
Akhirnya hari pernikahan ku pun tiba. semoga saja ayah tidak hadir dan mengacaukan semuanya, sungguh aku tidak berharap ia datang karena kedatangan nya akan membuat luka lama kembali lagi.
Tepat pukul sembilan pagi. Acara akad nikah pun di mulai dengan sangat khidmat, dan semua berjalan dengan lancar. Beruntung nya ayah tidak hadir dalam acara ini aku tak tau ia kemana tapi yang jelas aku sangat bahagia karena pernikahan ku dengan mas arul berjalan dengan lancar.
Dulu saat mas arul mengajak ku menikah. Aku sempat ragu karena aku tak ingin rumah tanggaku seperti hal nya rumah tangga ibu dan ayah, namun ibu selalu memberikan ku motivasi dan inspirasi baru. Bahwa rumah tangga itu tak semua seperti ibu dan ayah, jika saling terbuka dan saling jujur dan itulah yang membuatku menerima mas arul hingga kami memutuskan untuk menikah.
"Selamat ya nak. Semoga rumah tangga mu dan nak arul langgeng, tidak seperti rumah tangga ibu dan ayahmu."
"Makasih Bu. Ibu jangan merasa sedih oke karena aku akan tetap tinggal bersama ibu, iya kan mas?"
"Benar Bu. Kami akan tetap tinggal bersama ibu, kami tidak akan meninggalkan ibu sampai kapanpun itu."
"Terimakasih banyak nak."
Ibu memeluk kami berdua. Ya memang ibu dengan mas arul sudah sangat dekat, bahkan seperti anak kandung sendiri. Sampai akhirnya tiba lah di acara resepsi pernikahan ku dan mas arul, semua masih berjalan dengan lancar dan ayah tidak hadir sampai acara kami selesai dan para tamu undangan pada pulang.
Namun pada malam harinya ayah datang ke rumah. Dengan membawa sebuah kado untukku lebih tepat nya kado pernikahan.
"Malam anak anak ayah. Apa kabar?"
"A-ayah... Bagaimana bisa ayah ke sini?"
"Apa ayah tidak boleh bertemu dengan anak anak ayah? Ayah ke sini untuk mengucapkan selamat padamu nak, selamat ya nak atas pernikahan nya. Semoga pernikahan mu langgeng."
"Ya terimakasih ayah. Tapi lebih baik ayah pergi saja, karena kami tidak memerlukan ayah di sini dan kami tidak mengharapkan ayah datang."
"Tapi nak. Ayah kemari ingin bertemu dengan ibumu, ayah rindu dengan ibumu. Ayah menyesal nak. Ayah mohon ijinkan ayah bertemu dengan ibu."
Uh kenapa sih ayah selalu saja mengacaukan semuanya. Aku tak mau ayah membuat ibu menangis lagi, apa lagi semenjak kejadian ayah menculik al sungguh itu menambah kebencian ku tehadap nya.
"Ibu sedang istirahat. Jadi ayah pergi saja dari sini."
Lagi lagi aku mengusir ayah pergi dari rumah. Aku tak suka ayah di sini, aku lebih suka ayah berjauhan dengan ibu. Bukan karena aku ingin menjadi anak durhaka tapi aku lebih mementingkan prasaan ibu daripada dosa ku terhadap ayah.
Ibu adalah segalanya bagiku. Karena ayah ibu sekarang menjadi sakit sakitan, ibu memiliki trauma yang berat tapi selama bertahun tahun ayah hidup dengan kemewahan dan kejayaan sedangkan aku dan ibu? Arghhhhh ini tidak adil.
Setelah beberapa kali pengusiran akhirnya ayah pergi dari rumah ku. Maafkan aku tuhan jika aku bertindak kurang ajar pada ayahku sendiri, tapi aku melakukan ini semua demi kebaikan ibuku. Wanita yang telah melahirkan aku dan berjuang mempertahankan aku di dalam perut nya meskipun banyak segala guncangan dan hinaan yang ia dapatkan.
