
Cerita ini hanya fiksi murni karangan Vie semata... Hope you like it 💝😘😊
Jangan lupa klik tombol like, dan rating bintang 5 yak 😘
Happy Reading
***
Siang itu Zee terpaksa kembali ke ruang paduan suara untuk berlatih drama bersama para murid lainnya.
"Mark ambilkan peralatan yang di siapkan Miss Jane." Rose memberi perintah pada Mark.
"Dimana aku harus mengambilnya?" tanya Mark
"Di rumah." sahut Rose agak kesal.
"Oh... baiklah. Eh sebentar memangnya Miss Jane menaruh peralatan latihan di rumah ku?" tanya Mark lagi.
"Ya tentu saja tidak mungkin! Pikir dong kau harus mengambil peralatan nya di ruang peralatan minta kuncinya sama pak penjaga Carter." sahut Rose sudah mulai kesal.
"Oh... begitu, ya maaf hehehe, eh tunggu penjaga Carter?"
"Iya kenapa?" Rose mendelik ke arah Mark.
"Ummm baiklah aku butuh teman kalau begitu." sahut Mark yang terpaksa pergi karena takut dengan tatapan mata tajam milik Rose.
"Hai Lia, ayo temani aku mengambil peralatan latihan." Mark merangkul Lia dan mengajaknya menuruti langkahnya.
"Lho kenapa harus aku sih?" Lia mencoba menepis lengan Mark yang sudah merangkulnya.
"Aku takut meminta kunci pada pak penjaga Carter jadi kau yang minta ya, nanti aku yang membawa peralatannya." ujar Mark.
"Ih kau ini, menyebalkan." meski Lia menggerutu ia tetap mengikuti Mark menemui penjaga Carter.
"Hai kak V." sapa seorang perempuan berkuncir kuda bernama Ariana, teman sekelas dari Mark.
"Hai ada yang bisa ku bantu Ariana?" tanya V.
"Naskah ku sedikit basah, aku tak bisa membaca dialog ku, boleh ku minta naskah yang baru?" tanya Ariana.
"Ummmm... copy lah naskah yang Alena pegang, kalian para pemeran kurcaci mendapat naskah yang sama yang ada dialog para kurcaci nya." sahut V.
"Baiklah kalau begitu, oh iya apakah aku boleh menghubungi mu jika aku kesulitan dalam mempelajari dialognya?" tanya Ariana dengan wajah berbinar karena sangat menyukai V.
"Tentu saja." sahut V dengan senyum manisnya.
ah kak V tampan sekali jika tersenyum seperti itu.
"Ariana hei Ariana kenapa kau diam seperti itu?" V menjentikkan jarinya di hadapan wajah Ariana.
"Eh tidak aku hanya sedang... ummmm baiklah terima kasih kak V." Ariana pergi dari hadapan V untuk menemui Alena.
"Kelihatannya adik kelas kita itu menyukaimu?" Rose menepuk bahu V.
"Haha kau lucu Rose, lihat wajah lugunya hampir semua orang dia berikan tatapan dengan wajah lugu seperti itu tau." sahut V.
"Tapi aku tak suka ia menatapmu." ucap Rose dengan wajah sedikit murung karena cemburu.
"Sudahlah jangan kau lebih-lebih kan aku tak suka kau bersikap seperti itu." V mengusap rambut Rose yang duduk di hadapan nya.
"Baiklah baiklah aku tak akan bersikap cemburu yang berlebihan, hanya saja susah payah kan aku mendapat mu dan menghslus Zee dari hatimu." gumam Rose.
Sementara di seberang Rose dan V terdapat Theo dan Zee yang saling berdebat.
"Kenapa harus ada dialog dan adegan menjijikan ini sih?" Zee menggerutu dengan wajah nya yang di tekuk sebal mendapati peran yang harus bernyanyi di hadapan semua dan yang membuatnya makin menjijikan untuk Zee ketika Theo harus menciumnya saat ia tertidur karena racun dari sang ratu.
