
Aku kecewa dengan ayah. Kenapa ayah tega seperti ini pada ku dan adikku? Setelah pertengkaran ibu dan ayah waktu itu. Aku putuskan untuk pergi meninggalkan rumah, sebenarnya aku sudah menikah dengan intan tanpa sepengetahuan keluarga ku. Ia sudah mengandung anakku itu sebabnya aku menikahi dia, aku dan istriku pergi ke Singapura sedangkan adikku masih berada di kota ini.
Setelah tinggal di Singapura aku bertemu dengan ayah kandungku, dan ternyata ia adalah seorang g*y. Yang sebenarnya aku pun memiliki kelainan seperti ayah namun aku tidak begitu peduli dan aku tetap berusaha untuk hidup normal.
Aku dan intan dulu nya saling sayang dan cinta, tapi setelah anak kami lahir. Rasa itu hilang begitu saya, aku jadi sering selingkuh bahkan aku sering bawa selingkuhan ku ke apartemen milik adikku itu.
Rumah pemberian ayah sudah ia jual, menurut nya ia tak mau lagi rumah itu dan memilih tinggal di apartemen, saat aku sedang berada di kota ini. Tiba tiba Amara mengirimkan undangan untuk kami, makin hancur sudah hati ini melihat nya.
Amara adalah cinta pertamaku. Tapi ia menolak cinta tulus dariku, ia mempermainkan perasaan ku yang tulus ini, ia tak peduli dengan apa yang aku rasakan. Ia lebih memilih lelaki lain ketimbang denganku.
Aku mulai menyukai sesama jenis, dan akupun mengetahui pekerjaan ibu dan adikku di kota, mereka menjajakan diri mereka pada lelaki hidung belang. Aku juga tau kalau ibu sedang mengandung, di saat perut nya yang besar itu, ibu masih nekad menjajakan diri.
Menurut cerita dari adikku, kalau ibu melakukan ini semua karena ia sakit hati pada ayah, setelah di usir dari rumah, ibu hidup Luntang Lantung dan akhirnya ibu kembali terjun lagi ke dunia gelap.
Aku sudah mengetahui dunia gelap ibu. Makanya aku tidak heran lagi saat ibu melakukan itu, karena aku pun lahir atas perbuatannya yang seperti itu.
Namun sayang kenapa adikku mengikuti jejak ibu? Kenapa ia tidak bekerja di kantoran saja? Bahkan perusahaan ku saat ini masih di pegang oleh orang kepercayaan ku, aku pernah menawarkan nya pada adikku. Tapi ia menolak, menurut nya ia tak mau lagi berhubungan dengan apapun itu yang sangkut pautnya dengan ayah. Sebegitu bencinya adikku pada ayah kandungnya? Kami berdua satu ibu tapi beda ayah.
Lain hal nya dengan amara dan adikku. Mereka satu ayah lain ibu.
Hari ini aku akan berkunjung ke kota. Aku membawa pacar ku, aku mencintai nya dengan tulus, intan tidak mengetahui soal ini. Aku pun membohongi nya dengan alasan kalau aku ingin berkunjung ke rumah bunda dan hanya akan tinggal di apartemen milik Sinta.
Ntah bucin atau b*d*h istriku itu. Ia percaya begitu saja pada apa yang aku ucapkan, pernah sekali aku membawa pacarku ini ke rumah, aku mengenalkan nya sebagai teman ku. Kami tidur satu kamar tanpa di curigai oleh intan.
Pembantu di rumah ku. Pernah mewanti-wanti Intan tentang hubungan terlarang ku, tapi aku ancam dia agar tidak memberitahu Intan. Dan akhirnya sampai sekarang ia tetap menjadi milikku.
"Dek. Bagaimana kehidupan ayah saat ini?" Tanyaku pada nya.
"Kenapa? Tumban tanya ayah."
"Tidak. Aku ingin tau saja."
"Ayah hidupnya ya seperti itu. Penuh dengan penyesalan, kemarin aku bertemu dengan nya di hotel, saat aku sedang bersama langganan ku. Kami cekcok di sana. Sampai akhirnya ayah mengalah dan meninggalkan ku."
"Ayah tidak berusaha menggagalkan semua?"
"Ayah memaksaku untuk pulang ke rumahnya. Namun aku bilang kalau aku akan pulang jika ada kematian nanti. Aku tak mau hidup dengan ayah, biarkan aku hidup seperti ini."
