
Aku pulang cukup cepat hari ini dan langit juga masih cerah, lebih baik untuk melakukan latihan mempelajari teknik mantera ini sekarang di dalam hutan. Melakukannya di sekitar tempat tinggal penduduk seperti ini hanya akan membuatku mencolok.
Membawa Master pada bahuku, dengan tas kecil berisikan hal-hal yang perlu disiapkan sebagai alat pelatihan, aku berjalan menuju pegunungan kecil dan memasuki hutan.
"Jika memang ingin melakukannya, maka cari dataran rumput yang cukup luas dengan cakupan cahaya matahari yang banyak. Akan sedikit repot jika melakukan di medan yang dipenuhi pohon dan para Roh tiba-tiba menyerang."
Sesaat memasuki hutan, Master melompat dan merubah wujudnya menjadi Harimau raksasa, menundukkan kepalanya sedikit padaku.
"Ayo, cepat naiklah. Akan memakan waktu jika menggunakan kaki kecil itu."
"Oke~"
Membenamkan pantatku pada bulu hitam yang lembut itu, Master pun terbang bersama pijakan awan hitam di setiap kakinya. Dalam waktu yang cepat, kami langsung menemukan dataran rumput yang cocok.
Tempat ini ... Bukannya ...
Master melakukan pendaratan pada dataran rumput berwarna kekuningan, menurunkan ku dan merubah wujudnya kembali menjadi kucing hitam dan melompat pada bahuku.
"Master, apakah Master mengingatnya? Ini tempat kita pertama kali bertemu. Meskipun batu penyegelan yang aku rusak sudah menghilang."
Aku menunjuk pada bagian tengah dari dataran rumput kekuningan ini. Master hanya mendengus pelan dan menjilati bulu pada badannya.
"Begitukah? Aku tidak mengingat hal-hal kecil seperti itu. Daripada itu, cepatlah mulai latihannya agar kau bisa menjadi kuat lebih cepat. Dengan itu mungkin daging mu akan terasa lebih enak."
Master melompat pada rumput dan membaringkan tubuhnya, melihat ke arah yang aku tunjuk sebelumnya dan mendengus sekali lagi.
Tindakan yang dia lakukan dan ucapan yang keluar darinya ... Apa jangan-jangan Master merasa malu saat aku mengungkitnya?
"Hm? Bocah bodoh, apa yang kau pikirkan saat memasang wajah bodoh seperti itu sangat jelas terlihat. Aku akan pergi dari sini dan meninggalkanmu jika kau melakukannya sekali lagi."
Ah, dia membaca pikiranku lagi. Bagaimana Master bisa melakukannya, ya? Atau memang ini hanya masalah raut wajahku saja yang mudah di baca? Mungkin aku harus mempelajari poker face.
"Maafkan aku, aku akan segera memulai latihannya."
Buku salinan yang diberikan paman Gen cukup tebal, mungkin ada sekitar dua ratus sampai tiga ratus halaman di dalamnya. Setelah mengambilnya dari tas, aku membuka jilid pertama dari buku.
Buku terbagi menjadi delapan belas jilid yang masing-masingnya berisi mantera tingkat rendah dan mantera tingkat menengah, formula penyegelan, arti dari setiap aksara yang dituliskan, pembahasan mengenai kutukan dan cara mengatasinya, kumpulan simbol untuk lingkaran mantera dan masih banyak lainnya.
"Sebelumnya Paman Gen bilang jika ayahnya pernah bercerita, tentang semua yang ada di buku ini hanyalah sekeping bagian dari banyaknya pengetahuan Dunia Roh yang sudah terungkap. Diantara itu, masih ada sangat banyak sekali yang belum terungkap terkait Dunia para Roh. Kira-kira jika semua pengetahuan itu ditumpahkan pada sebuah buku, mungkin buku-buku itu sendiri akan membentuk beberapa gunung."
Membayangkannya saja sudah membuat kepalaku pusing. Lebih baik aku mempelajari beberapa hal dasar dulu seperti melumpuhkan pergerakan Roh dan menangkal aliran Energi Spiritual.
Untuk Teknik melumpuhkan ini aku sudah mencobanya pada Ebi sebelumnya dan cukup ampuh, mungkin aku bisa memperkuatnya.
Kalau begitu pertama aku akan mempelajari bagaimana cara menangkal aliran Energi Spiritual. Ada beberapa caranya di sini.
"Baiklah, ayo kita mulai latihannya. Master, aku membutuhkan beberapa bantuan!!"
"Hah?? Lakukan saja sendiri!! Aku akan bersantai selagi menikmati mandi sinar matahari di sini!!