"Bukan kah ini romantis Zee?" sahut Alena dengan senyum menggoda Zee dan Theo.
"Apanya yang romantis, ini menjijikan tau." sahut Zee.
Zee menepuk punggung Theo dengan naskahnya.
"Ouch... bisa tidak sih berlaku yang manis pada pacar mu ini?" ucap Theo sambil mengusap punggungnya yang terasa pedih mendapat pukulan dari Zee yang cukup keras.
"Pacar pacar, pacar dalam mimpi !" Zee menghindari Theo menjauh.
Theo mau mengikuti Zee tapi mari keburu memanggilnya.
"Theo tolong aku dong." pinta Mark.
"Anak itu ya, hanya memanggilku nama padahal adik kelas dan seenaknya saja memintaku." gumam Theo.
"Theo tolonglah ini berat." ucap Mark masih memohon bantuan Theo.
Karena mata semua murid di ruangan itu tertuju padanya akibat panggilan dari Mark, Theo terpaksa menuruti Mark membantunya mengangkat peralatan drama.
Tak lama Miss Jane datang memantau perkembangan latihan anak-anak dan berlatih dengan dialog yang sudah di hapal masing-masing.
"Apa kita harus berlatih adegan terakhir ini Miss?" tanya Theo.
"Wah kau bersemangat sekali ya mencium putri cantikku Zee." sahut Miss Jane sambil tertawa kecil disana.
Zee menatap Theo dengan sebal dan melotot ke arah Theo saking kesal dan malunya mendengar pertanyaan Theo.
"Kan aku hanya bertanya." sahut Theo.
"Hapalkan saja dialog mu, saat adegan ini juga aku yakin tanpa latihan kau terbiasa mencium para gadis, ya kan tampan?" Miss Jane menyentuh dagu Theo yang terbelah itu sambil berlalu dengan senandungnya.
Cih... memangnya aku pria macam apa yang dengan mudahnya mencium para gadis, hanya Zee yang pernah ku cium dan menciumku.
batin Theo sambil melirik ke arah Zee.
"Oke anak-anak kita sudahi latihan hari ini, besok aku harap kalian sudah hapal dialog kalian ya, karena tiga Minggu lagi pementasan drama akan dilaksanakan." ucap Miss Jane lalu pamit dari ruangan itu.
"Mark kau rapihkan peralatan ya letakkan di sudut sana!" Rose memberi perintah pada Mark.
"Iya baiklah kakak Rose yang cantik." sahut Mark membuat Rose tersenyum senang lalu menghampiri V yang sedang mengobrol dengan Ariana.
"Tak bisa di biarkan kau adik kelas mendekati pacarku." gerutu Rose.
"Maaf Theo tak usah menungguku, Zack akan menjemput ku ada hal yang harus kita lakukan bersama." ucap Zee.
"Kalau begitu aku akan menemani mu menemuinya." sahut Theo memaksa Zee masuk ke dalam mobil.
"Ini kenapa aku jadi selalu menuruti dia begini sih." gumam Zee yang terpaksa masuk ke mobilnya.
Zack sudah menunggu Zee di depan gerbang sekolah hari ini mereka akan mencari buku yang diperintahkan Joseph untuk dipelajari.
"Zack kau menyusul ya di belakang ku." pinta Zee.
"Apa - apaan itu kenapa sih Zee ada di mobilnya terus, apa aku harus memberi pelajaran pada Theosaurus itu ya." gumam Zack.
Tiba-tiba ban mobil yang dikendarai Theo pecah ban namun Theo berhasil menyeimbangi setir mobilnya dan menepi.
"Kenapa bisa pecah ban begini sih?" gumam Theo turun dan menendang ban mobilnya.
"Tunggu ya Zee aku akan menghubungi pelayan ku." ucap Theo.
"Tak usah ya, ini sudah sore nanti aku kemalaman kan ada yang harus ku kerjakan dengan Zack." ucap Zee turun dari mobil.
"Tapi Zee..."
****
To be continued...
selamat menjalankan ibadah puasa ya 😘😘