
Sebuah kapal pesiar melintasi samudera. Kapal besar dengan fasilitas lengkap dan mewah. Ada kolam renang di paling depan kapal. Ada mall, salon spa, lapangan olahraga juga gym, restoran, bar, bahkan banyak kamar kosong.
Sayangnya kapal itu hanya ada beberapa pelayan dan pengawal, tidak ada satupun pengunjung kecuali sepasang anak manusia berbeda jenis kelamin itu.
Seorang wanita berlari kecil diikuti seorang pria dari belakangnya. Wanita itu berhenti tepat didepan pintu keluar. Matanya berbinar kagum melihat kolam renang ditempat terbuka itu.
Melihat wanitanya hendak membuka baju, Frans yang menyadari keberadaan pelayan laki-laki lantas memberi isyarat pada mereka untuk meninggalkan tempat itu.
Frans geleng-geleng kepala melihat Onya yang kini hanya mengenakan bikini. Senada dengan warna bikini, kulit putihnya yang mulus justru tidak membuat Onya bangga. Terbukti ia suka berjemur untuk mendapatkan kulit yang gelap.
Onya berbaring di kursi berjemur dengan posisi tengkurap. Wanita itu hendak membuka pengait bra-nya, namun ia teringat sesuatu.
Wanita itu mengalihkan pandangannya ke belakang, tepat dimana Frans berdiri sambil melipat kedua tangannya di dada. Pria itu sedari tadi mengamati lautan lepas di sana.
"Frans, lihat di tasku ada krim buat berjemur" ucap Onya memerintah, karena tasnya dipegang pria itu.
Frans lantas ikut duduk disebelah Onya. Pria itu membuka tas kecil itu, mencari kemudian melempar benda itu pada Onya.
"Bantu oles!" sekali lagi wanita itu berucap dengan kesan memerintah.
Untung di sana hanya ada mereka berdua. Jadinya Frans mengizinkan wanita itu melepas bra-nya. Pria itu bahkan membantunya membuka pengait bra, kemudian mengolesi punggung mulusnya dengan krim.
Melihat wajah tenang Onya dengan matanya yang terpejam menandakan wanita itu telah tertidur. Frans berhenti sejenak dari aktivitasnya. Ia meraih ponselnya untuk melihat jam. Tepat jam makan siang, pria itu lantas menghubungi pelayan di restoran untuk membawa mereka makanan.
Tidak menunggu waktu yang lama, ponsel Frans berdering. Ia langsung mengangkat panggilan telpon itu sambil berjalan menuju pintu masuk.
Frans mengambil makanan yang dipesannya tadi dan membawanya ke tempat dimana Onya tertidur. Ia ikut duduk di kursi yang tengah Onya berbaring. Tanpa sadar ia menyentuh bokong seksi wanita itu hingga membuat sang pemilik terkejut dan bangkit dari tidurnya.
"Ayo dimakan dulu, setelah itu aku akan menunjukkan sesuatu untukmu" ucap Frans.
Onya mengerutkan dahinya dengan penasaran. "Apa itu?" tanyanya.
"Nanti baru kamu tahu" ucap Frans sambil melempar bra wanita itu ke dadanya. "Pakai itu! Jangan sampai aku menghajar-mu lagi di sini" sambungnya sambil menyeringai.
Bukannya takut Onya malah tersenyum aneh. Ia menegakan kepalanya seakan menunjukkan dirinya tidak takut. Sambil makan pun tatapannya tidak lepas dari Frans.
"Kenapa?" tanya Frans sambil mengernyit bingung dengan tatapan wanita itu.
"Tidak!" jawab Onya sambil geleng-geleng kepala. Namun senyuman anehnya itu tak kunjung luntur.
"Makan yang banyak, jangan sampai lelah malam ini" ucap Frans seakan paham dengan senyuman wanita itu. Ia ikut tersenyum, tanpa Onya sadari tangan pria itu perlahan menyentuh pinggangnya.