"Ayolah, Master~ kau bilang daging tubuhku akan semakin enak jika aku menjadi lebih ahli dalam memanipulasi Energi spiritual, kan? Anggap saja saat ini Master sedang melakukan marinasi pada daging yang akan Master makan untuk membuatnya gurih."
"...."
Meski hanya sedikit, aku bisa melihat jika tubuh Master bergetar sesaat. Telinga hitamnya juga bergerak-gerak dengan mata hijaunya yang melihat pada rumput, termenung diam.
Bagus, dia goyah!! Aku perlu memberikan satu dorongan lagi!!
"Ugh—!!"
Itu mempan padanya. Sedikit dorongan lagi!!
Aku membuka bajuku dan memamerkan perutku, memang sedikit kurus tapi setidaknya masih ada garis otot yang tampak menarik.
"Master, aku yakin organ dalam ku juga tidak akan terasa pahit."
"Arrghh!! Aku mengerti!! Aku akan melakukannya!! Tapi pastikan untuk melakukannya dengan serius, jika sedikit saja aku tahu kau bermain-main, maka akan langsung aku makan tubuhmu!!"
Aku menegakkan postur tubuhku dan membentuk sebuah hormat.
"Siap, laksanakan!!"
Dengan itu, latihan ku bersama Master pun berjalan.
____________________________________
—Dua jam kemudian.
Pekikan suara burung-burung yang kembali pada sarangnya memenuhi hutan, perubahan rona pada langit yang kemerahan menghujani dataran rumput berwarna kuning, mengubah tampilannya menjadi lebih bersinar dan indah.
"Hah ... Hah ... Hah ... Hah ... Ughh ..."
Aku, dengan pakaian yang terbasahi keringat bersama kedua kaki yang gemetar, membanting punggungku pada dataran rumput dan menghirup banyak napas pendek selagi melihat langit yang sedikit buram.
"Hah ... Gawat ... Aku ... Latihan ini ... Sangat melelahkan ... Meskipun ... Sebenarnya ... Tidak banyak ... Yang haru dilakukan ... Ya kan .... Master ...."
Master dengan wujud harimau menghampiriku dan mengendus tubuhku. Setelah beberapa kali gerakan hidung, dia menjulurkan lidahnya dan menjilat wajahku dan menjauhkan wajahnya.
"Asin dan gurih ... Tidak buruk."
Harimau ini, dia pasti lapar karena sudah menemaniku latihan selama ini.
"Meskipun kau tidak menggerakkan tubuhmu, dua jam terakhir ini kau terus menguras Energi Spiritual yang ada di dalam tubuhmu untuk menangkal Aliran yang aku berikan. Ini memiliki sensasi yang sama sepertu kau berjalan melawan arus deras sungai. Tentu saja itu sangat melelahkan, kesalahan sedikit saja dan nyawamu pasti akan menjemput Anella."
"Master ... Bisakah kau ... Mengatakannya dengan ... Sedikit ... Lembut? Terlebih latihan ini ... Bukannya tidak berjalan ... Lancar? Aku mencoba menahan dan ... Melawan Aliran Energi ... Yang Master kirimkan padaku untuk menjaga ... Kesadaranku tapi ... Yang bisa aku lakukan hanyalah ... Menahannya."
Aku terbatuk beberapa kali, tenggorokanku terasa begitu kering.
"Bahkan saat ini ... Kesadaranku sudah hampir hilang ... Sialan."
"Hmph!! Apa kau benar-benar berpikir seorang bocah yang baru saja mempelajari pengendalian aliran Energi bisa begitu saja melawan Aliran yang aku berikan? Jangan melupakannya, aku adalah Roh Tingkat Tinggi. Apa kau memahami artinya?"
Master merubah wujudnya menjadi kucing dan berjalan lalu menduduki dadaku, kemudian menginjakkan satu kaki depannya pada wajahku.
"Tidak bisa menahan Aliran yang aku berikan padamu itu adalah sesuatu yang wajar. Tidak perlu khawatir, target latihan kali ini adalah membiarkanmu terbiasa dengan aliran besar dan meningkatkan daya tahan yang kau miliki. Semakin kau terbiasa, aliran kecil yang dihasilkan para Roh rendahan tidak akan bisa mengganggumu sedikitpun."
Latihan untuk meningkatkan daya tahan ku dalam menghadapi Aliran Energi yang dikeluarkan oleh para Roh? Aku benar-benar ingin Master mengatakan hal itu dari awal.
Yah, jika menyangkut daya tahan, maka yang perlu aku lakukan saat ini hanyalah membiasakan diri. Kalau begitu tidak ada pilihan lain selain melakukannya berkali-kali.
Meskipun begitu, ini memang cukup melelahkan. Aku ingin minum.