ACIEL'S DIARY : INDIGO

ACIEL'S DIARY : INDIGO
LEMBARAN 4.14 : PERTUMBUHAN & PERLAWANAN



Jangan pergi ke gunung bagian barat.


Itu adalah pesan yang Master berikan sebelum dia pergi, karena ada pesta besar yang diadakan para Roh di sana dan hal itu akan membuat seseorang dengan kapasitas Energi Spiritual tertentu terseret ke dalamnya dan tanpa sengaja mengikuti pesta tanpa persetujuan mereka.


Aku memahami itu dan berencana untuk memberitahu Mona untuk tidak pergi pada gunung bagian barat tapi ada satu hal tak terduga yang terjadi.


Saat aku datang pada lapangan dan mendengarkan pembagian daftar pengamatan yang akan dilakukan selanjutnya, kelompok kami yang berisi tiga orang mendapatkan bagian untuk mengamati beberapa tanaman yang terletak di bagian barat dan selatan gunung.


Kalau sudah begini, tidak ada pilihan selain aku yang pergi sendiri ke bagian barat gunung dan saat aku menyampaikan hal itu, sesuai dugaan keduanya langsung menolak mentah.


Mereka mengungkit hal yang terjadi sebelumnya. Untuk mengatasi itu aku menyeret Mona ke sampingku dan menjelaskan detail situasinya dengan beberapa modifikasi, Mona yang mengetahui fakta jika aku bisa melihat para Roh pun mempercayainya.


Dengan itu, Mona menjadi jembatan untuk membawa Ella pergi menjauh dan masalah kelompok kami pun terselesaikan. Sisanya hanyalah bagaimana caraku untuk menyelinap pada hutan gunung bagian barat tanpa ada satupun Roh yang mengetahui identitas ku.


Karena akan ada pesta besar yang diadakan di sana, pastinya akan ada sangat banyak Roh yang berlalu lalang dan berpapasan dengan mereka di tengah jalan adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari.


Untungnya, aku memiliki penyelesaian untuk masalah itu juga. Dengan topeng penyamaran yang Ebi berikan sebelumnya, setidaknya aku bisa menyamarkan bau manusia pada tubuhku dan berpura-pura menjadi seorang Roh yang berpartisipasi.


Meskipun bau manusia di tubuhku tidak dihilangkan semuanya, itu sudah cukup.


Dengan semua persiapan itu, besoknya aku pergi menuju pegunungan bersama Mona dan Ella lalu kami berpisah di tengah jalan. Dengan Ella serta Mona yang menuju selatan dan aku yang menuju Barat.


Setelah memastikan tidak ada apapun di sekitarku, aku segera mengenakan topeng. Untuk penampilanku memang tidak berganti tapi dari sudut pandang para Roh yang melihatku, aku seharusnya terlihat seperti Roh pada umumnya.


Itulah yang dikatakan Ebi, setidaknya aku akan aman selama tidak membiarkan para Roh itu terlalu dekat dan mencium bau tubuhku. Dengan kepercayaan itu pada diriku, aku pun mengambil langkah.


Ada cukup banyak Roh yang aku lewati saat menuju titik untuk menyelesaikan tugas pengamatan dan sebagian besar Roh itu membicarakan tentang pesta yang akan diadakan.


Terlebih semakin aku masuk ke bagian barat gunung, kabut yang ada di sekitar semakin tebal dan sedikit mengaburkan pandanganku. Aku harus waspada untuk melangkah dan mengambil arah.


Lalu ada beberapa Roh yang berlewatan juga menyebutkan sesuatu seperti datangnya tamu agung saat pesta besar diadakan.


Aku cukup penasaran dengan itu tapi prioritas tertinggi yang ada padaku saat ini adalah pergi dan kembali secepat mungkin tanpa diketahui. Aku bisa menanyakan detail pestanya pada Master nanti.


Setelah berjalan mengiringi hutan yang dipenuhi kabut dan para Roh itu, akhirnya aku menemukan tanaman yang aku cari.


Butuh waktu satu jam sampai aku tiba di titik tanaman yang harus diamati. Tanpa membuang waktu sedikitpun, aku langsung memulainya dan berusaha menyelesaikannya secepat mungkin.


____________________________________


Satu jam setengah berlalu sejak aku memulai pengamatan dan semuanya pun selesai, ini memakan lebih banyak waktu dari apa yang aku perkirakan karena tanaman yang cukup rumit.


"Bukannya tugas pengamatan ini hanya formalitas? Bisa-bisanya para guru memberikan tugas merepotkan seperti ini."


Selagi menggerutu kesal, aku merapikan semua alat dan memasukkannya ke dalam tas, melakukan pengecekan ulang dan selesai. Tapi begitu aku akan pergi dari hutan, sebuah suara teriakan terdengar.


"Jangan ganggu aku—!!"


