AMARA

AMARA
Bab 31



Saat aku sedang menonton tv bersama dengan Amara tiba tiba mas dani pulang dengan raut wajah yang tak enak di pandang aku rasa dia sedang menahan marah tapi kenapa, dan apa hubungannya dengan Sonya? Kenapa mereka? Aku bertanya-tanya dalam hati.


Dan setelah beberapa saat kemudian mas dani dan Sonya datang tapi ko mereka bawa koper sih? Mau kemana mereka? Kenapa mereka bawa koper segala? Dan kelihatan nya mereka sedang ribut...


Dan benar saja mereka sedang ribut dan ternyata Sonya selingkuh lagi dan apa? Dia hamil tapi ko bisa? Apa dia hamil dengan selingkuhannya? Tapi tunggu dulu mas dani bilang dia selingkuh sama adik temannya mas dani? Wahh bisa masalah besar tuh si Sonya.


Tuh kan bener akan ada masalah besar mas dani mengusir wanita itu tapi ko dia bawa bawa namaku dan juga putriku apa salah kami berdua kenapa dia membawa mama kami berdua? Dasar aneh.


Dia bilang mas Dani aku rebut? Aku tak bakalan seperti ini kalau tidak dia ganggu dulu dan apa berani sekali dia menghina anakku namun tiba tiba ahhh kepala ku sakit sekali rasanya kenapa seperti ini? Aku pernah mendengar menurut dokter aku tak boleh mendengar keributan atau bentakan keras karena itu akan membuatku tertekan lagi dan besar kemungkinannya akan kembali depresi seperti kemarin.


Aku di bawa oleh BI edoh ke dalam kamar dan aku di berikan obat oleh nya untung saja Al sedang tidur di kamar kalau tidak ia pasti akan menangis dengan sangat kencang karena keributan ini, setelah bi edoh memberikan ku obat aku langsung menelfon adikku untuk menjemput ku besok aku tidak bisa terus menerus tinggal bersama lelaki ini aku akan menceraikan nya suka maupun tidak aku ga peduli aku sungguh akan bercerai dengan dia aku sudah membuat Sonya dan dia merasakan bagaimana sakit nya menjadi aku dulu.


"Hallo dek besok ke rumah mbak ya mbak mau nginap di rumah mu."


"Kenapa mbak.? Maksud ku kenapa mbak seperti sudah menangis? Ada apa?"


Lalu aku menceritakan semuanya pada Lisa dan besok Lisa dengan Ilham akan menjemput ku dan selama proses perceraian aku tak akan kembali pada rumah ini.


Keesokan harinya


Saat aku bangun ternyata amara tidur denganku lalu mas dani tidur dimana? Aku langsung mandi dan bersih bersih setelah itu aku ke dapur seperti biasa aku memasak hidangan untuk menu sarapan nanti, saat sedang menyiapkan semuanya Amara datang dia bertanya apakah aku baik baik saja?


Jelas aku menjawab baik baik saja, lalu aku menanyakan keberadaan mas dani dan Sonya terlihat jelas di raut wajah nya yang nampak bingung mendengar ku bertanya soal mereka. Pasti anakku bingung karena semalam aku sakit karena ulah nya mereka, Amara belum tau rencana ku tapi aku berharap ia akan setuju dengan keputusan ku nanti.


Tepat pukul set tiga sore adik ku dan suaminya tiba sedangkan kami sudah menyiapkan semuanya perlengkapan Ali sudah ku kemas semua bahkan baju baju suster pun aku sudah menyuruh nya bersiap karena kami akan pindah.


Dan pukul tiga sore tiba mas dani pulang mukanya langsung pucat pasi melihat adikku dan suaminya. Kenapa dia begitu takut dengan adikku?


Setelah ia selesai membersihkan badan ia pun ikut berkumpul dengan kami, sebelumnya aku sudah berpamitan dengan damar dan juga Sinta, namun ternyata Sinta juga ingin pamit dengan ku karena ia akan pergi menjauh dari sini bersama kekasihnya dan damar pamit pergi ke luar negeri bersama istrinya yang aku tak tau kapan mereka menikah.


