AMARA

AMARA
Bab 23



Aku senang bisa melihat Tante Sonya kelabakan dia begitu dongkol dengan kami yang berkuasa di rumahnya bahkan kedua anak mereka berpihak pada kami, aku akan mencekoki sinta dengan kata kata yang menyudutkan ibunya ya aku lakukan itu karena ada tujuan tertentu.


Aku ingi dia merasakan apa yang ibu rasakan dulu, jauh dari anak karena sebuah kondisi dan sekarang dia merasakannya sendiri dia merasakan bagaimana pisah dengan anak yang hanya bisa melihatnya saja tanpa bisa berinteraksi dengannya rasain tuh.


Bibi dan paman mereka pindah di sebuah rumah yang tak jauh dari restoran mereka yang telah ayah belikan bahkan rumah pun ayah yang belikan tentunya dengan atas mereka, karena aku tak ingin jika suatu saat paman dan bibi terusik karena wanita gila itu.


Setelah satu bulan berlalu kami tinggal di rumah ayah sudah banyak barang yang ku miliki termasuk sebuah mobil keluaran terbaru dan rumah yang sangat mewah di pusat kota, tentu saja hal itu membuat tante sonya kepanasan pasalnya dia tak pernah di belikan hal seperti itu kalaupun ayah membelikan pasti itu semua atas nama sinta anak kandungnya sedangkan Damar dia sudah mulai berjaya atas kantor barunya yang di bidang properti.


Sungguh aku menikmati semua ini perlahan tante perlahan. Bibi sudah bisa mendapatkannya sebuah mobil meskipun ayah selalu menawarkan mereka untuk mengambil mobil yang ada di rumah, tapi mereka menolak dengan alasan insyaallah rezeki sudah ada yang ngatur.


Ya memang sih rezeki sudah ada yang ngatur jadi bibi tidak begitu khawatir dengan semua ini, mereka kredit rumah yang bertetanggaan denganku, aku sengaja memilih itu semua karena bibi tak mau jauh jauh dariku, aku sudah di anggap sebagai anak sendiri bagi mereka, itu sebabnya tak ada batasan dari kami.


Bibi sudah menikah bertahun-tahun tapi belum di karuniai seorang anak, itu sebabnya dia menganggap ku sebagai anaknya di tambah lagi aku di urus oleh nya sedari kecil. Gara gara tante sonya aku harus lahir tanpa kasih sayang kedua orang tuaku dimana anak anak kecil lengkap dengan kasih sayang kedua orang tuanya tapi aku tidak sama sekali.


Aku tak dendam dengan anak anaknya tapi aku dendam dengan nya awalnya aku dendam dengan ayah namun setelah mendengar penjelasan dari ayah aku jadi tau akar dari permasalahan ini adalah tante Sonya, itu sebab nya aku membuat hidup dia tidak nyaman tidak senyaman mungkin di rumah ini.


Aku mengambil alih semua perhatian anaknya darinya semua anaknya menjadi dekat dengan ku maupun ibu, bahkan mereka memanggil ibu dengan sebutan bunda dan itu jelas saja membuat tante sonya murka dan aku sangat suka itu.


Semakin dia kepanasan semakin bersemangat aku melakukan balas dendam ini, ibuku juga sepertinya suka melihat dia kepanasan melihat ibu dan ayah mesra di depan nya bahkan mereka berencana untuk menikah dalam waktu dekat ini aku dan anak anak ayah lainnya setuju dengan keputusan itu.


Jelas aku setuju dengan begitu rencana ku akan berjalan mulus, ayah meminta dua pilihan pada tante Sonya lebih milih merestui hubungan ayah dan ibu atau cerai.


Jelas saja dia memilih setuju karena kalau bercerai dia tak ada lagi sumber uang karena ayahlah yang membiayai mereka setelah orang tua Tante Sonya meninggal, sungguh kasihan bukan?


Sungguh kasihan dia kalau tak terhalang dengan dendam aku tak akan membuatnya semakin menderita seperti sekarang, tapi karena ulah nya ibu sempat menjalani terapi kejiwaan dan aku tidak mendapat kan kasih sayang dari orang tua, bahkan lebih parah nya aku selalu di bully dan di cemooh oleh teman temanku.


Mereka bilang ibuku gila, ibu ku p*l*c*r, ibuku jual di*i, dan mereka bilang kalau aku adalah anak har*m yang tak tau bapaknya dimana, namun setelah aku tau siapa ayahku dengan bangganya aku membawa ayah pulang kampung yang awalnya aku tak ingin membawa dia karena takut akan kesehatan ibu tapi jika aku ingat dengan cemoohan dengan bullying dari mereka aku menjadi bersemangat.


Dan karena ayahlah ibu menjadi lebih sehat dari dulu dan aku bisa menabung uang untuk masa depan ku, sebelum kami pulang ke rumah ayah kami sudah membuat perjanjian di atas hitam putih yang terdapat di dalamnya kalau Tante Sonya mengganggu ibuku atau keluarga ku kami akan pergi, dan ayah pun menambahkan bahwa semua hartanya jatuh padaku, kalau ayah bersikap tidak seimbang antara ibu dan tante Sonya bahkan hanya berat ke tante Sonya maka aku berhak menyita semuanya.


Ayah ternyata tidak main main, semua sertifikat rumah, perusahaan, restoran dan lain lain sudah di berikan pada pengacara nya jadi kalau ayah macam macam tinggal kasih saja surat ini dan dengan sekejap mata semua akan berpindah ke tanganku.


Ternyata aku salah telah menilai ayah ku kira ayah itu tak bertanggung jawab rupanya aku salah ayah menepati janjinya dia sangat bertanggung jawab bahkan dia memberikan dukungan dan modal usaha untuk paman dan bibi, ayah juga memberikan aku perusahaan yang baru saja di bukanya dan di pimpin langsung oleh ku.


Meskipun aku tinggal di kampung tapi pendidikan ku sampai ke jenjang kuliah, bibi dan paman mati matian membiayai ku sampai sejauh ini mereka tak minta aku untuk mengganti semuanya bagi mereka kebahagiaan ku adalah yang utama.


Aku tak akan pernah melupakan semua kebaikan bibi dan paman, sebab itulah aku membawa serta mereka dalam kemewahan ini awalnya bibi tak setuju karena baginya semua ini tak penting, yang terpenting adalah ayah mau mengakui ku sebagai anak dan bertanggung jawab atas semua perbuatan nya.


Namun karenya aku meyakinkan nya terus sampai akhirnya bibi pun setuju dengan semua rencana ku ini, bibi selalu mendukung ku dalam segala hal yang positif bibi benar benar menyanyiku seperti anaknya sendiri.


Kebahagiaan tak hentinya menghampiri kami, bibi di nyatakan hamil setelah sekian lama menunggu bahkan di kabarkan kalau bibi hamil anak kembar dan ini sungguh berita yang sangat membuat kami sekeluarga bahagia tapi tidak dengan tante Sonya.


Rencananya pernikahan ayah dan ibu akan di selenggarakan di Minggu depan tepat di usia kandungan bibi tujuh bulan dan rencananya lagi akan di satukan dengan acara syukuran bibi atas kehamilan nya.