AMARA

AMARA
Bab 27



Saat aku sedang nongkrong di caffe tempat langganan ku tak sengaja melihat bu Sonya bersama seorang pria yang menurut ku sedikit tampan namun yang menjadi perhatian ku adalah mereka terlihat sangat mesra bahkan tak segan mereka berpegang tangan, aku berpikir ini adalah kesempatan yang sangat bagus untuk menjadi titik kehancuran bu Sonya yang menurut ayah kalau Bu Sonya tak mau di pergi dari rumah padahal ia sudah di talak satu oleh ayah sesudah ayah menikah dengan ibu.


Aku akan menjadikan ini barang bukti untuk mendepak bu Sonya dari rumah sebenarnya aku bisa saja mengusir nya dari rumah namun aku tak kuasa melakukan itu, aku masih ingin melihat nya menderita tapi sekarang aku kn mengusirnya lewat ayah. Tanpa pikir panjang aku langsung memfoto mereka setelah selesai akupun berpura pura lewat depan mereka yang kebetulan mereka berada di dekat arah ke toilet.


Aku berjalan semakin dekat dengan mereka dan aku pura pura menjatuhkan kunci mobil ku tepat di samping mereka dan taraaaa...


Saat aku menoleh sontak saja membuat bu Sonya kaget bukan kepalang ia langsung melepaskan tangan pria itu dan melotot ke arah aku, aku masih santai melihat mereka seperti itu bahkan aku senang bisa membuat bu Sonya senam jantung hahaha, aku melanjutkan langkahku menuju ke toilet dan saat aku keluar dari toilet rupanya Bu Sonya mengikuti ku sampai sini segini takut nya rahasia nya aku bongkar.


"Amara aku mau bicara sama aku."


"Apa.? Cepat katakan aku sibuk."


"Amara aku mohon jangan bilang pada mas Dani tentang apa yang kamu lihat tadi."


"Apa yang aku liat? Aku tak melihat apapun tadi."


"Jangan bercanda amara, aku akan berikan apapun padamu asal kamu tidak mengadukan ini semua pada mas dani kalau kamu mengadukan semua ini sekarang aku akan tinggal dimana? Setidak nya sampai aku dinikahi oleh mas bram agar aku ada tempat tinggal baru."


Oh jadi nama pria itu adalah bram, aku diam sejenak memikirkan apa yang akan aku lakukan setelah ini tapi setelah aku mendengar tawaran dari bu Sonya aku tertarik ingin melakukan sesuatu padanya, lalu aku menyunggingkan senyum padanya.


"Hmm baiklah aku tak akan melaporkan ini semua pada ayah, tapi satu syarat."


"Apa? Katakan lah."


"Jangan pernah mengganggu kebahagiaan ibuku lagi atau keluarga ku jika sampai ibu melanggarnya akan saya pastikan riwayat ibu tamat di tanganku."


"Baiklah aku setuju aku tak akan mengganggu mereka semua, terimakasih Amara."


Ia berlalu pergi meninggalkan aku yang masih berada di toilet.


"Tidak semudah itu kamu lepas dari cengkraman ku bu sonya aku akan tetap mengadukan semua ini pada ayah tapi tunggu aku mendapatkan banyak bukti perselingkuhan mu dengan pria bernama Bram" ucapku dalam hati.


Saat aku akan kembali ke mejaku rupanya mereka sudah tak terlihat lagi padahal aku sangat ingin melihat mereka lebih lama bermesraan agar aku lebih banyak mendapat kan bukti lagi, atau aku meminta orang saja untuk mengikuti mereka berdua? Ya aku akan menyuruh orang untuk mengikuti mereka akupun langsung menelpon orang kepercayaan ku selama ini.


"Hallo."


"Ya hallo Bu. Ada pekerjaan untuk ku?"


"Ya kau Carikan info semua tentang ibu tiriku dan pria yang bernama bram ikuti mereka kemanapun mereka pergi, agar ibu tiriku segera keluar dari rumah."


"Baik Bu, segera saya kerjakan."


Setelah menelfon aku kembali pulang ke rumah, dan saat sampai di rumah ternyata bu sonya sudah berada di rumah gercep sekali orang ini pulang segitu takutnya ia padaku.


Saat aku melewati nya ia menoleh ke arahku dan memandang ku seperti ingin memakan ku saja, jelas aku tatap balik dia buat apa aku merasa takut toh sama sama makan nasi dan semua bukti sudah aku kantongi sekali saja ia berulah maka akan taman riwayat nya di tanganku.


