AMARA

AMARA
Bab 18



Aku lia, aku berasal dari salah satu kampung yang berada di daerah jawa barat aku mempunyai adik yang bernama Lisa dan kedua orang tuaku sudah meninggal saat aku masih duduk di bangku sekolah sedangkan Lisa masih duduk di bangku SMP.


Ibu dan ayah meninggal karena sebuah kecelakaan motor, motor mereka di tabrak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, setelah itu terjadi aku harus banting tulang agar bisa menghidupi ku dan adikku bahkan aku harus putar otak mengatur semua keuanganku siapa cukup untuk sekolah dan makan kami berdua.


Lisa pun terpaksa harus menjajakan makanan di sekolah nya agar dia mendapatkan uang jajan tambahan dan di tabung untuk keperluan mendesak nanti.


Saat aku sudah lulus aku bekerja di toko sembako di kampung ku, aku bertahan bekerja di sana untuk membiayai sekolah adikku dan akhirnya Lisa lulus dan melanjutkan seolah SMA awalnya Lisa menolak untuk sekolah dan ingin membantu ku tapi aku cegah, karena aku tak ingin masa depan adikku berantakan.


Tiga tahun berlalu akhirnya adikku lulus SMA dan satu Minggu kemudian aku memutuskan untuk pergi ke kota mencari kerja dengan bermodal ijazah dan nekad, ya kalau ga nekad mana tau hasil nya seperti apa.


Aku masih mencari pekerjaan sampai akhirnya aku dapat panggilan dari restoran dengan gaji yang menurut ku sangat besar itu, aku ngekos yang lumayan jauh tempatnya dari tempat kerjaku saat ini.


Satu bulan aku bekerja di sana dan aku mendapatkan kabar kalau adikku Lisa sudah mau ada yang meminang tapi dia suruh lelaki itu menunggu dulu.


Setiap aku gajian aku selalu memberikan nya pada Lisa, aku hanya minta untuk bayar kosan dan makan mu sehari hari, ya aku tau kalau soal keuangan Lisa sangat jago ketimbang aku.


Sampai pada malam itu nasib sial berpihak padaku, aku yang saat itu sedang menunggu bus tiba tiba saja ada tiga orang lelaki di mobil itu, dua lelaki yang memakan mulutku dan yang satunya mengemudi.


Aku di bawa oleh mereka yang ntah mau kemana, aku sangat takut aku menangisi sejadi jadinya karena rasanya sungguh membuatku takut sekali.


Setelah beberapa saat kemudian aku di turunkan di sebuah bangunan kosong, di sana sudah ada satu laki-laki yang sedang menunggu ku di sana, laki-laki itu bertubuh tegap dan hidung mancung skala yang tidak tertarik dengan lelaki seperti nya.?


Aku terus memberontak meminta di lepaskan tapi semua itu hanya sia-sia saja, mereka tak menggubris semua perkataan ku malah mereka mulai menarik celana ku dan membuka baju tanpa merobeknya terlebih dahulu.


Setelah semua tak tersisa yang mungkin lelaki kekar dan besar ini adalah bos mereka, tapi mau apa dia kesini.? Aku sungguh doi dengan kehidupan mu.


Mereka melucuti pakaian ku dengan posisi tangan dan kaki masih terikat di sebuah ranjang, aneh sekali ini bangunan kosong tapi kenapa ada ranjang di sini.?


Lelaki kekar itu menghampiri ku, dia mencium seluruh tubuhku dengan bringas dan dia membuat tanda cinta di dua bukit kembar milikku, tak cukup sampai di situ dia terus bermain dengan permainan nya.


Jelas aku berontak menolak dan berteriak namun sayang suaraku tak ada yang mendengar satu orang pun. Lelaki itu meminta kedua temanya untuk melepaskan ikatan di tangan dan kaki ku saat tangan dan kaki ku berhasil di lepas aku langsung memukul mukul badan lelaki Yang ada di atas ku saat in.


Apakah dia gak mau di liat sama kedua lelaki di belakang nya.? Setelah puas bermain main sedetik kemudian.. **** ahhhh huhuhu aku menjerit dan menangis saat dia berhasil menerobos gerbang pertahanan ku.


