
NOTE: Teman-teman bisa baca yang bab 31 terlebih dahulu. Karena sebelumnya author menulis pengumuman pada bab 31, dan sekarang sudah diisi dengan jalan cerita jadi author sarankan agar teman-teman bisa baca di sana dulu.
Novel ini akan update setiap hari Selasa, Kamis, dan Sabtu. Dimulai pada hari Selasa, 1 Juni 2021.
Seorang pria menjadi tidak fokus pada sebuah meeting yang sedang berlangsung. Baru saja ia mendapatkan sebuah kabar baik dari para anak buahnya. Rasanya tidak sabar untuk mengakhiri meeting tersebut, namun sepertinya akan terkesan tidak profesional.
Beberapa menit kemudian, presentasi yang sedang berlangsung akhirnya bisa berakhir. Pria itu langsung menyerahkan seluruh tugasnya pada sang sekretaris, kemudian bergegas keluar dari kantornya.
Dalam perjalanan dengan posisinya mengendarai sebuah mobil, pria itu langsung menghubungi anak buahnya. "Bagaimana?" tanyanya ketika panggilan telepon tersebut tersambung pada seseorang disebrang sana.
"Ada beberapa cctv yang berhasil kami bobol, Tuan. Dan lewat salah satunya kami berhasil menemukan lokasi Nona Mona ketika turun dari sebuah bus" ucap orang itu.
"Apa kau yakin dia benar-benar Mona?" tanya pria itu, tak lain adalah Franky.
"Iya, Tuan. Dan kami sedang melakukan pencarian lebih lanjut" ucap orang tersebut.
"Kirim lokasinya, aku akan ke sana" ucap Franky.
Setelah mengakhiri panggilan teleponnya, tidak lama kemudian orang suruhan Franky langsung mengirimi lokasi yang ia minta. Pria itu mengikuti arah lokasi tersebut, hingga sesampainya di sana ia bertemu dengan beberapa anak buahnya.
"Tunjukan videonya, aku ingin memastikan kalau yang dilihat kalian itu benar-benar Mona atau bukan" ucap Franky sambil menggerakan jari-jarinya sebagai perintah agar mereka menunjukkan video yang dimaksud tersebut.
Kedua mata Franky membulat sempurna ketika melihat dengan jelas isi video tersebut. Untungnya kualitas cctv sangat menjamin penglihatannya. Franky melihat seorang wanita turun dari sebuah bus, dan betapa terkejutnya ketika wanita itu mengarahkan pandangannya ke arah kamera cctv secara tidak sengaja. Dimana wanita itu adalah wanita yang selama ini ia cari.
"Mona?" lirih Franky. Bibir pria itu menyunggingkan sebuah senyuman. Dia benar-benar bahagia ketika tahu bahwa wanita yang selama ini ia cari berada disekitar sana. Walaupun sudah berminggu-minggu wanita itu terekam cctv tersebut, namun ada sebuah harapan untuk menemukan jejaknya di sana.
"Sudah beberapa kali Nona Mona tertangkap cctv di sini. Sepertinya ia tinggal disekitar sini, Tuan" ucap anak buahnya sambil menggeser layar sebuah tab yang sedang dipegang oleh Franky. Dan sekali lagi, Franky bisa melihat wanitanya dengan penampilan yang berbeda. Beberapa kali wanita itu tertangkap kamera saat sedang menunggu bus.
"Kerja yang bagus. Aku akan menunggu kabar baik selanjutnya" ucap Franky sambil menyerahkan tab tersebut pada anak buahnya.
Franky kembali masuk kedalam mobilnya. Namun sepertinya ia hanya masuk tanpa berniat meninggalkan tempat tersebut. Ternyata Franky ingin berjaga-jaga didalam sana. Mengingat wanitanya sering menunggu bus di sana, jadi ia memilih untuk menunggu.
Beberapa jam telah berlalu. Namun yang ditunggu tak kunjung menunjukkan dirinya. Bahkan Franky yang menunggu pun sudah merasa malas didalam mobilnya.
Apa mungkin wanita itu menyadari mereka di sana? Sudah puluhan kali tempat itu dilewati bus yang berbeda. Namun tidak ada satupun yang berhenti disana untuk menurunkan penumpang.
