Bringing Back, My Wife

Bringing Back, My Wife
BBMW BAB 76 - Ini Dan Itu



Jangan lupa Like dan Komen ya ❤


Happy reading


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari minggu kali ini sudah tepat 2 bulan usia kandungan Bella. Sesuai jadwal hari ini mereka akan kembali melakukan pemeriksaan rutin.


Mengambil foto USG untuk melihat apakah Bella benar-benar hamil kembar atau tidak.


Baik Bella ataupun Azam sama-sama merasa gugup, mereka berdua memiliki harapannya sendiri-sendiri. Azzam menginginkan anak perempuan baik itu kembar ataupun tidak. sementara Bella sangat menginginkan dia hamil kembar, 1 laki-laki dan 1 perempuan.


Mereka berdua masuk ke dalam ruangan dokter Rina dan Bella mulai melakukan pemeriksaan.


Pertama memeriksa detak jantung sang anak yang terdengar begitu jelas. Membuat Azam dan Bella sama-sama bergetar hatinya saat mendengar detak jantung itu.


Masih tidak menyangka jika di dalam perut Bella terdapat kehidupan.


sampai akhirnya pemeriksaan USG pun dilakukan.


Dokter Rina pun tidak menyangka saat melihat gambar USG yang tertera di layar monitor. disana terlihat jelas ada 3 kantong bayi.


"Bagaimana dok? istri saya hamil kembar atau tidak?" tanya Azzam, Dia pun melihat ada 3 kantong bayi di layar USG itu, namun belum bisa memastikan secara langsung jika dokter Rina belum menjelaskannya secara rinci.


"Selamat Tuan, Nyonya Bella hamil kembar 3."


Ha? Azzam dan Bella terperangah mendengar dengan tidak percaya.


Antara bahagia dan perasaan yang entah tidak bisa digambarkan, baik Azzam ataupun Bella mereka sama-sama merasa ada perasaan takut yang tiba-tiba mendatangi.


Terlebih saat dokter Rina menjelaskan bahwa kehamilan kembar tidak semudah kehamilan biasa. Mulai dari asupan makanan yang harus dijaga antara ibu dan bayi, gejala kehamilan yang lebih hebat dan resiko persalinan menggunakan operasi caesar.


"Tapi Tuan dan Nyonya tidak perlu takut, karena itu semua adalah perjuangan kita untuk bisa bertemu dengan bayi-bayi mungil Ini nanti ..."


"Kehamilan kembar juga bukan hal yang baru, bahkan ada yang sampai hamil kembar 6 dan ibu anaknya semuanya selamat hingga sampai di persalinan ..."


"Jadi jangan takut, tetep bersyukur dan melakukan yang terbaik."


Ingin Bella tahu bahwa nanti Bella tidak akan menjalani masa-masa sulit itu sendiri, dia akan selalu mendampingi Bela sampai anaknya lahir nanti.


Keluar dari ruangan dokter Rina jantung keduanya masih saja berdegup kencang. Azzam dan Bella bahkan berulangkali menari dan menghembuskan nafasnya pelan.


Lalu sama-sama terkekeh saat tatapan mereka tidak sengaja bertemu.


"Aku tidak menyangka Bang, aku hamil bayi 3 sekaligus di dalam perutku."


"Aku juga tidak menyangka sayang benih ku sehebat itu, sekali jadi langsung 3."


Plak! Bela memukul lengan Azam keras, di saat seperti ini malah membahas kehebatan benih.


Azam terkekeh, menarik pinggang Bella dan memeluk istrinya erat. Lalu kembali berjalan dengan tubuh yang saling memeluk itu. Tidak peduli saat mereka jadi pusat perhatian semua orang.


Karena mereka pun membawa 2 pengawal di belakang yang siap mengamankan keadaan jika tiba-tiba ada serbuan wartawan.


"Aku mencintaimu," ucap Azam.


"Sangat," timpalnya lagi sebelum Bella sempat menjawab.


"Aku tidak akan meninggalkan kamu sendirian, setelah ini aku akan memohon kepada ayah Adam untuk di jadikan CEO lagi, jadi aku bisa bekerja di rumah," ucap Azam, sudah mulai menyusun rencana untuk menyambut ke 3 anaknya.


"Aku juga akan mencarikan dokter gizi pribadi untukmu dan anak-anak kita ..."


"Kita pindah kamar di lantai 1 ..."


"Tawaranku kemarin tentang mengizinkanmu untuk bekerja ku cabut kembali, kamu tidak boleh kemanapun, tidak boleh melakukan apapun."


Bella terkekeh, dia hanya hamil dan bukan sakit. Tapi Azam sungguh berlebihan.


Namun Bella tidak membantah sedikitpun, dia menikmati semua perhatian yang suaminya berikan.


Sepanjang perjalanan mereka pulang Azam terus mengingatkan ini dan itu.


Dan Bella hanya terus mengangguk patuh.