidak terima.
akhirnya Azzam menceritakan semua cerita yang dia tahu dan Arnold pun mengatakan semua yang terjadi.
"Adik-adikmu itu memang ajaib, kurasa mereka seperti itu karena tidak enak dengan pelayan yang lain," jelas Arnold dan Azam pun menyetujuinya.
Akhirnya Azzam dan Arnold sepakat untuk memutar kemudi dan sama-sama menuju ke Cafe menjemput Agatha dan alesha untuk ditariknya pulang.
15 menit dalam perjalanan akhirnya Azzam dan Arnold sampai di Cafe. mereka dibuat terkejut saat melihat cafe yang begitu ramai, bukan hanya diisi pengunjung namun para wartawan pun bertebaran di luar Cafe.
"Adik-adikmu itu benar-benar bikin repot," gerutu Arnold dan Azzam tidak bisa menjawab, Ia tidak punya pembelaan apapun untuk membenarkan Alesha dan Agatha dalam kasus ini.
Azam dan Arnold akhirnya sepakat untuk menarik kedua anak itu agar bisa keluar dari keramaian ini. Azzam akan menarik Agatha dan Arnold menarik Alesha. Membawanya ke area belakang Cafe dan pulang dari sana.
Sebelum memulai misi, mereka lebih dulu memindahkan mobil-mobil mereka ke belakang cafe.
"Ayo," ajak Azam dan Arnold mengikuti.
Dibantu dengan beberapa karyawan keamanan Cafe, Azzam dan Arnold mengamankan Agatha dan Alesha. menarik kedua gadis ini untuk keluar dari kerumunan pengunjung.
"Abang!" ucap Agatha, saat merasa tangannya di tarik oleh seseorang untuk keluar dari cafe yang begitu ramai ini.
Hingga kini Alesha dan Agatha belum sadar juga jika mereka yang jadi pusat perhatian disini.
"Ikuti abang, kita pulang!" ucap Azam, lalu melindungi tubuh adiknya agar tidak bersenggolan dengan pengunjung yang lain.
Di sisi lain Arnold pun menarik tangan Alesha, dan sama seperti Agatha dia pun terkejut saat seseorang menariknya untuk menjauh dari keramaian.
"Om," ucap Alesha tanpa sadar.
Dan dipanggil seperti itu membuat arnold sungguh merasa geram. Dia semakin cepat membawa Alesha untuk segera keluar dari sini.
Menariknya hingga sampai di dapur dan mendorong Alesha disebuah lorong. Lorong gudang penyimpanan bahan makanan.
Alesha terkejut, mendadak takut diperlakukan seperti ini. Matanya mulai berkaca-kaca, dia ingin menangis.
"Om kenapa? " tanya Alesha lirih, dia masih belum sadar juga jika mulutnya memanggil Arnold dengan sebutan Om.
Pertama memanggilnya Om, kedua membuat keributan di cafe, ketiga membuat Azam menuduhnya yang bukan-bukan. Pastilah papa Agra pun akan berpikiran yang sama dengan Azam.
Ya Ampun! rasanya kepala Arnold mau pecah. Padahal baru sehari dia berurusan dengan Alesha dan Agatha. Dua bocah yang ternyata pembuat onar.
Tapi niat Arnold untuk marah-marah luruh seketika ketika melihat Alesha yang kini malah menangis.
"Om.." cicit Alesha takut, dia sungguh takut Arnold akan memarahinya.
Dan melihat itu, Arnold mati kutu. mendadak ingin memeluk dan menghapus airmata itu.