AMARA

AMARA
Bab 32



Sepulang nya dari kantor aku langsung ke rumah dan saat sampai di rumah ternyata Amara masih saja marah denganku bahkan ia tak menegur ku, aku akan berusaha mengembalikan Amara seperti semula ia adalah anak yang baik ia seperti itu karena ia sayang pada ibunya.


Dan hari ini kedua adik ipar ku datang ke rumah aku yakin Amara yang menelfon nya, setelah aku beres membersihkan badan aku langsung menyusul mereka yang sedang menonton tv menemani dion menonton namun sebuah perkataan Lisa membuat ku tercengang dan mematung sesaat.


"Mas Dani seharusnya jika mas dani tidak mencintai Kaka saya jangan la membuat Kaka saya semakin menderita saya tak mau Kaka saya menjadi sakit lagi kaya dulu, aku akan membawa Kaka ku tinggal bersama kami karena tinggal di sini pun percuma yang ada dia hanya merasakan sakit saja."


Aku diam


"Rencananya hari ini kami akan membawa ka lia bersama kami, kemarin sore ka Lia cerita kalau anda bertengkar dengan istri pertama anda dan bahkan ka Lia di hina oleh nya tapi kamu hanya diam saja, saya ucapkan terimakasih atas kebaikan anda semua."


Ternyata lia yang menelfon mereka aku kira amara, tapi kenapa? Di sini rumah mereka dan ini akan Tegal menjadi rumah nya, tolong berikan aku kesempatan sekali lagi untuk menebus kesalahanku kemarin aku sangat menyesal aku lupa dengan janjiku pada amara.


"Nak maafkan ayah nak, Bu maafkan ayah bu ayah janji tidak akan mengulangi nya lagi."


Namun mereka hanya diam saja namun ada yang aneh dimana kedua anakku yang lain? Apa mereka ada di kamar? Lisa seolah tau siapa yang ku cari ia memberitahu ku kalau kedua anakku sudah pergi meninggalkan rumah ini dengan alasan mereka ingin mandiri


"Damar pergi keluar negri bersama istrinya dan akan menetap di sana sedangkan Sinta dia pergi bersama pasangan nya ntah kemana."


"Apa ...?? Tapi kenapa mereka pergi tanpa berpamitan padaku? Apa separah itukah kesalahanku sehingga aku sudah tak di anggap ada oleh mereka?"


"Lia mas mohon jangan pergi dari rumah ini sayang, rumah ini adalah rumah mu tolong maafkan mas karena mas bersalah."


Namun Lia hanya diam saja matanya tertuju pada Al anak kami berdua. Al yg sedang masa aktif aktif nya dia tak pandai diam dan kalaupun aku minta tolong pasalnya dia tak akan mengerti tentang semua ini.


Aku bersimpuh di hadapan nya aku meminta ampun padanya aku memohon agar dia tetap tinggal bersama ku di sini, namun lagi lagi Lia hanya diam saja tanpa menjawab sepatah kata pun dan hal inilah yang membuatku semakin bingung aku harus bagaimana agar Lia bicara padaku.


Namun bukannya ia bicara ia malah bangkit dan berjalan menuju belakang sofa dan ternyata sudah ada koper mereka yang sudah siap untuk pergi dari sini, aku bingung harus seperti apa lagi menunjuk mereka sekarang? Aku sangat bingung sekarang Lia sudah mengabaikan aku aku takut jika ia menceraikan aku ahh jangan sampai Lia menceraikan aku tidak tidak itu tidak akan terjadi aku tak akan membiarkan hal itu terjadi.


Aku terus mengikuti mereka sampai ke depan pintu bahkan putraku Al pun di bawa mereka.


"Kumohon jangan pergi aku janji tidak akan mengulanginya lagi aku bersumpah."


"Lia pikirkan anak anak sayang, jangan pergi dari hidupku aku sangat mencintaimu aku mohon kembalilah padaku."


"Amara tolong bujuk ibumu nak, ayah tak mau kalian pergi dari hidup ayah, ayolah mohon."


Namum lagi lagi mereka hanya diam saja aku harus bagaimana ini? Aku tak tau harus berbuat apa mereka sepertinya benar benar akan meninggalkan aku ahh bodoh sekali aku kenapa aku sampai bisa lupa kalau lia itu pernah depresi dan dia tak bisa mendengar keributan atau bentakan keras itu akan membuat dia semakin depresi.


Lia istriku benar benar pergi meninggalkan aku sendiri di rumah ini aku masuk ke dalam rumah yang kini terasa sepi karena tak ada mereka, biasanya kami akan bercanda di depan tv dan akan mengacau Al.


Meskipun di rumah ini ada pembantu, tukang kebun dan satpam tapi tetap saja rasanya berbeda ...


Arghhhhh baru sehari di tinggal pergi mereka rasanya aku sudah sangat kesepian aku sudah bergantungan dengan lia biasanya dia akan menyiapkan aku teh hangat atau makanan kesukaan ku tapi kini ahhhh Lia kembali lah sayang aku akui aku salah aku tak mengingat semuanya aku telah melupakan sesuatu yang penting di hidup lia.