Akhirnya semua selesai. Aku dan mas arul masuk ke dalam kamar, kami berbincang di sana membahas langkah apa lagi yang akan kami lakukan untuk mencegah ayah bertemu dengan ibu.
Mas arul sudah mengetahui semuanya. Ia tau kalau ayah sudah membuat ibu menjadi seperti ini, dan ia juga tau kalau aku sedari kecil tidak pernah mendapat kan kasih sayang dari seorang ayah.
"Dek. Apa kita tidak terlalu keras pada ayahmu dek?"
"Maksud mas itu. Apa kita tidak terlalu kasar pada ayah, kita tidak memberikan kesempatan pada ayah untuk bicara dengan ibu."
"Apa mas lupa. Terakhir ayah bertemu dengan ibu.! Dan berakhir dengan sebuah pertikaian dan penculikan adikku Al."
"Mas tau dek. ya sudah maafkan mas ya karena mas sudah lancang, ikut campur urusan keluarga mu. Mas seperti ini karena kamu sekarang menjadi tanggung jawab mas, dosamu menjadi tanggung jawab mas."
"Maafkan aku mas. Aku tak bisa menerima ayah sebagai ayah ku lagi. Aku benci dengannya."
"Ya sudah. Ayok kita tidur saja. Maafkan mas ya dek."
Sebenarnya maksud mas arul itu baik. Ia tak ingin membuat ku berdosa pada ayah, namun rasa benci ini terlalu besar bagiku. Aku benci ayah aku tak mau bertemu dengan ayah.
Keesokan harinya
Aku turun dari lantai dua dan menuju meja makan untuk sarapan. Mas arul ia sedang bersiap untuk ikut sarapan di bawah, sedangkan orang tua mas arul sudah pulang lagi ke Amerika. Karena di sana mereka memiliki usaha yang tidak bisa di tinggalkan berlama lama.
Mas arul lelaki yang baik dan pengertian. Ia selalu mengerti tentang apa yang aku mau dan apa yang tidak, begitu juga sebaliknya aku tau persis apa kesukaan mas arul dan apa yang tidak.
"Pagi Bu." Ucapku sambil mencium kening ibu
"Pagi sayang. Dimana Arul? Ayok kita sarapan, tuh lihat adikmu sarapan dengan lahap."
"Itu mas arul Bu. Sayang ayok sini sarapan dengan kamu."
Kami pun sarapan dengan khidmat. Dan saat kami selesai sarapan. Tibalah para art imut sarapan ya tentu nya dengan menu yang sama tapi semua di ganti dengan yang baru, aku tak peduli itu majikan atau pekerja di rumah ini.
Karena memang selama ini aku tak sendirian. Aku selalu di ikutin juga aku, tapi biasa saja karena aku merasa sudah terlalu sering.
Karena aku tak mau para pekerja ku merasa tidak betah saat bekerja denganku. Setelah selesai semuanya kami semua bersantai di taman sambil liat adikku bermain.
"Maafkan Kaka dan ibu ya dek. Karena kami, kamu tidak mendapatkan kasih sayang dari seorang ayah." Ucapku dalam hati.
Sebenarnya aku memiliki rasa kasian ia. Kerabat pun tak punya, ahh andai saja ayah tidak melakukan hal untuk kedua kalinya. Your baby itu plastik nya di ikutin masak? Namun aku tak tau apa yang di masak nya.
Menurut pengakuannya ternyata ayah nya lestari. Leslar nya sedang bersenang senang karena ini semua rekaman di cctv semua setiap penjuru rumah ku ini.
Kali ini aku tidak boleh terburu buru karena aku tak mau lilinnya masuk ah sudah ngaku anak ini.
Tunggu apa lagi mas cepat keluar dari rumah ini sekarang juga. Atau aku mempermasalahkannya.