
"AA! tidak ada apa-apa! Ayo cepat pulang!" ucap Alesha dengan suaranya yang menjerit, bahkan Agatha sampai kaget dan kembali menutup mulutnya rapat, sedangkan Arnold tertawa keras sehingga membuat perutnya sakit.
Alesha tidak tinggal diam, setelah bicara seperti itu dia langsung menarik Agatha dan abang Azam untuk segera masuk ke mobil mereka. Meninggalkan abang Arnold yang masih sibuk sendiri dengan tawanya.
"Benar tidak ada apa-apa?" tanya Azam sekali lagi setelah mereka bertiga masuk ke dalam mobil, Azzam duduk di kursi kemudi sedangkan Alesha dan Agatha duduk di kursi tengah.
"Iya Bang, tidak ada apa-apa. Ayo cepat kita pulang aku sudah capek," jawab Alesha cepat sebelum Agatha yang menjawab.
Azzam pun menuruti, tanpa banyak menduga-duga lagi dia langsung menghidupkan mesin mobil dan melajukan mobilnya keluar dari area parkir Cafe Arnold.
Sedangkan Alesha dan Agatha langsung saling tatap, saling memberi kode untuk tetap merahasiakan yang sebenarnya terjadi. Tentang ubungan itu dan juga tentang ciuman itu.
Jam 5 sore mereka semua sampai di rumah, sebelum Abang Azzam kembali banyak bertanya Alesha segera menarik Agatha untuk segera masuk ke kamar mereka.
Azam tidak lagi curiga dia membiarkan saja kedua adiknya masuk lebih dulu dibanding dirinya. Lalu memeluk sang istri yang sudah menyambutnya di ambang pintu rumah.
"Kangen," ucap Bella seraya memeluk suaminya erat, menghirup dalam-dalam aroma tubuh sang suami yang membuatnya candu dan tenang.
"Tadi aku meminta mu ke kantor, tapi kamu tidak mau," balas Azam.
Siang tadi Azam sudah menghubungi istrinya meminta Bella untuk menemu dia di kantor. Tapi Bella menolak mengatakan bahwa dia dan ayah David sedang berkunjung ke yayasan Bella, untuk melihat anak-anak disana.
Dan mendengar jawaban sang suami Bella mengerucutkan bibirnya, sementara Azzam terkekeh lalu menarik sang istri untuk segera masuk ke dalam rumah.
Menyapa Ayah David yang sedang duduk di ruang tengah, lalu permisi naik ke lantai 2 untuk masuk ke kamar mereka.
"Sayang, boleh tidak salah satu ruangan di lantai satu aku buat jadi studio foto?" tanya Bella, kini dia membantu sang suami untuk melepaskan baju kerja.
"Tentang endors?"
Bella mengangguk, hingga kini tawaran Bella untuk menjadi model berbagai produk masih berdatangan. Bahkan Fhia yang di tanggerang pun masih sering di hubungi oleh berbagai manajemen.
"Iya sayang, tapi aku kerjanya nanti, tunggu Fhia dan Ben menikah dulu. Jadi ada Fhia di Jakarta," jelas Bella pula.
Semenjak Azam dan Arnold tahu hubungan antara Fhia dan Ben, besok harinya kabar itu sudah menyebar kepada semua orang.
"Memangnya kapan mereka akan menikah? aku tidak bertemu dengan Ben beberapa hari ini."
"Kata Fhia bulan depan, tanggal 28. Acaranya di tanggerang, di rumah Fhia."
Azzam menganggukkan kepalanya, bersamaan dengan bajunya yang sudah terlepas.
"Aku sudah mandi, abang mandi sendiri saja."
Mendengar itu Azam mendengus kesal, dengan langkah malas ia mulai masuk ke dalam kamar mandi. Sementara Bella menyiapkan baju ganti untuk sang suami.
Setiap hari kegiatan Bella selalu seperti ini saja, namun dia menyukainya.
Memiliki seseorang yang ditunggu terasa lebih membahagiakan, daripada hidup dalam kesendirian.
