ACIEL'S DIARY : INDIGO

ACIEL'S DIARY : INDIGO
LEMBARAN 2.5 : BAU MASALAH



Jarum jam menunjuk pada angka satu, dengan langit cerah yang mengeluarkan terik panas, suara bel pulang bergema di seluruh sekolah.


Aku segera membereskan beberapa barang pada meja, memasukkannya ke salam tas dan memastikan tidak ada yang tertinggal.


"Hm? Aciel? Ah, dia ada di kelas ini. Tunggu sebentar, aku akan memanggilkan dia untukmu."


Baiklah, aku akan segera pulang dan mendengar penjelasan yang Master bicarakan tadi pagi. Apa yang mau Master sampaikan, ya? Ini membuatku penasaran saat dia mengatakan bahwa ibuku memiliki hubungannya dengan semua ini.


Ngomong-ngomong, bagaimana ibu bisa mengenal Master, ya?


Selagi memikirkan itu pada kepalaku, aku segera mengambil tas dan membawanya, berjalan keluar kelas. Tapi sebelum itu ada seseorang yang berjalan ke arahku, dan memanggilku.


"Aciel, apa aku bisa mengganggumu sebentar?"


Lelaki dengan rambut panjangnya yang dihias berkilau menggunakan Gel terlalu banyak. Seingatku dia adalah teman sekelas ku, tapi aku tidak tahu namanya.


"Apa ada sesuatu?"


"Ya, ada anak kelas lain yang mencarimu."


Si rambut gel itu menunjuk pada pintu kelas, aku pun melihat ke arah yang sama.


"Hm? Siapa yang mencariku? Tidak ada siapapun di sana."


"Eh? Tapi barusan ada yang mencarimu. Dia seorang gadis dengan rambut berwarna hitam kemerahan dan mengenakan kacamata bulat, tubuhnya juga cukup tinggi."


Kami pun memutuskan untuk menghampiri pintu kelas dan mengecek menuju lorong, tidak ada siapapun dengan ciri yang sama dari apa yang disebutkan si rambut gel itu.


Pola ini ... Jangan-jangan ... Aku paham.


"Hei, rambut gel. Apa kau bermain-main denganku?"


"Rambut gel? Ah tidak, aku tidak berbohong! Tadi ada orang yang benar-benar mencarimu."


Dia masih mengotot dengan itu?


Aku mengulurkan tangan dan melingkari bahu si rambut gel itu, kemudian mendekatkan diriku pada telinganya dan membisikkan sesuatu


"Lalu apa ini? Tidak ada siapapun yang mencariku, kan? Aku tahu kau mungkin menganggap diriku anak aneh karena aku sering melakukan hal aneh dan itu juga sudah menjadi sebuah rumor yang terkenal di sekolah tapi ada saat-saat tertentu mood pada diriku cukup buruk, kau tahu?"


Aku mengeluarkan sebuah senyum, yang langsung di respon oleh si rambut gel itu dengan tatapan yang menggambarkan rasa takut.


Meskipun begitu, jawabannya tetaplah sama.


"Ah tidak, aku benar-benar tidak berbohong."


Sepertinya dia memang tidak membohongiku, aku tahu dari tatapan yang dia keluarkan. Kalau begitu, siapa orang yang sudah mencariku dan menghilang begitu saja sebelum menemui ku?


"Begitukah? Aku mengerti. Seorang gadis dengan rambut merah kehitaman dan kacamata bulat, ya? Aku akan mengingatnya, terimakasih."


Aku segera melepaskan lingkaran tanganku dan berjalan menjauh, meninggalkan si rambut gel itu. Tapi ada sesuatu yang melintas di kepalaku saat itu, jadi aku memutuskan untuk berbalik.


"Oh ya, gel di rambutmu terlalu banyak dan jujur saja itu mengeluarkan bau busuk. Aku menyarankan agar menggunakannya sesuai instruksi."


Aku pun berbalik lagi dan berjalan.


Dengan ekspresi bingung pada wajahnya, si rambut gel itu hanya bisa diam tanpa mengatakan apapun. Apa aku terlalu berlebihan mengatakannya, ya?


Aku tidak terlalu peduli sih. Lagipula itu memang benar.


Kesampingkan itu, siapa orang yang mencariku? Karena si rambut gel itu bisa melihatnya, jadi dia pasti seorang manusia. Tapi setelah melihat Master yang bisa mengambil sebuah wujud fisik, aku tidak terlalu yakin lagi dengan hipotesis itu.


Ini membingungkan, lebih baik aku menyerahkannya pada diriku di masa depan saja.


Aku berjalan keluar pagar depan sekolah dan menoleh ke beberapa arah.


Sudah sekitar tiga hari sejak aku tinggal bersama Master dan di beberapa hari itu, tidak pernah satu malam pun aku menemukannya tidur tanpa aroma alkohol yang kuat pada bulunya.