Franky yang sudah menunggu lama pun berniat untuk pulang. Baru saja ia menyalakan mesin mobilnya, sebuah bus yang berhenti ditempat itu membuat niatnya diurungkan. Dan ia kembali mematikan mesin mobilnya. Jantungnya bergemuruh begitu melihat pintu bus tersebut terbuka. Terlihat seorang wanita yang turun di sana dengan menggunakan topi dan masker. Namun, ada yang berbeda dari penampilannya. Bukan berarti Franky harus percaya kalau wanita itu bukanlah Mona. Jadi akan lebih baik ia memastikan penglihatannya dari dekat.
"Memangnya kalian siapa sehingga berani menyuruh saya membuka masker? Benar-benar tidak sopan" suara wanita itu membuat langkah kaki Franky berhenti di belakangnya.
Ketika wanita itu berbalik, terjadilah aksi saling bertatapan. Wanita itu langsung membuka maskernya dan memperlihatkan wajahnya pada Franky. "Kak Franky?" suara wanita itu memanggil namanya.
"Aku mencari-mu, kak" ucap wanita itu.
Sementara Franky tak kunjung membalas ucapannya. Pria itu benar-benar terpaku pada tempatnya. Jika tadi jantungnya berdetak tak tentu, sekarang biasa-biasa saja. Hanya saja, ia tak tahu cara merespon wanita itu.
"Bisa kita bicara sebentar kak?" ucap wanita itu lagi.
"Apa yang ingin kau bicarakan, Lusi?" tanya Franky sambil mengernyitkan keningnya. Ia tidak begitu yakin ketika melihat penampilan Lusi saat ini. Jika biasanya wanita itu berpenampilan seksi dengan semua bahan yang ia pakai jauh dari kata sederhana, maka berbeda dengan sekarang. Wanita itu memakai pakaian yang tertutup dan hanya didampingi topi dan masker.
"Dan sedang apa kau di sini?" tanya Franky lagi.
"Sebaiknya kita tidak bicara di sini, kak" ucap Lusi, dimana tangannya berniat meraih tangan kekar milik Franky. Sayangnya pria itu malah menjauhkan tangannya.
"Katakan saja di sini" ucap Franky sambil mengangkat salah satu tangan yang hampir dipegang Lusi ke atas kepalanya.
Ada beberapa anak buah Franky yang kembali fokus di tempatnya. Namun ada beberapa juga yang sedang memperhatikan mereka. Dan hal itu disadari oleh Lusi, jadi akan sangat tidak baik jika ia membicarakan masalahnya dengan Franky didepan mereka.
"Ini masalah besar, kak. Sebaliknya kita bicarakan hal ini ditempat lain kalau kau tidak ingin mukamu tercoreng didepan anak buah-mu" suara Lusi tercekat kala ia merasa ragu kalau orang-orang tersebut adalah anak buahnya Franky.
Jika mereka anak buahnya, sedang apa mereka di sini? batin Lusi.
Franky langsung mengarahkan pandangannya pada anak-anak buahnya. Mereka yang tadinya memperhatikan Franky dan Lusi langsung berpura-pura profesional. Namun Franky menyadari hal itu, dan ketika sadar bahwa masalah yang dimaksud Lusi memanglah serius, jadi Franky menurutinya.
"Ayo kita ke mobil" ucap Franky.
Lusi yang tadinya memiliki tujuan lain, malah melupakannya. Ia mengikuti Franky dari belakang pria itu menuju mobilnya. Ketika mereka masuk kedalam sana, barulah Lusi mengingat tujuannya ke sana. Wanita itu terlihat mengotak-atik ponselnya, kemudian memasukannya kembali kedalam saku celananya.
"Sepertinya kau tidak malu berpakaian seperti itu didepan-ku" ucap Franky memulai obrolan mereka kala ia sedang menyetir mobilnya.
"Sebaiknya kita bicara ditempat terakhir kita bertemu, kak. Danau yang kau tunjukan padaku itu sepertinya bisa membuatku tenang dengan masalah kita sekarang" ucap Lusi. Walaupun ia sedang stres dengan masalahnya sekarang, namun ia lebih berpikir positif kalau Franky akan bertanggungjawab atas masalah yang sedang ia hadapi.
"Sepertinya aku sibuk, Lusi. Jadi aku akan mengantarmu pulang, dan kita bicarakan masalah yang kau maksud di sana" ucap Franky menolak ajakan Lusi tersebut. Sepertinya Franky tidak bisa berpikir jernih karena pikirannya saat ini sedang terfokus pada wanitanya. Bahkan ia tidak sempat berpikir tentang masalah yang Lusi maksud.