Tak berselang lama, Azam keluar dari dalam kamar mandi. Namun dia tidak melihat istrinya dimanapun. Hanya baju gantinya yang tergeletak diatas tempat tidur.
Melihat itu Azam mengukir senyumnya. Bella selalu berusaha untuk menjadi istri yang baik, maka dia pun akan berusaha lebih keras untuk terus membahagiakan istrinya itu.
Selesai mengganti baju, Azam pun turun ke lantai 1. Melihat Bella yang kini kembali menemani sang ayah duduk di ruang tengah.
Azam ikut duduk bersama mereka.
"Untuk apa dia datang kesini?" tanya Azam.
"Tidak tahu, pokoknya sabtu besok katanya abang Ed mau ke Indonesia," jawab Agatha, dengan wajahnya yang biasa tanpa ekspresi apapun.
Lalu asik memakan buah yang tersaji diatas meja bersama Alesha.
"Besok hari terakhir kalian magang? masih mau menginap disini atau pulang?" kini Bella yang bertanya pada kedua adiknya itu.
"Masih nginap mbak, malemnya mau buat makalah dulu, trus ke kampus dari sini, nah pas sore nya baru pulang." Alesha yang menjelaskan.
Dan Bella pun menganggukkan kepalanya. Jika Alesha berada di luar rumah seperti ini Bella merasa ak tega kedua orang tuanya di sana hanya tinggal berdua. Papa Agra dan mama Sarah pasti merasa kesepian jika tidak ada anak-anaknya di rumah.
Dia sudah pergi ikut sang suami, namun Bella sangat berharap nanti setelah Alesha menikah pun Alesha akan tetap tinggal bersama Papa dan Mama Sarah.
Pembicaraan sore itu pun usai saat azan magrib mulai berkumandang, mereka kembali ke kamarnya masing-masing dan melaksanakan salat magrib.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi datang.
Sama seperti kemarin, hari ini Agatha dan Alesha akan pergi ke cafe Arnold bersama dengan Azam yang pergi ke MK.
Hari sudah berlalu dan Agatha mulai sedikit lupa dengan apa yang terjadi kemarin, tentang ciuman yang dia lihat antara Alesadan abang Arnold, juga tentang merahasiakannya.
Dan Alesha yang sudah sangat menghafal kebiasaan sang sepupu pun mulai bisa bernafas lega, dia tahu saat ini Agatha pasti sudah lupa.
Keduanya menjalani hari ini dengan antusias. Hari ini adalah hari terakhir magang mereka jadi sebisa mungkin mereka akan melakukan yang terbaik. Lebih memahami semua materi, lebih mendetail dalam mencatat sehingga tidak ada satupun Yang terlewatkan. Juga mengingat dengan baik semua pesan-pesan abang Arnold, agar bisa menjadi pengusaha yang sukses dengan merintis dari bawah.
Berlari kecil dengan bergandengan tangan Agatha dan Alesha masuk ke dalam cafe milik Arnold.
Dan di dalam sana Arnold sudah menunggu dengan senyum yang sumringah, melihat gadis kecil yang kini sudah jadi kekasihnya berlari menghampiri.
Padahal bagi Alesha kemarin bukanlah apa-apa, bahkan hingga kini dia tidak merasa menjadi kekasih Abang Arnold.
Senyum Arnold langsung surut saat melihat wajah Alesha yang tidak seantusias dirinya. Alesha menunjukkan wajah yang biasa-biasa saja, tidak gugup juga malu-malu seperti gadis-gadis pada umumnya yang pertama kali bertemu dengan sang kekasih.
Membuat Arnold mengeram kesal dan langsung berwajah masam.
Dia bersumpah akan membuat Alesha jatuh cinta kepadanya hari ini.
"Bagus, kalian datang tepat waktu," ucap Arnold, mencoba bicara pelan dan tidak terpengaruh dengan kekesalannya kepada Alesha.
"Hari ini abang akan kasih kalian soal ujian, kerjakan di ruang terpisah, agar kalian tidak saling contek!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Yuk lah mampir di cerita anakku 😗😗
Cerita tentang Anita dan Arion.
Anita yang dituduh oleh Arion jadi wanita simpanan ayahnya.