Dan akupun merestui kepergian mereka aku memberi kan alamat baruku dan jelas kami sudah janjian tidak akan ada yang boleh memberikan alamat baru ku pada siapapun, aku percaya mereka berbeda dengan kedua orang tuanya karena sejauh ini mereka sangat dekat dengan ku bahkan mereka jauh lebih menanggap ku sebagai ibu kandung mereka.


Adikku Lisa memberitahu kannya tujuan mereka datang kemari untuk apa dan hal itu berhasil membuat mas dani kaget ia mencoba meminta maaf dan memohon agar aku memberikannya kesempatan kedua namun hal itu tak aku berikan karena aku sudah cukup sakit selama bertahun tahun, biarkan saja dia merasakan apa yang aku rasakan sebenarnya aku tak mencintai mas dani aku menerima lamaran nya karena hanya untuk membalas sakit hati padanya dan Sonya dua orang yang telah tega mengorbankan masa depan anak kampung seperti ku ini.


Aku bangkit dari tempat dudukku lalu aku berjalan ke belakang sofa dan mengambil koperku serta koper al yang di ikuti oleh mimi suster anakku dan amara, kami semua berjalan menjauh dari mas dani namun lagi dan lagi ia memohon pada kami untuk tidak pergi dan dia pun memohon pada Amara agar amara membujukku supaya aku tak pergi dari kehidupan nya.


Aku rasa sudah cukup sandiwara ini aku sudah tak mau lagi berurusan dengan mereka aku sudah membuat ia pisah dengan sonya dan sekarang aku meninggalkan nya memang ini terlihat tidak adil bagi mereka tapi apakah adil bagiku? Yang mengalami perundungan dan cemoohan dari warga di kampungku.? Bahkan aku sampai harus di pasung karena di anggap sudah gila yang seharus nya di pasung itu mereka berdua karena sudah membuat amara anakku tidak mendapatkan perhatian dan kasih sayang seorang ibu sedari lahir.


Biarlah Al menjadi urusanku nantinya aku rasa sudah cukup restoran dan perusahaan yang mas Dani berikan pada amara dan al itu bisa menjadi nafkah Al hingga dewasa nanti, sedangkan amara di berikan juga rumah ini ya mungkin nanti setelah mas dani pergi bekerja aku baru akan datang kembali ke sini dan akan menjualnya aku tak peduli mas dani akan tinggal dimana toh ia banyak uang ia bisa tinggal dimana saja semau dia, sebelum kami sampai di rumah baru aku menyempatkan diri untuk singgah ke supermarket untuk membeli bahan pokok karena rencana nya aku akan menyuruh semua orang yang ada di rumahku nanti yang memungkinkan besar di kenali mas dani atau orang orangnya, siapa tidak di keberadaan kami semua.


Hanya butuh satu jam untuk sampai ke rumah baruku ya aku sengaja tak jadi ke rumah Lisa adikku karena aku tau mas Dani pasti akan menyusul ku kesana dan akan berusaha kembali membujuk ku agar aku kembali padanya dan melupakan semua yang telah terjadi.


Aku tak mau itu terulang kembali sudah cukup aku membuat mereka menderita seperti itu biarlah mereka hidup dengan karma mereka sendiri yang telah aku ciptakan untuknya aku tak peduli, rasa peduli ku pada mas Dani sudah lenyap seketika dengan rasa benci ini.


Aku tak membenci Al tapi aku membenci mas dani aku sangat benci dengannya bahkan aku mengompori amara untuk ikut membenci ayah nya dan aku berhasil amara sangat benci dengan mas dani bahkan ia tak mau melihat wajah ayah nya itu, aku senang melihat ini semua biar dia merasakan sakit yang aku rasakan jauh dari anak dan tak bisa memberikan kasih sayang padanya ya sebab itulah aku mengompori amara bukan niat hati untuk menyakiti al namun aku hanya ingin mas Dani mengerti tentang bagaimana rasnya menjadi aku.