Dan sayangnya, aku mengenali suara ini.


Ini adalah suara yang dimiliki gsdis kelinci itu, apa yang dia lakukan di sini? Apapun itu aku harus segera mencari sumber suara dan menemukannya, dia pasti dalam kesulitan sekarang.


"Ya ampun, aku benar-benar tidak bisa mengabaikan sesuatu seperti ini. Master pasti memarahiku jika tahu kalau aku ada di sini."


Melewati kabur tebal, menghilangkan kehadiranku dan memusatkan telingaku, melangkah menuju titik dimana suara teriakan menjadi semakin jelas. Kabut ini semakin tebal, aku harus segera menemukannya.


"Dasar tidak berguna!! Pergilah!! Roh lemah sepertimu tidak diizinkan untuk mengikuti pesta!!"


Bagus, aku bisa mendengar semakin jelas. Tidak jauh lagi sampai titik dimana mereka berada, jalan mana yang harus aku ambil? Kiri menggambarkan kesialan jadi mungkin lebih baik memilih kanan.


"Berisik!! Aku akan mencobanya sendiri jadi jangan menghalangiku!! Menyingkir dariku!! Kenapa kalian selalu menghalangiku?! Jika kalian tidak ingin minggir, maka aku hanya perlu memaksanya!!"


Ah, semak-semak itu. Dari suaranya, mereka Pasti ada di baliknya.


Aku berlari, mengecek topengku sekali lagi untuk memastikan keamanannya dan menyandarkan punggung pada pohon, melihat jauh pada balik semak-semak dengan tiga bayangan.


Mereka ada di sana, tapi kabutnya terlalu tebal. Aku tidak bisa melihat apapun ... Huh?


Dalam waktu yang singkat, timbul sebuah hembusan angin yang cukup kuat, membentuk pusaran dan menghapus kabur di sekitar. Aku segera menyembunyikan diriku dan melihat pada tiga bayangan yang mulai terlihat jelas.


Itu memang si gadis kelinci dan dua Roh di depannya, itu Roh sama yang mengganggunya sebelumnya. Tapi ada yang berbeda kali ini, tampaknya gadis kelinci itu melawan dan membentuk sebuah kuda-kuda dan menyatukan tangannya.


Meskipun tidak terlalu jelas, aku bisa melihat sedikit gelombang angin yang berputar di sekitar tangan gadis itu, menghamburkan rambutnya.


Jadi gadis itu yang menghasilkan hembusan angin barusan, ya? Tidak buruk. Dia sudah memutuskan untuk melawan, intinya adalah tidak membiarkan dirimu diremehkan dengan mudah.


Tapi—


"Dasar sialan!! Akhirnya kau mulai melawan, ya?! Akan aku beri pelajaran kau!!"


"Arghh—!! Hentikan!!"


"Mana mungkin angin lemah sebelumnya mempengaruhi kami, kan?! Berani-beraninya kau meremehkan kami, akan aku pastikan kau menyesalinya!! Hei, pegang kedua tangannya!! Aku akan menghajarnya!!"


Salah satu Roh itu menghampiri si gadis dan memegang kedua tangannya, memutar itu menuju punggungnya dan menahannya. Sedangkan Roh lainnya menaikkan lengan pakaiannya dan mengepalkan tinjunya.


Gadis kelinci itu memberontak, wajahnya pun tampak kesakitan. Meskipun tenaganya masih sangat kurang jika dibandingkan dengan kedua Roh itu. Dia terus melawan dengan menendang kakinya dan menggunakan telinganya untuk menampar Roh di belakangnya.


"Dasar sialan!! Diam dan berhentilah memberontak!!"


"Mana mungkin aku akan berhenti!! Lihat saja!! Aku akan terus melawan!!"


"Dasar tidak berguna!!"


"Hei!! Jangan melepaskannya!! Aku akan memulainya!!"


"Ya!! Cepatlah mulai saja!!"


Baiklah, kurasa sudah waktunya keluar.


Apa topengnya lebih baik aku lepas atau pakai saja, ya? Mungkin lebih aman untuk memakainya, tidak ada yang tahu tentang apa yang mungkin akan terjadi kedepannya.


Aku harus berjaga-jaga untuk kemungkinan terburuk.


"Baiklah!! Rasakan ini!! Dasar kelinci sialan!!"


"Uhhhh—!!! Huh?"


Sebelum pukulan Roh itu mengenai wajah dari gadis kelinci, tanganku sampai lebih cepat. Aku meluruskannya dan mengarahkannya pada dua Roh pengganggu itu, menghentikan gerakan mereka.


Selagi keduanya masih memasang raut terkejut, aku berjalan mendekat.


"Bukannya aku sudah bilang pada kalian sebelumnya? Untuk tidak melakukan hal seperti ini lagi. Apa kalian sudah melupakannya?"