9 Lives

9 Lives
Rahasia Zack



Cerita ini hanya fiksi murni karangan Vie semata... Hope you like it 💝😘😊


Jangan lupa klik tombol like, vote dan rating bintang 5 yak 😘


Happy Reading


***


"Kau salah lihat kali" ucap zack.


"Aku serius Zack kau kau lihat saja kakinya itu ada..." ucapan Zee terhenti melihat sosok di hadapannya itu.


"Halo." sosok wanita yang anak kecil itu sebut mamanya telah hadir di hadapan Zee dan Zack.


"Zack apa aku tak salah lihat, dia berkaki banyak seperti gurita." bisik Zee.


"Kau tak salah lihat Zee, sebaiknya kita pergi." bisik Zack.


Namun sebelum Zack dan Zee melangkah mundur sosok wanita itu menarik mereka dengan gulungan tangan guritanya membawa Zack dan Zee ke dalam rumah.


"Kau tutup pintunya Oct." ucap wanita gurita itu.


"Baik mommy." sahut anak itu lalu menutup pintu dan mengambil kotak kue yang Zack bawa.


"Umm ini enak sekali." ucap anak itu.


"Yang ini lebih enak nak, kau siapkan kuali untuk darah mereka yak, aku akan jadikan darah mereka sup dan tubuhnya untuk apa ya?" wanita itu berpikir sejenak.


Tiba-tiba wanita gurita itu melempar Zee ke dalam ruangan. "Zee...." Zack meneriakkan namanya.


Ruangan itu gelap, pengap dan terasa bau anyir darah yang menusuk ke hidung Zee.


Zee menyinari kamar itu dengan mantra nya.


"Ah tidak... !" pekik Zee.


Tulang belulang manusia yang di jadikan hiasan berupa tas, rak, dan kebutuhan rumah lainnya terpampang di hadapan Zee. Bau busuk dan anyir darah berasal dari dua tubuh manusia yang sudah mengering, mungkin karena darahnya terhisap. Kulit-kulit tubuh manusia di jemur di sebuah rak yang terbuat dari tulang manusia.


"Kamar apa ini? dasar monster!" gumam Zee.


Zee memberanikan diri membuka kamar tersebut, Ia mengintip dari pintu kamarnya. Terlihat si anak gurita itu sudah telungkup tak berdaya dengan kepala terpenggal. Tubuh anak itu penuh darah disampingnya tergeletak kuali besar. Mungkinkah ia mati terkena sup darah pada kuali tersebut atau kuali itu yang menimpanya. Tapi bagaimana kepalanya terpenggal? Zee makin mencari tau keberadaan Zack.


Lalu Zee sedang melihat perlawanan Zack terhadap wanita gurita itu. Ya perlawanan Zack dengan kekuatannya.


"APA? bagaimana Zack melakukannya?" Zee melihat Zack memotong kaki gurita itu dengan pedangnya. Pedang perak yang entah ia dapat dari mana.


Kebingungan makin melanda Zee tentang kekuatan yang Zack peroleh. Kekuatan yang sama seperti yang ia miliki.


Zaaapp... "Rasakan ini...!" teriak Zack sambil menghunus pedang peraknya kembali memutuskan kaki gurita yang terus tumbuh kembali.


"Kau membunuh anakku, tak akan ku lepaskan kau!" ucap wanita gurita itu dengan geram.


"Aku akan menghabisimu!" teriak Zack menghunuskan pedangnya kembali.


Zack mengucap kan sebuah mantera yang membuat wanita gurita itu terbakar. Zack lalu berhasil memenggal kepala wanita gurita itu setelah beberapa kali percobaan.


"Aaaaaaaaaaaa...!!!" wanita gurita itu menjerit darahnya yang berwarna biru pekat berhamburan ke lantai bahkan menyembur ke tubuh Zack.


Zack memasukkan pedang peraknya ke telapak tangannya lalu pedang perak itu menghilang masuk ke telapak tangannya.


Apakah Zack seorang penyihir, bagaimana bisa dia mengeluarkan dan memasukkan pedang perak itu ke telapak tangannya.


Zee langsung berpura-pura tak sadarkan diri saat Zack menghampiri nya.


tanya Zack namun Zee berpura-pura tak menjawab.


Rumah itu terbakar dengan hebatnya meninggalkan semua bukti kekejaman wanita monster itu bersama anaknya. Zack membopong tubuh Zee keluar rumah besar itu.


Karena masih tak ada respon dari Zee lalu Zack memberi nafas buatan pada Zee.


Zack langsung terbatuk dan memuntahkan cairan biru yang baru saja ia hirup dari bibir Zee.


"Fiuhhh cairan apa ini? apa Zee terkena racun gurita itu?" gumam Zack.


Zee membuka matanya perlahan-lahan lalu menatap Zack.


"Kita ada dimana?" tanya Zee lirih.


Zee masih berpura-pura tak mengerti dengan keadaan yang barusan terjadi.


"Kita aman Zee kita ada di halaman rumah wanita gurita itu." ucap Zack.


Hawa panas berhembus menyakitkan kulit wajah saat aura panas api menerpa wajah mereka.


"Kau bisa berdiri kan Zee?" tanya Zack.


"Iya aku bisa, lalu bagaimana rumah itu terbakar?" tanya Zee.


"Aku yang membakarnya ku ledakkan saja gas di dapurnya." sahut Zack berbohong.


"Apa wanita gurita itu mati?" tanya Zee.


"Dia dan anaknya pasti mati hangus terbakar, semoga tak ada korban lagi setelah ini." sahut Zack.


"Tapi bagaimana kau..."


"Ayo Zee kita pulang, sebaiknya jangan kau ceritakan peristiwa ini pada siapapun, kau tak ingin kan kita di bilang sinting." ucap Zack.


"Umm ... baiklah." sahut Zee.


Siapapun kecuali nenekku dan paman Joseph pasti tak akan percaya dengan apa yang kulihat tentang dirimu.


Zee memandang Zack yang masih membantunya berjalan.


Tangan Zee masih melingkar di pinggang Zack sampai ia menuju motor skutik milik Zack dan memboncengnya.


Zee menoleh pada rumah yang terbakar itu, ajaibnya rumah itu hilang tak berbekas, hanya ladang yang sudah tak terawat yang sudah lama di tinggalkan para petaninya.


"Zack rumah itu..." ucap Zee menepuk punggung Zack.


Zack menoleh ke arah rumah itu.


"Biarkan lah ini menjadi rahasia kita Zee." ucap Zack.


apa aku harus bertanya tentang kejadian tadi ya, Zack dan pedang peraknya, tapi Zack pasti tak akan mau jujur padaku.


Zack meraih tangan Zee untuk memeluk pinggangnya sepanjang perjalanan.


***


To be continued...


Happy reading guys 😘😘😘