AMARA

AMARA
Bab 24



Hari yang di tunggu tunggu sudah tiba ibu terlihat sangat cantik mengenakan kebaya putih dan riasan natural tapi elegan, kami sangat bahagia karena acara yang di nanti datang juga hari ini adalah akad nikah ibu dan ayah lalu sore hari nya di lanjutkan dengan acara tujuh bulanan bibi.


Bibi tak mau menyelenggarakan acara yang mewah menurut nya syukuran saja sudah cukup dan keputusan bibi kami hargai kami menyelenggarakan syukuran pernikahan dan syukuran tujuh bulanan, syukurlah sepanjang acara tak ada kendala.


Hari ini ibu resmi menjadi nyonya Dani nama itu telah di sematkan pada nama ibu, dan aku pastikan Tante Sonya akan kepanasan melihat ibu semakin akrab bahkan semakin mesra dengan ayah karena mereka sekarang sudah menjadi pasangan yang halal tentunya.


Saat acara berlangsung terlihat jelas kalau bu Sonya tak menyukai acara ini jelas ia tak akan suka karena ini adalah acara nikahan madunya aku sangat sangat bahagia melihat ekspresi wajah nya ingin rasanya aku tertawa sangat keras namun aku tahan karena aku tak mungkin membuat diriku malu sendiri karena suara tawaku yang nyaring.


Malam ini pula ayah tidur dengan ibu, tante Sonya yang tak pernah merasakan tidur dengan ayah menjadi semakin iri memang mereka satu kamar namun berbeda kasur bahkan di dalam kamar mereka terdapat dua kasur dan cctv namun berbeda dengan kamar tidur ibu dan ayah sekarang, mereka tidur dalam satu kasur dan tentu saja tanpa ada batasan antara mereka.


Pagi hari tiba kami semua sarapan bersama termasuk paman dan bibi mereka menginap di rumah ayah karena tak mungkin membiarkan mereka pulang malam hari sedangkan bibi lagi hamil, menurut cerita jaman dulu orang hamil tak boleh berkeliaran malam malam kalaupun terpaksa harus membawa gunting atau bawah putih yang di gantung di baju menggunakan peniti.


Bagiku itu adalah hak kuno yang masih dipercayai di era modern saat ini. Tepat saat ayah pergi ke kantor tante Sonya menghampiri ibu yang sedang duduk bersama kami di ruang tv.


"Heh jangan di kira aku bisa berkuasa ya di rumah ini itu nyonya hanya satu yaitu nyonya Sonya dan kamu tak perlu bermimpi terlalu jauh Shay hahahaha."


Kami semua yang ada di sana saling lirik saat mendengar ucapan wanita itu ibu bangkit dari tempat duduknya yang ku kira ia akan menghajar wanita itu namun ternyata dugaan ku salah.


"Dengar ya nyonya Sonya yang katanya nyonya satu satunya di rumah ini, ada yang perlu kamu ingat bahwa rumah ini sekarang adalah milikku atas namaku mas dani suamiku tercinta sudah memberikan padaku bahkan nama yang tertera adalah nama ku, aku tekan kan sekali lagi ya nama yang tertera di sertifikat rumah ini adalah nama ku paham?"


Sontak saja membuat tante Sonya kaget dan melongo mendengar penuturan ibu, siapa suruh ia belagu jadinya kan ia sendiri yang kena batunya.


Kasian sekali Bu Sonya sudah di jauhi anak anak nya lalu di madu oleh suaminya bahkan tak di perduli sama sekali oleh ayah. Aku tak menyangka kalau ayah akan menikahi ibuku yang aku kira kami hanya akan tinggal di sini saja tanpa adanya pernikahan namun semuanya salah rupanya ibu dan ayah saling mencintai selama tinggal satu atap cinta mereka perlahan tumbuh dengan sendirinya.


Aku bahagia melihat ibu bisa tersenyum lepas bahkan ibu sekarang jauh lebih berani dari sebelumnya ia jadi tak takut melawan tante sonya ya meskipun dulu juga ibu berniat akan membalaskan sakit hatinya namun kali ini ibu jauh lebih berani dari sebelumnya.


Damar akan menikah satu bulan lagi dengan ayu wanita pilihannya sedangkan sinta ia meneruskan kuliah s2 nya di luar negri gadis kecil yang dulu suka manja manja denganku kini ia berada jauh dari pandanganku sedih rasanya kehilangan teman sekaligus adik sendiri.


Aku sendiri masih menjalankan perusahaan dari ayah aku sudah mengeluarkan berbagai jenis merek pakaian wanita maupun pria dan syukurnya semua barang selalu laris manis dan selalu menjadi brand nomor satu di kota ini.


Ya aku sangat bersyukur karena semua kesedihanku sudah tergantikan oleh kebahagiaan yang tiada tara ini, meskipun aku sudah memiliki semuanya namun tak ku pungkiri kalau aku masih menyimpan dendam pada tante sonya jelas saja dendam ini akan selalu ada sebelum aku merasakan puas.


Anak anak bungsunya membencinya karena mereka sudah tau kalau bu sonya sudah menjebak ayahnya dan aku adalah kaka kandung sinta tapi bukan adik kandung damar karena kami berbeda ayah.


Aku ditawari untuk melanjutkan kuliahku di s2 sama dengan sinta namun aku menolak aku lebih suka bekerja daripada berpikir karena menurut ku berpikir itu sangat menyiksa saja dan aku tak mau melakukan itu yang akan menyita banyak waktuku.


Tak terasa kini pernikahan ibu sudah berusia tiga bulan dan ibu langsung hamil jelas kabar ini menjadi kabar yang sangat bahagia bagi kami namun tidak bagi tante sony, yang terlihat jelas dari raut wajahnya itu yang selalu di tekuk dan menahan amarah.


Aku tau saat ini ia ingin mencengkram leherku dan keluargaku namun ia tahan karena ia tak mau membuat ayah semakin tak mencintainya, aku pikir ia pintar ternyata ia tak lebih dari seorang gundik kambing yang akan menurut saja kemanapun majikan pergi dan akan di ikat kalau kambing itu berkeliaran apa lagi menjadi seorang pelakor sungguh ini tindakan yang sangat menjijikan.


Di kabarkan pula bahwa esok hari sinta akan pulang ke Indonesia ia berkata kalau ia rindu di suapi olehku, ya memang anak itu sudah terbiasa makan dari tanganku sendri bahkan ia tak mau menggunakan sendok kalau una minta disuapin, dan inilah yang terjadi.


Hari ini bi marni diminta untuk datang ke rumah ayah agar bisa membantu bi edoh memasak dan menyiapkan segalanya, tentu saja saat acar kemarin bi marni dan pekerja lainnya datang sebagai tuan rumah bukan sebagai pekerja di rumah ini, karena ayah sudah memesan dari pihak catering, awalnya mereka tak mau karena mereka tak pede, namun ayah berkata kalau nanti mereka akan di berikan baju untuk menghadiri pesta pernikahan ayah dengan ibu, yang akhirnya mau tak mau ia menuruti nya dan ternyata benar pacarku join live jualan bersamaku ahh aku bahagia sekali.


Karena memiliki seorang kekasih yang seperti ini, ia bahkan mambantu membentuk otot ototku dan yang lainnya saat berada di dekatnya rasanya jantungku mau copot karena saking grogi nya dan ia malah ngefans pada adikku itu.


Aku berulang kali menasehati cwok itu agar ia menjauh dari rumah ku bahkan aku berkata berbohong kalau di rumah ku itu ada anjing galak.