ACIEL'S DIARY : INDIGO

ACIEL'S DIARY : INDIGO
LEMBARAN 2.7 : PERKUMPULAN FROUYA



"Sebuah imbalan permintaan, ya? Saya paham. Dari awal kami memang tidak berencana untuk mendapatkan bantuan secara gratis."


Rune mengangguk pelan, selagi menarik kumisnya dan memikirkan sesuatu. Roh lainnya juga melakukan hal yang sama dan menggumamkan setiap ide yang mereka pikirkan.


Wasa sepertinya mendapatkan ide, dia membisikkannya pada telinga Rune, dan rakun itu menganggukkan kepalanya beberapa kali selagi mendengarkan dengan ekspresi serius.


Setelah keduanya menyetujuinya, Rune pun berbicara sebagai wakil.


"Bagaimana kalau kami menawarkan Arak kualitas tinggi dari salah satu mata air hutan kami yang hanya muncul satu tahun sekali? Karena kapasitasnya yang terbatas, kami hanya bisa mendapatkan lima cangkir per tahunnya tapi saya jamin anda tidak akan menyesal saat meminumnya."


Arak kualitas tinggi, ya? Itu penawaran yang bagus jika pemabuk berat seperti Master ada di sini. Tapi bagiku yang masih anak-anak dan tidak bisa meminumnya, akan lebih baik jika mereka menawarkan Cola.


"Tidak, aku tidak menginginkan Arak kualitas tinggi saat ini. Apakah ada yang lain?"


Para Roh berpikir sekali lagi dan Rune yang mendapatkan ide pertama kali ini.


"Kalau begitu bagaimana dengan kertas pengusiran Roh? Saya memiliki beberapa lembar dan itu cukup ampuh untuk mengusir para Roh tingkat rendah yang mengganggu anda."


"Kertas pengusiran Roh?"


Hoh ... Aku ingin bertanya kenapa para Roh seperti mereka bisa memiliki sesuatu yang dapat membahayakan diri mereka sendiri tapi lebih baik untuk mengurungkannya. Pada dasarnya itu sama seperti pisau ataupun api.


Memang berbahaya tapi akan memberikan banyak keuntungan jika kita bisa memanfaatkannya. Apapun itu, kertas pengusiran Roh ini cukup membuatku goyah, karena keseharian ku yang cukup banyak mendapatkan gangguan dari Roh.


Tapi aku sudah memiliki Master sekarang, nilainya di mataku tidak terlalu tinggi saat ini. Terlebih, aku sudah memutuskan apa yang aku inginkan.


"Tidak, maaf tapi aku akan menolak itu juga. Apa kalian bisa menawarkan hal lain?"


Sedikit kebingungan memenuhi para Roh yang ada di depanku. Rune dan Wasa bertukar pandangan sesaat, kemudian pemimpin perkumpulan pun menggelengkan kepala rakun miliknya.


"Sayang sekali tapi hanya dua penawaran itulah yang saya pikir memiliki nilai yang cukup untuk ditukarkan. Kalau anda menolaknya, apakah saya bisa bertanya tentang apa yang anda inginkan sebagai ganti dari bantuan yang akan anda berikan?"


Ini dia, aku sudah menunggunya dari tadi. Kalau begitu tidak perlu sungkan.


"Buatlah kontrak denganku, dimana kita akan mengambil sebuah hubungan antara tuan dan bawahan. Aku yang akan menjadi tuan dan kalian akan menjadi bawahan ku. Dengan itu aku akan memiliki alasan yang kuat untuk memberikan bantuan pada kalian, bagaimana?"


Sesaat aku mengatakan hal itu, sedikit kegaduhan pecah pada barisan Roh di belakang Rune dan Wasa. Merpati itu segera menenangkan mereka dengan cepat dan disisi lain, Rune membalasku.


"Sebuah Kontrak, ya? Sejujurnya ini cukup mengkhawatirkan, terlebih kami harus membuat sebuah hubungan tuan dan bawahan dengan anda. Sebelum itu, apakah anda bisa membuktikan jika anda tidak akan memperlakukan kami dengan semena-mena nantinya? Jawaban saya akan bergantung pada bagaimana anda merespon pertanyaan ini."


Tidak ada perlawanan dari apa yang Rune katakan, semua Roh menyetujuinya.


Kebanyakan dari mereka memang Roh Tingkat rendah, tapi untuk jumlahnya sendiri cukup banyak. Pastinya itu akan membantu jika saat dimana aku membutuhkan bantuan mereka datang.


"Pertama, aku ingin kalian mengingat satu hal ini. Meskipun aku mengatakan bahwa hubungan diantara kita adalah tuan dan bawahan, apa yang sebenarnya aku inginkan hanyalah sebuah hubungan dimana kita bisa saling membantu."


Aku berdiri dan melebarkan tanganku, kemudian menguatkan suaraku. Akan aku pastikan agar mereka mendengarnya dengan jelas.