Onya tersentak saat Frans meremas pinggangnya. Ia langsung memukul lengan pria itu dengan keras.
"Aku lagi makan!" ucap Onya dengan kesal. Pria itu kembali menyentuh bagian sensitifnya. Untung ia tidak terpancing, karena ***** makannya lebih mendominasi.
Sesampainya mereka ditempat terbuka, tepatnya bagian kapal paling belakang, lagi-lagi Frans membuat Onya berbinar kagum. Ternyata kapal itu juga menyiapkan parasut laut.
"Kita akan naik bersama?" tanya Onya.
"Tentu, ayo!" Frans kembali menarik pergelangan tangan wanita itu untuk mengikutinya.
Hari itu mereka bersenang-senang. Tidak seperti ekspektasi Onya. Nyatanya pria itu mampu membuatnya tidak bosan.
Diatas kapal, parasut yang menerbangkan Frans dan Onya, kedua insan menikmati pemandangan lautan lepas.
Kemana kapal itu berlayar bertolak dari arah terbenamnya matahari, hingga tak membutuhkan waktu lama Frans dan Onya yang berada diatas ketinggian dibawa parasut bisa melihat sunset. Warna langit yang tadinya biru cerah dihiasi warna-warni. Onya takjub dengan hasil ciptaan Tuhan itu. Namun disampingnya, Frans justru mengagumi kecantikannya. Sinar matahari yang mulai pudar justru membuat wanita itu berkilau dimatanya. Sungguh indah ciptaan Tuhan.
...*...
Kini Frans dan Onya kembali ke kamar mereka.
Frans dengan telanjang dada duduk diatas tempat tidur sambil menonton tv. Sesekali ia memperhatikan Onya yang sedang membongkar kopernya.
"Siapa yang tukar pakaian-pakaian ku?" tanya Onya sambil berkacak pinggang menatap Frans dengan penuh selidik.
Frans tersenyum tipis menahan tawa. "Memangnya kenapa?" tanya pria itu.
"Jangan alasan! Aku tidak punya lingerie seperti ini" ucap Onya sambil melempar benda itu ke tempat tidur.
Frans menuruni tempat tidur dan menghampiri wanita itu. Ia memeluk wanita itu dari belakang dan meletakan dagunya pada bahu polos wanita itu. Karena saat ini Onya hanya mengenakan bikini.
Onya yang sedang kesal berusaha menghindar, namun pria itu malah memeluknya dengan erat.
"Aku mau mandi!" ketusnya sambil memajukan tubuhnya agar bisa lepas dari pelukan pria itu.
"Pakaian itu cocok untukmu" ucap Frans tanpa tahu malu.
"Tidak!" tegas Onya dengan sekali tarikan ia bisa terlepas dari pelukan pria itu. "Pinjam bajumu saja kalau begitu" sambungnya dengan jengkel. Mau marah juga percuma, semua pakaian yang ia siapkan sudah tidak ada didalam koper itu.
Frans ikut memelas dibuatnya. Ia membuka kopernya dan mencari satu pakaian yang cocok untuk wanita itu. Sayang semua pakaiannya panjang. Terpaksa Onya hanya bisa mengenakan baju kaosnya yang begitu panjang, jadi ia tidak perlu mengenakan celana.
"Ini" ucap Frans sambil menyodorkan baju kaosnya yang berwarna hitam pada wanita itu.
"Taru saja diatas tempat tidur, nanti setelah mandi aku akan pakai" ucap wanita itu sambil berjalan kearah kamar mandi.
Didepan pintu kamar mandi, Onya membuka bra dan ****** *****. Frans geleng-geleng kepala melihatnya. Tapi sudut bibirnya membentuk senyuman, ia suka Onya seperti itu ;)
Onya mengguyurkan tubuhnya dibawah shower. Samar-samar ia mendengar seseorang membuka pintu kamar mandi. Wanita itu sedikit terkejut, tubuhnya juga merinding saat dua tangan kekar melingkar diperutnya.