
Kenapa aku seperti ini? Aku merasa tersiksa di rumah ku sendiri bahkan parah ya lagi hatiku trus menerus sakit karena ulah mereka, memang mereka tidak menyakitiku secara fisik tapi batin ini sungguh sakit rasanya aku tak sanggup lagi berda di sini.
Belum lagi anak anakku sekarang mereka lebih dekat Amara dan lia mereka seperti membenciku tapi apa salahku? Aku ingin menyerah tapi aku masih mencintai mas Dani, aku tak mau kehilangannya itu sebabnya aku memperbolehkan ia menikah lagi dengan Lia tapi rasanya ini tidak adil bagiku.
Mas Dani tidur satu kamar dengan Lia besar kemungkinannya mereka tidur satu kasur tapi jika denganku mas dani akan tidur terpisah bahkan di dalam kamar ku terdapat kasur kecil untuk nya biasa tidur.
"Ayah andai ayah ada di sini pasti aku masih ada sandaran, tapi sekarang rasanya duniaku mau runtuh ayah aku tak kuat lagi menjalani ini semua" Ucapku dalam hati.
Ingin rasanya aku mengeluh pada mas dani tapi aku rasa ada tembok besar antara kami yang menghalanginya, ya tembok itu adalah lia aku mencintai mu mas tapi kenapa kau hanya menganggap Lia saja sebagai istri mu?
Pernah saat aku sedang menonton tv Amara dengan santainya duduk manis di dekat ku ia membisik kan sesuatu yang membuat aku syok.
"Hai ibu tiriku bagaimana rasanya menjadi istri tua tapi diabaikan? Enak bukan? Sakit ya huh kasihan tenang bu Sonya sebentar lagi usai dan kamu bisa menghirup udara segar di luar, balas dendam yang aku lakukan saat ini hanya bersifat sementara ko." Refleks aku langsung menoleh padanya ingin sekali aku menampar anak ini namun sayang aku tak memiliki kekuatan untuk itu jika aku menamparnya itu sama artian aku b*n*h d*r*.
Mas Dani pernah memperingatkan aku kalau aku tak boleh menyakiti mereka jika aku melanggar aku akan di ceraikan dan itu membuat nyaliku menciut, mas Dani selalu mengancam dengan kata cerai dan lebih parahnya lagi ternyata rumah ini sudah di berikan pada mereka bahkan atas nama Amara sungguh mas Dani sangat keterlaluan mau bagaimana pun aku tetap istrinya.
Istri yang memberikan anak padanya meskipun anak kandung ia hanya Sinta dan itupun hasil aku jebak tapi tetap saja itu anak dia mau bagaimana pun caranya, Sinta memang sedari dulu dekat dengan Amara jadi dia tidak merasa kesulitan untuk menerima wanita kampung itu.
Aku bingung harus bagaimana caranya untuk bisa mendapatkan semua ini kembali.? Bi Marni pun ntah pergi kemana aku menjadi kesusahan untuk mendapatkan informasi tentang mereka karena bi marni lah kunci nya ia pasti tau segala hal tentang mereka karena ia ikut dengan mereka dan bahkan bekerja dengannya.
"Ayok Sonya berpikir, pikirkan rencana apa yang akan kamu perbuat pada mereka agar mereka merasa kapok." Ucapku dalam hati
* * *
Tiga bulan berlalu setelah pernikahan itu, hari ini kami semua tengah berkumpul di ruang tv ya meskipun hubungan kami tidak baik namun kami tetap berusaha untuk berkumpul seperti ini agar anak anak tidak merasa kesepian setelah seharian di tinggal kerja.
Sesaat kemudian ia membuka kotak itu dan ternyata isinya adalah sebuah tespek bergaris dua, ya lia hamil dan sangat terlihat jelas kalau mas Dani bahagia mendapatkan kabar itu berbeda saat aku dulu hamil mas Dani hanya bersikap datar bahkan ia menyesal telah bergaul denganku.
Sebenarnya aku sudah di ceraikan oleh mas Dani saat aku ketauan berbohong dan aku menjebak nya ya itu sangatlah berakibat fatal bagiku, aku telah menggali lubang kematian ku sendiri dan sejak itu mas Dani pisah tidur denganku ia memilih tidur di kamar tamu.
Meskipun aku sudah di cerai tapi aku tak mau keluar dari rumah ini, damar anak laki-laki ku sudah bisa di terima oleh dani setelah bertahun tahun tinggal di rumah ini semenjak kehadiran lia, mas dani bisa menerima semuanya dan aku akui itu tapi aku tetap tak ihklas melihat mereka bermesraan bahkan tak malu mereka saling b*r*i*m*n di depan ku sungguh aku iri melihat nya dan aku ingin merasakannya.
Semua orang yang ada di ruangan itu sangat bahagia mendengar kabar baik ini tapi tidak dengan ku, bahkan damar, Sinta dan Amara silih berganti memegang perut lia mereka terlihat sangat bahagia karena sebentar lagi akan mendapatkan seorang adik.
Apa aku harus menyerah sekarang? Tapi jika aku menyerah itu pasti akan membuat mereka bahagia dan aku tak mau itu terjadi, aku akan berusaha untuk jauh lebih tegar dan bersikap biasa saja hingga sampai ada celah untukku merusak semua kebahagiaan ini ya mereka akan merasakannya.
Aku lebih memilih bermain hp meskipun sedang berkumpul aku berselancar di FB dan mencari cari hiburan dengan melihat lihat foto seorang lelaki tampan ya dia sangat tampan, tiba tiba ada pesan masuk di FB ku ya itu dari lelaki ini ia bermana Bram.
Hari demi hari berlalu perut Lia semakin membesar dan aku semakin dekat dengan Bram bahkan aku berulang kali kencan dengannya, ia seorang lelaki yang kaya raya dan royal aku telah di berikan berbagai hadiah darinya bahkan di rumah ini aku menjadi cuek saja aku tak peduli lagi dengan mereka semua yang ada di sini aku sudah menemukan sebuah kebahagiaan yang lain.
Meskipun aku tetap tinggal di rumah mas Dani, ya aku akan tetap di sini sampai Bram mau menikahi ku dan aku akan senang hati keluar dari rumah neraka ini, bertahun tahun rumah ini bagaikan neraka bagiku.
Bagaimana tidak aku merasa asing dan tersiksa dengan semua ini, sebegitu niat nya Amara membalaskan dendam padaku bahkan ia tak segan terang terangan di depan mas Dani bicara kasar padaku dan mengerjai ku padahal di situ mas Dani sedang duduk manis.
Kita lihat saja mas kau akan menyesal karena telah berbuat seperti ini padaku, aku akan membuat kau menangis dan meminta ampun padaku.
Hari ini aku akan kencan bersama Bram kekasih ku aku tak peduli mas dani tuh ia juga tak peduli dengan ku, pernah Bram aku bawa masuk ke rumah ini saat mereka semua berlibur ke luar kota selama beberpa hari, aku di ajak nya tapi aku tak mau ikut aku kencan dengan Bram di rumah ini setelah beberapa kali aku kencan di rumah Bram.