"Tapi dek. Kau harus menikah, dan pasti harus di wakilkan oleh ayah. Kau tak beh seperti ini."
"Biarlah aku hidup dengan jalan ku dulu bang. Aku tak ingin menambah beban pikiran ku. Oh ya aku dengar ibu sudah melahirkan kemarin."
"Benarkah? Lalu cwek kh cwok?"
"Aku tak tau pasti bang. Aku tau dari teman ku di sana, menurut nya ibu melahirkan di ruangan yang biasa di pake untuk melayani para tamunya."
" Entahlah bang. Aku tak tau, lalu kenapa kau selingkuh? Padahal mbak intan cantik dan baik, selingkuh dengan lelaki pula."
"Aku menyukai nya dek. Ia berbeda dengan yang lain."
"Ya pasti beda lah dia kan lelaki bang. Gimana sih."
"Coba kau rasakan. Pacaran lah dengan sesama perempuan pasti rasanya beda. Lebih bebas mau berbuat apapun, bahkan kalau sedari dulu kau suka perempuan pasti sampe saat ini kau masih pra**n."
"Ada ada saja loh Abang ini. Sudahlah aku mau tidur dulu, seharusnya aku masih di rumah bunda tapi karena Abang, aku jadi pulang huh."
"Rasain aja dulu dek. Dah sana tidur aku mau samperin pacarku di kamar, kasihan dia sendirian."
"Yaya Ya."
Maafkan abang, dek. Karena abang telah menghasut mu untuk menyukai sesama jenis, Abang melakukan ini semua karena Abang ingin membalaskan dendam Abang pada ayah. Ia harus merasakan kehancuran yang di rasakan oleh ibu.
Ayah harus membayar semuanya. Ayah pasti sangat terluka jika ia mengetahui tentang anak anaknya yang belok, aku tak akan berbuat jahat padanya jika ia berbuat baik pada kami. Menyayangi kamu dengan porsi yang sama. Tanpa ada nya perbedaan di antara kami berempat.
Satu minggu sudah aku berada di sini. Tapi aku tak melihat sinta bekerja seperti biasanya, ia lebih betah berada di rumah.
"Dek. Tak kerja kau?"
"Ngga bang. Aku ngga mood, ga tau malas saja rasanya."
"Kenapa? Ceritakan dek."
"Apa yang harus di ceritakan bang? Semuanya masih sama. Aku hanya jenuh saja untuk melayani mereka."
"Benar begitu? Kau mau aku kenalkan tidak, dengan temanku tapi ia perempuan."
"Ngga ah bang, jangan deh aku masih normal."
"Coba saja dulu dek."
"Hmmm. Baiklah."
Aku berhasil menghasut Sinta. untuk menyukai sesama jenis, aku akan mengenalkan nya dengan rara, sahabat ku di kaum pelangi.
Sore hari Rara sudah berada di apartemen ini, awalnya sinta tidak begitu tertarik dengan rara. Namun berkat kepiawaiannya rara akhirnya sinta hanyut dalam c*m*b*a* Rara.
Aku menyaksikan dengan pacarku. Bagi kami ini adalah tontonan yang fantastis, dan akan kami praktekan saat kami sedang berduaan, rara membuat Sinta, lupa bahwa yang sedang b*r*u*k*u dengannya itu adalah perempuan. Hingga akhirnya mereka saling melepas baju, dan waw aku baru melihat g*n*n* kembar milik Sinta sangat besar dan kenyal. Seketika kejantanan ku bangun, begitu juga dengan pacarku. Kamu pun ikut bercumbu bersama, Rara benar benar hebat, ia bisa membuat adikku terbuai sangat sangat terbuai.
Aku m*r*m*s gunung Sinta, sambil b*r*u*m* dengan pacarku, sungguh ini nikmat sekali. Aku baru pertama kali merasakan sensasi seperti ini. Maafkan abang dek, Abang tergoda melihat mu seperti ini, kau sungguh m*n*g*i*a* kan abang, lelah dengan permainan mereka berdua akupun menancap kan r*d*l ku pada Sinta, sedangkan pacarku menancapkan nya pada Rara. Kami melakukan itu silih berganti, sungguh ini sensasi yang luar biasa yang pernah aku rasakan selama ini.