
Cerita ini hanya fiksi murni karangan Vie
semata... Hope you like it 💝😘😊
Jangan lupa klik tombol like, dan rating bintang 5 yak 😘
Happy Reading
*****
Di hutan terlarang peperangan telah terjadi. Perang yang diciptakan Obbysia demi ambisinya memusnahkan seluruh kaum yang dia benci karena dendam yang menyelimuti hatinya.
Ratu Obbysia bersiap memberi serangan penuh pada Zack namun nenek Amelia tiba-tiba menghadang serangan api biru dati Obbysia.
"NENEK AMELIA...!!!" Zack berteriak langsung memangku nenek Amelia yang terkena serangan sang Ratu.
"Bertahanlah, Nek, bertahanlah atau kembali pada kami esok pagi." ucap Zack sambil menangis.
"Aku tak bisa kembali lagi, Tampan, aku tak punya nyawa tersisa." ucap Nenek Amelia sambil mengusap air mata yang mengalir di pipi Zack.
"Bertahanlah, Nek, tunggu sampai Zee datang," ucapnya terisak.
"Zack dengar kan lah, Ratu Obbysia adalah... ibu...ibumu." Nenek Amelia menghembuskan nafas terakhirnya di pangkuan Zack.
Kakek Adam yang melindungi Nenek Anna bersama Theodore ikut menangis meratapi kematian nenek Amelia.
"PUAS KAU SIA...?!"
Nenek Anna membentak Ratu Obbysia yang hatinya terpukul juga melihat guru kesayangannya meninggal di tangannya. Terlebih saat ia tahu bahwa Zack adalah anaknya yang sudah ia kira mati selama ini.
"Ratu, apa yang kau lakukan kenapa kau berhenti, sekarang saatnya kau hancurkan mereka." Lycan Cya memberi hasutan pada sang Ratu.
"Ta...Tapi dia anakku, pemuda itu adalah anakku." Ucap Ratu Obbysia dengan lirihnya.
"Apa kau percaya itu? apa kau yakin? mungkin saja perempuan tua itu menipumu."
Lycan Cya masih mencoba menghasut Ratu Obbysia.
"Kenapa kau melakukan ini?" Zack membentak Ratu Obbysia.
"Aku...aku..."
Mata Zack mengingatkannya pada mata Arnold, lelaki yang sangat ia cintai.
"Kau bukan anakku!" Ratu Obbysia melesatkan sinar api biru yang mematikan pada Zack. Namun, Zee hadir ke tengah peperangan menghadang sinar api biru sang Ratu dengan kekuatannya.
Tak lama muncul Joseph yang sudah berubah menjadi manusia serigala, lalu Theo, V dan Ariana yang menunggangi Natti dan anak-anaknya datang mengikuti Zee.
"Apa kau tak apa-apa Zack?" tanya Zee.
"Aku tak apa, tapi nenekmu..."
Zee menoleh pada Zack, ia baru menyadari sedari tadi Zack sedang memangku nenek nya. Neneknya yang sudah tak bernyawa.
"NENEK...!!!"
Teriakan Zee yang menyayat hati langsung keluar dari bibir mungilnya. Satu-satunya keluarga yang ia punya kini telah tiada. Terlebih saat ia melihat Blue yang juga telah tiada berada di tangan paman Joseph.
Zee menangis sejadi-jadinya meratapi jasad neneknya di hadapannya. Kemarahan menyeruak menghinggapinya membuat kekuatan Zee keluar berkali-kali lipat. Zee berdiri langsung menyerang Ratu Obbysia bertubi-tubi tanpa ampun.
Para Lycan kembali menyerang semuanya, Theo, V dan Ariana memcoba untuk bertahan dengan melawan balik para Lycan. Zack meninggalkan nenek Amelia bersmaa dengan nenek Anna. Begitu juga dengan Joseph yang menaruh Blue di samping tubuh nenek Amelia. Lalu Joseph membantu Zee dan yang lainnya melawan para Lycan.
Ratu Obbysia terdesak dengan kekuatan yang Zee miliki. Zack yang menyimpan sedikit rasa senang saat mendengar ratu Sia adalah ibunya akhirnya iba juga. Dia menolong Ratu Sia dari amukan Zee.
"Hentikan Zee, dia ibuku!" Ucap Zack menahan serangan Zee.
"Pergi dari sisinya, dia sudah membunuh nenekku maka aku tak akan memaafkannya... APA DIA IBUMU...?"
Zee menghentikan serangannya.
