ACIEL'S DIARY : INDIGO

ACIEL'S DIARY : INDIGO
LEMBARAN 2.13 : SANG PENYELAMAT HUTAN



Tik— Tik— Tik—


Suara dari tetesan air mencapai telingaku, membawa kesadaranku kembali. Aku mengangkat tubuhku yang anehnya terasa cukup berat, membuka mataku yang anehnya terlihat buram, dan menyentuh tubuhku yang anehnya terbungkus dedaunan.


Apa yang terjadi? Ah, benar.


Aku diserang sesuatu sebelum memasuki gua di tebing itu, sepertinya dadaku mendapat sebuah medali karenanya.


Apa Roh rusa itu yang menyerangku? Pertama, aku harus mendengarkan penjelasannya.


Aku bangun dari tempat tidur berisi jerami, melihat ke sekeliling. Aku ada di dalam ruangan tertutup dengan beberapa lubang yang terbangun atas susunan batu rapi berwarna hitam. Aroma buah-buahan menggelitik hidungku, dengan beberapa suara teriakan yang ada di bagian luar.


"Dimana ini? Dan dimana semuanya? Ini sedikit kejam karena tidak ada satu Roh pun yang menungguku untuk sadar dan meninggalkanku. Aku akan mengajari beberapa hal pada mereka tentang pentingnya sebuah moral."


Dengan tubuh bagian atas yang hanya terbungkus dedaunan, aku berjalan keluar dari ruangan batu itu dan menuju lorong. Ini terlihat seperti sebuah gua, tapi tidak terasa lembab.


Apa ini tempat tinggal Rune dan yang lainnya? Mereka membangun sesuatu yang bagus sebagai tempat tinggal.


Sebuah cahaya tampak pada beberapa meter di depan, aku segera melewatinya dan sebagian besar dari cahaya itu menyilaukan mataku.


"Minum!! Minum!! Ini waktunya pesta!!!"


"Jangan sisakan satu liter pun minuman!! Habiskan juga semua buahnya!!"


"Aku juga punya banyak akar dan asinan untuk camilan!! Kemarilahh!! Ada terlalu banyak untuk dihabiskan di sini!!!"


"Wohooo!!! Nikmati semuanya!!!"


Dan saat aku membuka mata selanjutnya, apa yang tampak di sana adalah dataran rumput hijau yang cukup luas, diisi dengan banyak Roh yang berpesta bersama arak dan buah-buahan. Suara teriakan memenuhi telingaku tapi hal itu segera menghilang.


"Hm? Apa?"


Semua Roh itu melihat ke arahku, terdiam di tempat.


Aku juga melihat Master beberapa meter di depan, yang tertidur dengan kendi bertuliskan 'Arak Surgawi' di sampingnya, kucing hitam kecil itu benar-benar terlihat nyaman di sana.


Pertama, aku harus menghampirinya.


Tapi—


"Wah, bukankah itu tuan Aciel? Kapan anda mendapatkan kesadaran kembali?"


Aku mendengar suara dari sisi lain dan menoleh ke arahnya. Rakun dengan tampilan tubuh yang cukup besar seperti pria tua ada di sana, dia juga dikelilingi oleh kendi Arak.


"Rune. Aku baru saja sadar beberapa saat lalu ... Apa kau bisa menjelaskan situasi yang terjadi di sini padaku? Aku benar-benar tidak bisa memahami apa yang sedang terjadi di sini."


Rune menggosok jenggotnya, kemudian melihat ke arah Master dengan wajah rakun miliknya. Lalu dia berpaling kembali padaku.


"Tentu saja saya akan menjelaskan situasinya pada anda tapi pertama-tama—"


Rune mengangkat tangannya dan menunjuk ke arahku, aku tidak bisa memahami artinya.


"Eh? Apa?"


"Semuanya!! Yang ada di sana adalah sang penyelamat yang sudah berkorban untuk mengembalikan hutan tercinta kita!! Bukankah ada beberapa hal yang harus kalian lakukan?! Angkat dia!! Jangan biarkan dia pergi sebelum memakan satu buah pun!!"


"Huh? Penyelamat? Angkat? Apa maksud .... ?!!"


Sebelum aku bisa memproses semuanya, kumpulan Roh di depanku langsung berlari ke arahku secara bersamaan dan mengangkat tubuhku, melemparkannya ke atas berkali-kali.


"Oh!! Jadi ini tuan Aciel!!"


"Terimakasih karena sudah membebaskan hutan kami!!"


"Saya pikir anda tidak akan pernah bangun lagi, bwahahaha!!!"


"Hei bajingan, apa yang kau bilang barusan?!! Apa kau menghina penyelamat hutan kita?!!"


Setelah itu, karena Rune yang tidak mau menjelaskan apapun padaku sebelum aku memakan buah-buahan terbaik yang sudah dia sediakan, aku memutuskan untuk memakan semuanya terlebih dulu.


Semua buah yang dia ambil terasa sangat enak dan berair, sangat jelas jika semua buah-buahan ini adalah kelas tinggi yang pastinya akan terjual cukup mahal di pasar. Apa hutan ini memang menyimpan banyak buah dengan kualitas setinggi ini?