Master memang seorang pemabuk berat, dia juga menerima cukup banyak undangan untuk minum dari banyak Roh lain. Dari reaksi itu, Master memang dikenal cukup luas. Menjadikannya sebagai penjagaku adalah pilihan yang tepat.


Dan dengan popularitasnya yang luas itu, seharusnya aku tidak perlu khawatir akan diserang dan diganggu oleh banyak Roh lain seperti biasa. Setidaknya aku akan memiliki banyak waktu bersantai, ini memang yang terbaik.


"Tapi aku tetap ingin agar dia mengurangi pesta minumnya. Meskipun baunya tidak akan menempel pada gudang karena itu adalah alkohol para Roh, tapi itu tetap menyengat hidungku."


Kalau begini aku sama saja seperti pemabuk pasif. Meskipun tidak meminum secara langsung, Itu mungkin akan memberikan pengaruh buruk.


"Oh ya, sebelumnya Master meminta agar aku membelikannya camilan asin untuk menjadi teman minumnya. Kurasa aku harus mampir ke minimarket sebentar dan membeli beberapa, tapi camilan asin sepertii apa yang harus aku beli?"


Kacang, mungkin?


Aku mengambil arah lain, menuju minimarket terdekat.


"Hm?"


Tapi tiba-tiba, ada dua Eoh berwarna hitam yang menghadang di depanku. Keduanya memiliki wujud aneh dengan warna kehitaman, tampilannya tidak terlalu jelas dan tentunya mereka menatapku.


"Tuan Aciel, benar?"


Salah stau Roh itu berbicara.


Aku menggelengkan kepalanya, menandakan jika dia salah.


"Tidak, aku bukan Aciel. Kalau tidak salah, Aciel adalah nama anak—Gurghh!!"


Tidak membiarkan aku memberikan argumen sedikitpun, keduanya langsung melesat ke arahku dan dengan beberapa gerakan cepat, mereka membanting diriku pada tanah, mengangkat tubuhku dan membawaku ke suatu tempat.


"Fakta bahwa anda bisa melihat kami sudah menjelaskan semuanya, anda adalah tuan Aciel."


Lalu kenapa kau bertanya padaku jika sudah mengetahuinya? Sialan, padahal baru saja aku berpikir jika serangan para Roh akan berkurang tapi sesuatu seperti ini langsung saja terjadi.


Para Roh itu membungkam mulut dan menahan penglihatan dengan mengikatkan sebuah kain berwarna hitam pada wajahku. Tapi dari suara gesekan dan bunyi lingkungan di sekitar, sepertinya mereka menuju ke sebuah hutan.


Sial, apa yang akan mereka lakukan padaku? Tumbal? Atau makanan pembuka di pesta yang akan mereka gelar? Aku sudah mengalami banyak hal seperti ini dan yang muncul di pikiranku hanya spekulasi yang mengarah ke kemungkinan terburuk!!


Dan juga, kenapa mereka memakai sebuah honorifik saat memanggilku? Ini pertama kalinya ada Roh yang memanggilku seperti itu.


Meskipun begitu, ini tidak mengubah fakta bahwa aku diculik oleh para Roh. Karena Master tidak ada bersamaku, aku harus melakukan sesuatu untuk mengatasinya. Untuk saat ini, lebih baik aku mengamati perkembangan situasinya.


Beberapa menit telah berlalu sejak aku diculik, sepertinya dua Roh yang menculik ku itu sudah sampai pada tujuan mereka. Di sisi lain aku mendengar kehadiran banyak Roh di sekitar.


Ada sangat banyak Roh di sekitar, apa aku memang akan dijadikan hidangan pembuka?


Roh yang mengangkat ku pada pundaknya segera menurunkan tubuhku dengan sedikit perhatian dan mendudukkan ku pada rumput. Kemudian dia membuka penutup mata dan aku pun melihat segerombol Roh yang ada di sekelilingku.


Jumlahnya sekitar lima belas Roh, semuanya melihat ke arahku dengan tatapan aneh.


Baiklah, apa yang akan mereka lakukan padaku?


Tapi sepertinya itu meleset dari apa yang aku perkirakan, roh dengan wujud hitam itu duduk di depanku dan mensejajarkan posisinya denganku. Dengan suara lembut yang nyaman untuk di dengar, Roh itu pun menyampaikan niatnya.


"Tuan Aciel, saya harap anda akan mendengarkan permintaan yang kami ajukan."


"Hnnf—??"


Aku melihat ke sekeliling, pada Roh lainnya. Tidak ada yang mengatakan apapun dan mereka hanya membalas tatapanku dengan anggukan ringan. Aku juga tidak merasakan adanya permusuhan.


Apa mungkin mereka benar-benar hanya ingin meminta sesuatu dariku? Kalau begitu aku akan senang jika mereka bisa melepaskan semua ikatan pada tubuhku terlebih dahulu sebelum melakukannya.


Terlebih, gumpalan kain yang tidak enak di mulutku. Ini benar-benar tidak nyaman.