"Iya." Zack merentangkan kedua tangannya untuk melindungi Ratu Sia.
"Aku bukan ibumu...!!!" Ratu Sia menarik pedang perak dari dalam tubuh Zack dan menggenggamnya.
"Sia apa yang kau lakukan? dia adalah anakmu, seseorang meninggalkan bayi Zack di pintu gerbang, Amelia menerawangnya dan mengetahui kalau dia adalah anakmu." Nenek Anna berteriak sambil menangis.
"Para Lycan itu memperalatmu untuk memusnahkan semua kaum agar bisa berkuasa, sadarlah, Sia!" pekik Nenek Anna.
Joseph teringat sebuah kenangan kala ia menyelamatkan bayi penyihir,
mungkinkah anak itu Zack?
Joseph memandang Zack dan mengamatinya.
"Ratu, fokus pada tujuan kita, nenek tua itu hanya menghasutmu untuk mengagalkan rencana balas dendam ini." bisik Lycan Cya di telinga Ratu Obbysia, lalu ia mengangkat Zack dan menekuk tubuh Zack menjadi dua.
"TIDAAAAAAAKKKK....!!!"
Zee berteriak sekuat tenaganya tapi terlambat Zack sudah tak bernyawa, ia tewas di tangan Lycan Cya. Nenek Anna langsung menangis dan tak berdaya karena kekuatannya yang habis. Kakek Adam hanya bisa memeluk nenek Anna sambil menangis meratapi cucu kesayangannya itu.
Zee lalu menyerang lycan Cya, tapi Ratu Obbysia langsung menghampiri dan menebas perut Zee.
"Aaargghh..." Zee hampir terjatuh ke tanah tetapi Joseph siap menangkap Zee.
"Jika kau bisa menerawang seperti nenek Amelia kau akan tahu jawabannya di pikiran ku," pinta Joseph.
"Ratu, bunuh mereka semuanya!" ucap Lycan Cya.
"CUKUP...!!!"
Teriakan Ratu Obbysia membuat Lycan Cya mundur beberapa langkah. Sang ratu menyentuh dahi Joseph untuk mencari jawaban. Sekelebat bayangan muncul tentang masa lalu Joseph, sampai tiba di penglihatannya saat ia menemukan Zack ketika bayi, dan menyerahkannya di gerbang depan sekolah kerajaan Greenwitch.
"Tidak mungkin, tidak mungkin, Zack adalah anakku."
Sang Ratu mengucap tak percaya, ia menutup mulutnya dengan tangannya. Tahu bahwa sang Ratu mulai rapuh, Lycan Cya mengambil kesempatan untuk meraih pedang perak di tangan sang Ratu dan menusuknya dari belakang.
"Dasar bodoh...! kau hanyalah boneka ayahku yang digunakan untuk membasmi semua kaum di muka bumi sehingga hanya akan ada para Lycan yang akan menjadi penguasa dunia hahahaha,"
ucap Lycan Cya dengan kepuasan di hatinya.
Usahanya tak sia-sia menghasut Ratu Obbysia yang penuh dendam dan amarah. Kini pedang perak milik pangeran penyihir telah berada di tangannya.
Pasukan Lycan masih banyak mereka masih menang jumlah dari pasukan Zee. Theodore bahkan sudah tak kuat lagi untuk bergabung. Salah satu anak Natti juga mati saat menolong Ariana. Semuanya kini tersudut, bahkan Theodore, kakek Adam, nenek Anna, V, Ariana bahkan Joseph sudah siap jika harus mati di tangan Para Lycan.
Sampai Theo yang sudah tersudut, tubuhnya diinjak oleh Lycan Cya tepat di dadanya. Tiba-tiba erangan Theo membuat tubuhnya berpendar. Kilauan kuning ke emasan menyelimuti tubuh Theo. Lycan itu makin menginjak dada Theo dengan kuat, tetapi ia malah merasa sangat panas kala menginjakkan kakinya.
"Anna lihat itu! mungkinkah legenda itu benar?" ucap Kakek Adam dengan takjub.
"Iya, aku tak salah lihat kan..?" ucap Nenek Anna.
"Jadi dia adalah..."
"Pangeran Matahari." sahut Joseph bersamaan dengan ucapan kakek Adam.
******
Bersambung guys...
To be continued...
Jangan lupa mampir ke novel baruku
"With Ghost"
dan baca novel ku lainnya ya guys...
- Kakakku Cinta Pertamaku
- Pocong Tampan
- Gue Bukan Player
Vie Love You All...😘😘