Yah, biarlah.


Aku memutuskan untuk tidak terlalu memikirkannya dan memakan semuanya. Mereka juga menawariku Arak tapi karena aku ada di bawah umur, aku memutuskan untuk menolaknya dengan berat hati.


Untungnya, mereka semua memahami hal itu.


____________________________________


Langit biru cerah, memberikan cahaya hangat dari sang matahari, menyempurnakan suasana pesta dari para Roh yang menari dengan bahagia, membicarakan banyak hal diantara mereka sendiri.


Aku yang sudah menyelesaikan urusan dengan buah-buahan itu, membawa Rune dan Master ke satu sisi yang sepi. Kami duduk melingkari, melihat satu sama lainnya.


"Baiklah, Rune. Bisakah kau langsung memulai penjelasannya? Pertama, sudah berapa lama aku tidak sadarkan diri? Langitnya terlihat cerah dan cukup berbeda saat ini, apa aku sudah tidur selama beberapa hari?"


Rune mengangguk pelan, menjawab perkiraan ku.


"Lebih tepatnya, anda sudah tertidur selama dua hari penuh. Penyembuhan dari luka yang anda dapatkan sebelumnya pastinya membutuhkan waktu yang sedikit panjang, itu hal yang wajar."


Aku sudah mempersiapkan diri untuk itu tapi kata yang menyebutkan dua hari masih tetap membuat diriku terkejut, detak jantungku meningkat.


"Dua hari, ya? Kalau begitu, bukannya aku sudah tidak pulang ke rumah selama itu? Apa yang terjadi dengan keluarga yang menampungku?"


"Oh, kalau soal itu anda bisa tenang. Wasa mewakilkan diri untuk menggantikan demi menebus kesalahannya karena membiarkan anda terluka sebelumnya. Saat ini dia menyamar menjadi anda dengan bentuk fisiknya, jadi tidak ada masalah tertentu."


"Oh begitukah? Jadi dia juga bisa melakukan itu, ya? Aku paham. Yah, aku tidak perlu mengkhawatirkan apapun jika Wasa yang menggantikan ku. Selanjutnya, jelaskan situasi tentang Roh yang kabur itu."


"Baik."


Rune pun menjelaskan semua yang terjadi, tepat setelah aku tidak sasarkan diri karena lubang yang menembus dada kiri, disebabkan oleh serangan Roh rusa kutub sialan itu.


Tepat setelah aku mendapatkan serangan itu, Master datang dan membasmi Roh itu dengan cukup mudah. Tampaknya Roh itu sendiri memang termasuk ke dalam Tingkat Menengah.


Untuk Wasa, dia segera mengobati luka di dadaku dengan mencarikan Daun penghangat, itu adalah daun yang biasa digunakan oleh para Roh untuk menyegarkan daging manusia yang akan mereka makan.


Tapi disaat yang sama, daun itu juga memiliki efek menyembuhkan jika dipasangkan pada tubuh manusia yang masih hidup.


Entah aku harus merasa senang atau takut karena daun yang membungkus tubuhku ini, perasaanku cukup rumit tentang itu.


Tapi karena luka ini, sepertinya aku mulai dianggap layaknya seorang penyelamat bagi para Roh yang menghuni hutan ini. Mereka berpikir jika aku telah berusaha semaksimal mungkin untuk mengusir Roh rusa kutub itu.


Meskipun apa yang sebenarnya terjadi, aku benar-benar tidak berguna dan kehilangan kesadaran diri karena satu serangan. Tapi karena sudah terlanjur, aku tidak bisa melakukan apapun tentang itu.


Dan karena reputasi milikku yang sedikit meningkat di mata para Roh yang menghuni hutan ini, ada cukup banyak Roh baru yang mulai meminta untuk bergabung ke dalam perkumpulan Frouya.


Terkait itu, Rune memberikan sebuah kertas kayu berwarna kecokelatan dengan banyak tulisan aksara yang tidak bisa aku baca pada bagian depan dan belakangnya.


"Ini adalah daftar nama dari setiap Roh yang berniat untuk bergabung ke dalam perkumpulan anda. Totalnya ada dua puluh satu Roh, saya harap anda akan menemui mereka setelah ini."


Jadi ini daftar nama dari para Roh, ya?


"Aku mengerti, akan aku lakukan nanti."


Aku menggulung kertas itu dan menaruhnya pada saku di celanaku.


Aku pun mengecek daun yang membungkus tubuhku pula, tidak ada rasa sakit sedikitpun. Mungkin luka di dadaku sudah sembuh? Itu memang sedikit tidak bisa dipercaya, jika menggunakan pengobatan normal.


Baiklah, karena situasi sudah cukup terkendali. Saatnya untuk mengambil keputusan akan tindakan yang harus diambil selanjutnya.


Pertama-tama aku akan memberikan kabar keberhasilan ini pada paman Gen, tidak baik membuatnya menunggu terlalu lama.