
Semenjak aku tau kalau Amara itu adalah anak mas dani aku merasa akan tersingkir kan, aku mengancamnya untuk tidak menemui suamiku lagi, aku menyuruh nya pergi jauh jauh dari hidup kami.
Tapi sayangnya anakku damar dia malah jatuh cinta dengan gadis kampungan itu, memang dulu aku menjebak dani agar dia mau menikahi ku, dulu jauh sebelum aku menikah dengan Dani aku tidur dengan laki-laki lain dan hasilnya aku hamil anak laki laki itu, setelah aku tau aku hamil aku menjebak dani agar mau melakukan itu dengan ku dengan memberikannya obat p*r*n*s*n* dan terjadilah pergulatan di malam itu.
Satu bulan kemudian aku menceritakan semuanya pada ayah ku, dan dia sangat marah lalu kami mendatangi rumah dani memaksa nya untuk bertanggung jawab, namun s*a*n*a Dani menolak dia bersikeras kalau anak yang ku kandung ini bukan lah anak dia bahkan dia menyuruhku tes DNA, bagaimana bisa aku tes DNA sekarang? Sedangkan kandunganku saja masih kecil, dengan sedikit paksaan dari kedua keluarga akhirnya dani terpaksa menerima pernikahan ini.
Namun tepat di h-2 acara pernikahan Dani malah pergi bersama teman temannya dan pulang keesokan harinya dengan keadaan mabuk, meskipun dia tidak mabuk berat tapi aku tau kalau dia sudah mabuk.
Tapi aku tak mempermasalahkan itu acara pernikahan ini harus tetap berjalan jangan sampai batal karena kalau tidak bagaimana hidupku nantinya? Ayahku memberikan sebagian hartanya pada dani sebagai tanda terimakasih karena dia sudah mau menikah dengan ku putri semata wayangnya.
Yang tentunya itu semua atas nama Dani, acara pernikahan berjalan dengan lancar aku tinggal di rumahnya suamiku, awalnya aku di perlakukan dengan baik oleh nya namun setelah ayahku pergi keluar negeri sikap nya berubah drastis menjadi kasar dan cuek padaku, bahkan kami belum melakukan yang seharusnya suami dan istri lakukan, dia selalu beralasan kasian dengan anak yang ku kandung.
Tak terasa sembilan bulan sudah usia kandungan ku, aku melahirkan anak laki laki yang di beri nama damar, anakku langsung di tes DNA oleh dani aku sudah tau bagaimana nanti hasilnya yang aku bisa hanyalah pasrah dengan apa yang akan Dani lakukan nantinya. Namun selama aku di rumah sakit Dani tak banyak bicara dan masih bersikap seperti biasanya seperti tak terjadi apapun.
Namun setelah satu bulan pasca melahirkan Dani mengumpulkan semua keluarga terutama keluarga ayahku semua semua kumpul di rumah suamiku, prasaan ku sudah tidak enak pasti akan terjadi sesuatu nantinya.
Aku titipkan damar pada pengasuh karena aku juga di minta untuk ikut berkumpul dengan keluarga, yang mau tak mau aku harus mengikuti nya jika tidak bisa bisa mereka semua curiga aku akan pasrah dengan segala keputusan yang ada. Semua keluarga sudah berkumpul menunggu kami dan setelah di rasa semua sudah lengkap dani mulai bicara sambil mengeluarkan surat, apakah itu surat hasil tes DNA?
"Jadi begini aku sengaja mengumpul kan kalian semua di sini karena aku ingin memberitahukan sesuatu yang sangat penting pada kalian" Ucapnya sambil melirik ku.
"Apa itu nak? Katakan saja!" Ucap ibunya.
"Bagaimana Sinta? Mau jujur atau aku yang bicara?" S*a* Dani dia malah menanyakan padaku yang sontak membuat semua mata tertuju padaku.
"Apa maksudmu mas?" Ucapku gagap.
"Baiklah karena yang bersangkutan pura pura lupa ingatan jadi aku yang akan memberitahu kannya, jadi begini tepat saat Damar lahir aku langsung tes DNA tanpa sepengetahuan kalian semua setelah menunggu beberapa hari akhirnya hasilnya keluar, dan apa kalian tau? Ucapan ku kala itu, kalau dia hamil bukan anakku, tapi kalian masih bersikeras menikah'kan ku dengan wanita j*l*n* ini." Ucapnya sambil membentak ku, aku kaget dengar suaranya yang lantang.
"Jaga ucapanmu dani begini kah caramu memperlakukan putriku? Berani sekali kau mengatakan anakku j*l*n*"Ucap ayah emosi.
"Silahkan di lihat." Ucap mas Dani sambil menyorongkan sepucuk surat itu pada ayah. Oh tuhan lindungilah aku dari amukan ayah, danĀ benar baru saja aku berdoa ayah sudah naik pitam melihat isi surat itu.
Plak
"Berani sekali kau membohongi kami semua Sinta."
Ku lirik mas dani hanya duduk santai, dan ku lirik semua orang yang ada di sana semuanya menatap ku dengan emosi, aku tau aku akan mengahadapi ini semua.
"Nak Dani, maafkan kami karena telah memaksakan nak dani untuk menikahi putriku, sungguh ibu sangat malu dengan ibu semua ini sekarang terserah nak Dani mau di apakan anak ibu itu dia sekarang sudah menjadi istrimu nak." Ucap ibu sambil bercucuran air mata.
"Aku ingin cerai." Sontak aku langsung menoleh padanya.
"Tidak bisa gitu dong mas aku ga mau cerai dengan mu, sadar lah mas aku melakukan ini semua karena aku cinta sama kamu tapi kamu tak pernah melirikku apa kurang nya aku?" Ucapku sambil menangis.
"Diam kau wanita j*l*n*" Ucapnya.
Aku hanya bisa menangis meratapi nasib ku kedepankan, aku tak mau cerai darinya aku akan buat dia jatuh cinta padaku.
"Aku mohon jangan ceraikan aku mas aku janji akan menjadi istri yang baik."
"Hmm baiklah tapi dengan syarat, aku tak akan memberikan nafkah batin untukmu, dan aku gak akan memberikan nafkah lahir untukmu dan anakmu, silahkan kau cari ayah kandung nya dan minta nafkah darinya, kalau kau sanggup kita lanjutkan tapi kalau kau tak sanggup kita cerai hari ini juga dan aku akan menalak tiga mu langsung."
Bagaimana mana bisa aku bertahan tanpa itu semua, ku lirik ibu ku dia hanya bisa menangis tanpa bisa membantu sedikit pun, sungguh tidak berguna wanita itu huf! Tapi aku harus terima syarat itu kalau tidak aku akan cerai darinya, aku akan buat dia seperti dulu dengan memberikan obat p*r*n*s*n* untuknya agar aku bisa hamil anak nya.
"Baiklah aku akan terima itu semua, tapi aku mau kita pindah ke rumah baru dan kita tinggal bertiga dengan anakku."
"Oke besok kita pindah."
Mas dani berlalu begitu saja meninggalkan ku, semua keluarga mas Dani pergi dan masuk ke kamar masing masing, kini hanya tersisa aku dan kedua orang tua ku.
"Kenapa kau terima itu semua nak.? Kalau syarat nya seperti itu, apa bedanya kau saat tinggal bersama kami?" Ucap ibu.
"Biarkan saja anak itu Bu, tak Sudi aku menampung anak yang sudah membuatku malu." Ucap ayah tanpa menoleh ke arah ku.
Di sini aku jadi serba salah aku hanya cinta dengan mas Dani bukan yang lain, aku melakukan ini semua demi dia.