* * *


"Assalamualaikum." Ucap ayah masuk ke dalam rumah


"Waalaikumssalam." Ucap kami semua serempak yang kebetulan memang kami sedang berkumpul seperti biasa di ruang tv, ini sudah melahirkan dan sekarang adikku sudah berusia satu tahun dan selama ini pula aku tak mendengar kalau Bu Sonya akan di nikahi oleh pria itu, dan yang menurut informasi Bu Sonya berkencan bukan hanya dengan satu pria saja melainkan dengan beberapa pria di luaran sana, terlihat ayah seperti menahan amarah yang sudah siap untuk meledak ada apa ini? Apa ayah sudah mengetahui perselingkuhan Bu Sonya? Tapi dari siapa? Aku bahkan belum memberitahu nya sama sekali.


"Mana wanita m*r*h*n itu?"


"Sonya, Sinta mana ibumu?"


"Ibu sedang berada di kamar." Tanpa berucap lagi ayah berlalu ke dalam kamar dan kami kembali menonton tv cukup lama mereka berada di sana dan ibu terlihat biasa saja, ya selama ini ibu sudah memaafkan bu Sonya aku tak tau apa alasan ibu memaafkan wanita itu.


Setelah beberpa lama menunggu akhirnya mereka keluar dari dalam kamar namun ada yang aneh kenapa Bu Sonya membawa koper, dan kenapa mata bu Sonya seperti habis nangis? Apa mereka bertengkar? Jika benar ini sangat membuatku merasa puas sangat puas aku melihat bu Sonya berjalan ke arahku.


"Heh anak h*r*m bukan kah kita sudah membuat kesepakatan agar kau tak mengadukan ini semua pada mas dani tapi kenapa mas dani bisa tau dan bahkan suamiku tau dengan siapa saja aku berkencan dasar anak tak tau diri."


"Bicara di jaga ya, lagian unik apa aku mengadu pada ayah? Toh tanpa aku adukan juga ayah sudah tau bukan? Trus kalau ayah tau kenapa? Bukannya bagus ya atau jangan jangan kamu kebingungan Karena tak ada tempat untuk tinggal?" Ucap ku mencemooh


Plak


Bu Sonya menampar ku, kurang ajar sekali beraninya ia menampar ku jelas saja aku balas tamparannya


Plak


Serangan balik dariku


"Sudah cukup." Ucap ibu menghentikan perkelahian kami, Bu Sonya melirik ibu dengan sinis


"Heh wanita m*r*h*n mau apa kamu ha? Kamu sama murah*n nya dengan anakmu ga usah sok baik kamu denganku j*j*k aku liatnya."


Ibu seperti syok mendengar ucapan Bu Sonya berani dia berkata kasar pada ibuku, ini tidak bisa aku biarkan.


"Mas ada apa ini?" Tanya ibu pada ayah


"Wanita ini telah berani berselingkuh denganku bahkan selingkuhan nya itu adalah sepupuku, Bram adalah sepupuku."


Apa? Jadi pria yang bernama Bram itu spupu nya ayah, tapi bagaimana bisa?


"A-apa mas?" Ucap bu Sonya yang tak kalah kaget nya


"Ya dia adalah sepupuku yang selama ini berselingkuh denganmu bahkan ia sudah memiliki istri dan kau rupanya kau mengharapkan untuk di nikahi oleh nya, jangan bermimpi kamu sonya ia sudah memilih istri itu sebabnya selama ini kau. Tak pernah di beri kepastian karena jelas saja ia akan memilih istrinya."


"A-apa? Tapi bagaimana bisa mas? Maksudku bagaimana bisa mas tau tentang semua skandalku?"


"Apa kau pikir aku bodoh hah? Jelas aku mengetahui nya kau sering keluar masuk hotel milik sahabatku dan kau tau istri dari bram yang mengadu padaku."  Jelas ayah


"Sekarang kau keluar dari sini aku tak Sudi lagi melihat mu Sonya, dan mulai detik ini aku Dani Pedrosa menalak tiga Sonya Julianti dan mulai saat ini juga kau bukan lagi istri sah ku, jadi segeralah pergi dari rumah ini."


Bu Sonya kaget dan menangis secara bersamaan ia syok mendengar ucapan ayah yang telah menalak nya, bahkan talak tiga ayah layangkan padanya tanpa berpikir lagi.


"Anak ibu tolong ibu nak bilang ayah mu jangan usir ibu."


"Bu, meskipun aku bukan anak kandung ayah tapi aku setuju dengannya selama ini ayah sudah baik pada kita tah menumpangi kita telah menyekolahkan aku sampai ke jenjang S2, maaf Bu aku tidak bisa berbuat apapun, permisi aku mau ke kamar. Ayah bunda aku ke kamar dulu ya."


Ayah mengangguk


"Sinta sayang tolong ibu nak."


"Maaf Bu aku setuju dengan mas damar jadi aku permisi mau istirahat, mbak Amara, bunda ayah aku ke kamar ya."