
Cerita ini hanya fiksi murni karangan Vie semata... Hope you like it 💝😘😊
Jangan lupa klik tombol like, vote dan rating bintang 5 yak 😘
***
"Apa yang kalian lakukan?" ucap Zee dan kembaran barunya.
"Berhenti bicara." ucap Zee kepada kembaran barunya yang juga mengulang ucapannya.
"Aaaahhh hentikan...!" Zee berteriak kesal.
"Bagaimana seru kan punya kembaran seperti kami?" ucap si kembar.
"Kembalikan aku seperti semula atau..."
"Atau apa?" si kembar duduk bersamaan di atas ranjang Zee
"Ayo ikut aku!" ajak Zee pada si kembar.
Zee membawa si kembar pergi menemui Joseph di atas bukit.
"Paman buka pintunya!" Zee mengetuk pintu rumah Joseph dengan keras.
"Zee ini sudah... apa apa yang terjadi denganmu?" tanya Joseph heran.
"Ini ulah mereka, mereka membelah tubuhku jadi dua."
"Hahahaha gerakan kalian sama." sahut Joseph melihat Zee dan kembarannya.
"Kenapa kau membawa kami kesini?" tanya si kembar.
Kedua Zee membisikkan sesuatu ke telinga Joseph di kanan dan kiri sempat membuat Joseph risih.
"Kau ingin aku melakukan itu?" tanya Joseph.
"Ayolah paman aku mohon, kalau tidak mereka akan tetap membuatku seperti ini."
"Bagus kan, ada dua gadis yang akan membantu neneknya dan dua gadis yang akan membantu ku berburu juga." Joseph menahan tawanya apalagi pikiran nakalnya mulai liar membayangkan bermesraan dengan dua Zee.
"Paman, ayolah." rengek kedua Zee menarik-narik lengan Joseph.
"Hmmm masuklah kalian semua kerumah." ajak Joseph akhirnya.
Si kembar masuk kedalam rumah Joseph dan kedua Zee langsung mengunci pintu rumah Joseph.
Betapa terkejutnya si kembar saat melihat Joseph berubah menjadi manusia serigala.
"Nah kalian lihat kan pamanku tersayang ini seperti apa."
"Bagaimana bisa kau berteman dengan lycan?"
"Aku bukan lycan." sahut Joseph.
"Oh tentu saja aku punya lycan, jadi kalian harus menuruti keinginanku."
"Baiklah kami akan menurutimu." ucap si kembar.
"Nah sekarang kembalikan aku seperti semula." perintah kedua Zee.
Dalam sekejap si kembar mengembalikan Zee menjadi satu.
"Ah senangnya seperti ini lagi, nah paman kembali lah seperti semula."
Joseph berubah menjadi seperti semula.
"Nah kembalilah kalian ke kamarku, tapi hati-hati jangan sampai ketauan nenek, dan kaum seperti paman Joseph." goda Zee matanya mengerling pada Joseph.
"APA? masih ada yang seperti dia disekitaran ini?" si kembar saling berpelukan ketakutan.
"Hahahaha aku hanya bercanda. Hanya satu yang seperti paman Joseph dan aku sangat menyayanginya." Zee melingkarkan lengannya di leher Joseph yang terlihat salah tingkah menggaruk kepalanya.
"Benar ya? tak ada lagi kaum lycan seperti dia disini?"
"Iya, tadi aku hanya bercanda, tenanglah." Zee membuka kunci pintu rumah Joseph dengan kekuatannya.
Si kembar pun pamit pergi menuju rumah Zee.
"Jelaskan padaku apa itu lycan?" tanya Joseph pada Zee yang masih memeluk nya.
"Oh, itu mereka bilang lycan itu seperti mu namun mempunyai taring dan memiliki racun yang dapat membuat tubuh zamrudian tak dapat bergerak, mereka kaku, nah saat itu kaum lycan menyantap kaumnya."
"Aku baru dengar sebelumnya."
"Apa dia sebangsa mu paman?"
"Mana aku tahu, lepaskan tanganmu Zee."
"Tidak mau, oh iya apa kita berburu malam ini?"
"Aku akan berburu sendirian, kau pulanglah!"
"Tidak mau, kau kan janji akan membawaku berburu denganmu." rengek Zee.
"Kau ini..."
"Keras kepala." ucap Zee memotong ucapan Joseph.
"Kau akan mengatakan itu kan? aku sudah tau." Zee mengedipkan satu matanya ke arah Joseph lalu melepas pelukannya.
"Ayo paman kita berburu, siapa tau kita bisa menemukan lycan hahaha." ajak Zee keluar dari rumah Joseph.
Joseph memegang dadanya, jantungnya berdetak lebih kencang saat Zee memeluknya.
"Huff.. huff... bagaimana ini? dia semakin membuatku gila." gumam Joseph lalu pergi mengikuti Zee untuk berburu entah akan kemana malam ini, stok daging buruannya juga sudah menipis, lidahnya tak enak jika menyantap buruan rusa atau kelinci di hutan. Tubuhnya akan melemah lalu seperti kecanduan, karena yang dia butuhkan adalah jantung, jantung manusia.
***
To be continued...