"Seperti saat ini, dimana kalian kesulitan maka aku akan memberikan tanganku. Dan saat aku kesulitan, aku ingin agar kalian membantuku. Sangat sederhana, kan? Aku menginginkannya menjadi bentuk sebuah kontrak adalah agar hubungan ini bisa bertahan lama. Tentunya kalian tidak akan berusaha untuk mengingkari janji yang kalian buat sendiri, kan?"


Sebagai penutup, aku memberikan satu tepukan keras dengan senyuman. Tentunya itu adalah sebuah tantangan yang cukup jelas, aku yakin para Roh ini cukup pintar untuk menyadarinya.


Semuanya memusatkan pandangan mereka ke arahku, pandangan penuh perhitungan yang menggambarkan apakah aku adalah sosok yang bisa dipercaya ataukah tidak. Setelah itu beberapa gumaman kecil pun tercipta pada barisan para Roh.


Rune yang hanya diam dan menutup matanya, terbatuk untuk membungkam kebisingan dan menarik kumisnya saat dia melihat ke arahku.


Aku mengangguk pelan dan duduk kembali.


"Tentu saja, kau bisa melakukannya."


Para Roh itu pun mengambil sedikit jarak jauh untuk membicarakannya dan lima menit berlalu cepat, mereka kembali pada posisinya masing-masing.


Rune sebagai perwakilan mereka, mengangkat suaranya.


"Hubungan untuk saling membantu. di saat satu sisi mengalami sebuah kesulitan, sisi yang lain harus ada untuk membopong punggungnya. Hubungan dengan tuan Aciel sebagai pemimpinnya, kami dengan total tujuh belas Roh, akan menerimanya."


"Begitukah? Kalau begitu Aku, Aciel Luciel, akan memastikan untuk menepati semua ucapan yang aku berikan pada kalian. Tidak akan ada satu saat pun dimana kalian akan memberikan sebuah protes padaku."


Aku mengulurkan tangan, dengan Rune yang membalasnya.


"Begitupun kami. Tidak akan ada satupun momen dimana anda akan kecewa dengan kontrak ini, itu adalah suatu kepastian yang kami pegang."


Sebuah cahaya berwarna biru kemerahan bersinar pada celah diantara kami, yang kemudian terpecah dan berubah menjadi partikel.


Dengan ini, Kontrak selesai.


"Baiklah!! karena kontrak sudah selesai dilakukan, sekarang yang tersisa adalah—"


"—Membantu kami dalam masalah pembasmi Roh itu, ya?"


Sebelum aku bisa menyelesaikan kalimat, Rune memotongnya dengan semangat yang ada di balik ucapannya itu.


Tentu saja, aku menggelengkan kepalaku.


"Itu memang akan kita lakukan setelah ini tapi bukan itu. Sebelumnya kita harus memberikan nama untuk perkumpulan dari tujuh belas Roh yang ada di bawah namaku. Apa kalian sudah memikirkan namanya? Aku akan memberikannya jika tidak ada."


"Sebuah nama untuk perkumpulan ini, apakah itu hal yang sangat penting untuk diputuskan? Kita bisa tetap membiarkannya seperti ini."


"Tidak, memberikan sebuah nama akan memunculkan rasa persatuan yang kuat. Kerena itulah sebelum aku pergi untuk menyelesaikan masalah kalian tentang pembasmi Roh, kita harus memutuskan nama dari perkumpulan ini terlebih dahulu."


Beberapa keraguan muncul dari raut wajah setiap Roh di depanku. Reaksi yang sudah ditebak, kalau begitu aku yang akan memberikan namanya.


"Rune. Ini tentang Arak berkualitas tinggi yang dimiliki hutan tempat kalian tinggal. Apakah arak itu memiliki nama?"


Run memasang raut lebih bingung lagi. Mungkin karena aku tiba-tiba mengubah topik dari nama perkumpulan menuju nama arak.


"Huh? Ah, ya. Namanya adalah Frouya, nama yang mengartikan berbusa-busa. Itu karena minumannya sendiri memiliki banyak busa yang lembut di dalamnya dan membuat minumannya sangat nyaman untuk di minum."


"Frouya, ya? Nama yang bagus. Kalau begitu nama dari perkumpulan tujuh belas Roh saat ini adalah Perkumpulan Frouya!! Kalian semua, mohon bantuannya mulai saat ini!!"


"Oui—!!!'


Dan begitulah, perkumpulan Frouya pun terbentuk.


Bersama sorakan ramai dari para Roh yang mengangkat tubuhku dan melemparkannya ke atas, lalu tentunya ditambah juga senyuman bahagia pada wajahku, jika aku bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk mempermudah jalur kehidupanku sebagai seorang Indigo yang bisa melihat para Roh.


Setidaknya, akan ada beberapa Roh yang akan berhenti untuk menggangguku mulai saat ini.