Aku menangis sejadi jadinya namun dia terus menerus bermain tanpa henti, dan dia pun memuntahkan cairan itu di dalam rahimku. Setelah dia selesai penyiksaan ku masih berlanjut dan sekarang apa.? Kedua temannya juga ingin mencoba ku.? Oh tuhan bantu aku agar aku terbesar dari sini aku mohon tuhan, aku tak mau berada di sini terlalu lama.


Sekitar dua jam berlalu akhirnya mereka selesai dengan semua permainan nya, ya aku di gilir ke sana dan kemari.


Sebelum mereka pergi lelaki itu sempat menanyai siapa namamu dan ingin membayar ku atas semua perbuatan darinya.


"Siapa namamu gadis cantik.?"


"Aku lia, dan ku mohon jangan lakukan itu lagi ini sangat sakit." Ucapku memohon


Dia berlalu begitu saja, aku akan ingat terus nama perusahaan itu sampai kapanpun.


"Maaf pak Dani, mau kita apakan dia sekarang.?"


"Pakaikan lagi baju padanya aku tak mau ada lelaki lain yang lebih kejam dariku mencoba tubuhnya yang seksi itu."


"Baik pak."


Saat mereka mendekat aku berontak dan aku bilang kalau aku bisa pakai baju sendiri, tapi sayang badan ku yang sakit sakit dan lemas ini berkata lain.


Dan mau tak mau aku harus menuruti nya, tadi dua orang ini bilang lelaki itu bernama Dani, ya aku pun akan mengingat bagaimana perlakuan dia aku berharap nanti aku akan bertemu dengannya dan membalaskan semuanya.


Beberapa bulan berlalu semenjak kejadian itu aku ingin sekali m*n*g*u*u*k*n kandungan ku ini semua cara sudah ku lakukan tapi sayang anak yang ku kandung ini sangatlah kuat, dia tetap bertahan walau dengan berbagai cara dan jamu sudah ku lakukan.


Aku berhenti dari pekerjaan ku, dan putuskan untuk pulang ke kampung setelah beberapa jam kemudian aku sampai di kampung dan di sambut oleh adikku Lisa.


"Assalamualaikum Lisa, mbak pulang."


"Waalaikumssalam Alhamdulillah mbak sudah pulang, mari mbak masuk."


Saat kami sudah duduk di kamar ku dia langsung menanyai tentang semua yang terjadi padaku dan aku menceritakan semuanya padanya dengan sangat detail, dia hanya manggut-manggut mengerti.


"Kasian ponakan bibi ini." Ucapnya sambil mengelus perut ku yang sudah mulai keliatan membuncit sedikit kalau aku memakai baju agak ketat dikit.


Hari demi hari berlalu aku diam di rumah dan tak pernah keluar sekalipun menyapu halaman, aku hanya membantu adikku di bagian dalam rumah sedangkan semua yang berhubungan dengan dunia luar aku serahkan pada adikku.


Namun saat itu aku merasa bosan aku keluar rumah dan bertemu dengan Bu Rika si ratu gosip di kampung ku ini.


"Eh Lia sudah pulang." Katanya


"Iya Bu."


"Wah sudah nikah ya, perut nya sudah besar mana suamimu Li.?"


Aku diam tak menjawab


"Atau jangan jangan kau hamil di luar nikah ya.? Kau jual diri di kota sana.? Miris sekali lia wajah mu yang cantik itu kau jadikan senjata untuk menggaet lelaki kaya dan lihat sekarang kau hamil." Cerocos nya panjang lebar.


"Aku bukan hamil karena jual diri tapi aku di perkosa aku di culik kalau tak tau apa apa alangkah lebih baik diam saja." Ucapku sambil berlalu pergi


Huff dasar Bu Rika kepo aja dan dia berpendapat dengan pikirannya sendiri tanpa bertanya kejadian yang sesungguhnya aku yakin setelah ini pasti akan ada banyak berita hoax yang bertebaran padaku dan aku harus kuat dengan semua ini.