Tuhan kembalikan Lia padaku aku tak bisa hidup tanpa nya hampa rasanya aku jauh darinya aku sangat menyayangi dan mencintai nya tuhan, berbeda saat dengan Sonya aku yang lebih cuek dari sebelumnya aku yang tak peduli dengan dia padahal dia mencintai ku apa mungkin jika nanti lia menceraikan aku, aku mengajak Sonya kembali padaku ia mau? Pasti kau dong yah kan dia cinta mati padaku hahha


Apa lia tidak berpikir ada al yang masih butuh kasih sayang orang tua lengkap? Ya memang dulu amara tak mendapat kan nya namun tak sepantasnya ia melakukan ini pada al, Al itu anakku dia harus bahagia bersama ku jika lia tidak bisa aku dapatkan aku akan mengambil kembali al aku akan membuat Al membawa lia kembali padaku.


Aku tau Lia orang yang baik dan dia tidak akan menolak permintaan anak nya ia akan melakukan apapun demi anaknya itulah yang aku tau dan aku akan mencobanya, aku tak mau kehilangan Lia aku sudah membuang sonya dan aku tak akan melepaskan lia sampai kapanpun itu.


"Sayang tunggu aku datang menjemput mu istriku." Ucapku percaya diri


Aku masuk ke dalam kamar rasanya sepi setelah kepergian Lia dan anak anak, begini kah rasanya jadi duda kesepian? Ahhh aku tak mau itu terjadi aku harus mencari penggantinya dulu baru aku boleh di ceraikan oleh lia untuk saat ini aku tak mau bercerai dengannya dan jangan lah sampai bercerai aku tak mau itu terjadi, aku sayang dengan nya aku cinta mati dengan nya jika aku tak bisa mendapatkan nya maka orang lain pun tak boleh memiliki nya.


Lia sayang aku rindu denganmu kenapa kau tega meninggalkan aku sayang ahhh ini semua gara gara Sonya karena dia aku kehilangan orang yang aku sayang awas saja kau Sonya kalau kau ketemu dengan ku tak akan ku biarkan kau lolos aku ku buat kau membayar semua yang telah kau lakukan.


Malam ini aku tidur sendirian di dalam kamar yang luas ini rasanya hampa benar benar hampa aku tak sabar menanti hari esok tiba, besok aku akan mencari lia dan anak anak tujuan pertama ku adalah rumah lisa ya mungkin saja sekarang mereka sedang di rumah Lisa.


Keesokan harinya


Pagi ini bi edoh hanya membuatkan ku sarapan nasi goreng dan teh hangat setelah selesai aku langsung bergegas menuju rumah Lisa, sepanjang perjalanan aku terus berharap kalau lia akan pulang bersama ku hari ini aku akan membawa mereka kembali masuk ke dalam rumah dan tak akan aku biarkan mereka meninggalkan aku.


Aku sungguh kesepian di rumah sendirian aku butuh teman tapi bukan Sonya, jika Sonya sama saja aku sendiri karena selama puluhan tahun kami menikah aku tak pernah sekalipun menganggap nya istriku bahkan saat pertama kali aku tau bahwa damar bukan putraku, aku langsung ceraikan Sonya tapi dia tetap saja tak mau keluar dari rumah ku memang tak punya malu orang nya makanya kaya gitu.


Setelah lama perjalanan akhirnya aku sampai di rumah lisa namun rumah nya terlihat sepi bahkan gerbang nya di gembok ganda, meskipun di sana ada satpam tapi lisa emang terbiasa menggembok ganda pintu nya dia selalu berhati hati orang nya tak pernah ceroboh.


Lisa tak kalah cantik dengan lia mereka adik beradik yang sangat cantik dan manis aku tak menyesal karena sudah m*m*p*r*o*a Lia dulu, bahkan aku bersyukur karena aku bisa memiliki wanita yang sangat amat cantik itulah sebabnya aku tak mau melepaskan dia dari pelukan ku aku tak mau itu terjadi.


"Assalamualaikum. Lisa liss keluar Lisa ini aku dani Abang ipar mu"


"Lis, di dalam ada lia dan anak anakku kan? Tolong bilang pada mereka suruh mereka pulang a aku mohon aku berjanji tidak akan menyakiti mereka lagi."


"Lisa.."


Lama aku berteriak di balik gerbang namun tak ada tanda tanda kehidupan sama sekali di dalam sana. Aku duduk di depan pagar namun tiba tiba seorang ibu ibu lewat dan hendak ke rumah nya kebetulan dia adalah tetangga Lisa.


"Mas, Kaka iparnya lisa kan?"


"Ya Bu, ibu tau ga mereka kemana?"


"Kemarin saya liat lisa dan keluarga pergi tapi saya ga tau mereka kemana."


"Oh gitu ya Bu makasih ya atas informasinya, Bu nanti kalau mereka sudah pulang tolong hubungi saya ya, ini kartu nama saya. Kalau gitu saya permisi ya Bu"


"Oke pak."


Aku menelan kecewa ternyata mereka tidak ada di rumah lantas mereka kemana? Atau jangan jangan mereka balik ke kampung? Tapi rasanya ga mungkin mereka ke sana karena rumah yang di sana kan sudah di jual trus mereka kemana? Aku terus bertanya tanya pada diriku sendiri kemana mereka pergi dan aku harus cari Kemana lagi rasanya aku sudah hilang semangat untuk melakukan apapun semangat dalam hidupku adalah mereka, mereka bagaikan penyemangat ku di setiap aktivitas ku sungguh aku merindukan itu semua, Lia kembalilah padaku lia aku mohon aku bisa mati kalau terus menerus seperti ini.