9 Lives

9 Lives
Theodore



Cerita ini hanya fiksi murni karangan Vie


semata... Hope you like it 💝😘😊


Jangan lupa klik tombol like, dan rating bintang 5 yak 😘


Happy Reading


****


"Itu lukisan tentangku, kenapa aku merasa ada yang aneh ya dengan lukisanku?" ucap Zee kala melihat hasil lukisan milik Theo yang melukisnya.


"Lukisan ini bahkan lebih cantik dari kau ayo kita pulang." sahut Theo lalu merapikan lukisannya dan mengajak Zee pulang.


huh bisa-bisanya sudah membuatku lelah malah menghinaku.


Zee melirik tajam ke arah Theo saat berada di mobilnya.


"Stop...!" Zee menghentikan mobil Theo yang melaju.


"Ada apa sih denganmu, kau hampir membuatku menabrak tepi jalan tau!" pekik Theo pada Zee.


Sekilas Zee melihat sosok misterius yang waktu itu tak sengaja ia tabrak sosok yang ia duga adalah seorang vampir. sosok misterius itu sedang membopong seorang gadis yang terkulai di dalam hutan.


"Apa sih yang kau lihat?" tanya Theo penasaran.


"Tidak bukan apa-apa ayo jalan lagi." sahut Zee, dia takut jika mengajak Theo nanti akan membawanya dalam keadaan bahaya jadi dia harus membiarkan sosok itu saat ini.


***


Sesampainya Zee di rumah, ia sudah melihat neneknya menangis tersedu-sedu lalu memeluk Zee seketika itu juga.


"Ada apa nek? apa kau terluka? atau ada yang hilang?" tanya Zee.


"Paman Akbar mu Zee, paman Akbar meninggal." ucap nenek Amelia sambil menangis.


"Apa yang terjadi dengan paman?" tanya Zee.


"Dia... dia dibunuh Zee, kau ikut aku nanti malam kita ada pertemuan dengan kaum kita sekarang." ucap nenek Amelia.


"Kaum kita? maksud nenek masih banyak kaum kita disini?" tanya Zee.


"Ya Zee, persiapkan dirimu cepat kau pelajari para lycan itu bersama Joseph, kau harus cepat mempelajarinya karena aku yakin hanya kau Danyang akan dapat mempertahankan ras ini." ucap nenek Amelia sambil memegang kedua bahu Zee.


"Baiklah nek, aku akan berusaha lebih keras lagi." sahut Zee.


***


Malam itu, Zack menjemput Zee dengan sebuah mobil Van hitam yang di dalamnya sudah ada nenek Anna.


"Naiklah." ucap nenek Anna pada nenek Amelia dan Zee saat menggeser pintu mobil itu.


Mereka melaju menuju sebuah rumah sederhana di pinggir kota.


"Kita mau kemana nek?" tanya Zee.


"Ke rumah kawanku, Adam." sahut nenek Amelia.


Zack melajukan mobil Van tersebut ke rumah seseorang bernama Adam.


Sesampainya mereka disana, seorang kakek sudah berdiri menyambut kedatangan rombongan Zee. Disampingnya kakek tersebut, berdiri seorang anak laki-laki dengan seekor anji*g disampingnya.


"Selamat datang di rumahku para sahabatku." sapa sang kakek kepada nenek Amelia dan nenek Anna.


"Kau masih terlihat tampan Adam." ucap nenek Anna.


"Tentu saja, memangnya hanya kalian saja yang bisa cantik dan awet muda? aku juga bisa hahaha." sahut kakek Adam.


"Perkenalkan ini cucu ku Zee dan ini cucunya Anna si pangeran yang ku ceritakan itu namanya Zack."


"Halo Zee dan Zack selamat datang di rumahku, ini perkenalkan cucuku..."


"Theodore ya kek?" sahut Zee memutus ucapan kakek adam.


"Wah apa kalian sudah saling mengenal?" tanya sang kakek.


"Hari ini siang tadi tepatnya kami bertemu dan ternyata dugaan ku tepat ya Theodore, kau berbeda." ucap Zee pada Theodore.


"Ya aku berbeda tapi sama dengan mu rupanya." sahut Theodore ketus.


Kakek dan kedua nenek itu membicarakan masalah kematian paman Akbar di rumah tengah dekat perapian. Sementara Zee dan Zack mengobrol di luar diikuti oleh Theodore.


"Aku bertemu dengan vampir yang dibicarakan banyak orang belakangan ini." ucap Zee kepada Theo.


"Lalu apa kau menangkapnya?" tanya Zack.


"Tidak, aku hanya melihat nya sekilas dan merasakan kehadirannya saat aku bertemu dengannya." ucap Zee menjelaskan.


"Kalau aku yang bertemu dengannya pasti sudah ku habisi vampir itu." sahut Theodore menyela pembicaraan Zee dan Zack.


"Kau pikir akan semudah itu mengalahkan vampir kau itu masih kecil nanti malah kau bisa terbunuh olehnya." ucap Zee.


"Aku kan berbeda denganmu, kekuatanku lebih besar dari kekuatan mu tau." sahut Theodore dengan yakinnya.


"Ohh iya kah coba tunjukkan padaku anggap saja aku menantang mu." ucap Zee sambil bertolak pinggang pada anak kecil itu.


Theodore mengarahkan tangannya pada Zee, begitu juga Zee yang hendak membalasnya.


Sammy menyalak ke arah Zee bersiap membantu tuannya.


"Hei hei sudahlah kalian ini apa-apaan sih?" Zack melerai keduanya.


"Dia duluan yang menantang ku." tunjuk Zee pada Theodore.


"Ah kakak juga menantang ku."


"Kita itu harus bersatu bukannya malah bersaing seperti ini, Zee ikut aku kita pelajari lycan sekarang." ucap Zack.


"Bukankah bukunya ada dirumah paman Joseph, lalu apa kita menemui paman Joseph sekarang?" tanya Zee.


"Iya, aku akan pamit pada nenek nanti kembali lagi menjemput mereka." ucap Zack lalu masuk ke dalam rumah paman Adam.


Setelah mendapat ijin Zack menarik lengan Zee untuk masuk ke dalam mobil Van nya.


Zack memberanikan diri di dalam mobil untuk bertanya lagi pada Zee mengenai jawaban pertanyaan Zack tempo hari.


"Apa kau mau Zee, bersamaku, menjadi pacarku?" tanya Zack.


kenapa hati ini bimbang ya, satu sisi Theo sudah mengancam ku untuk menjadikanku miliknya tapi Theo tak pernah meminta ku untuk menjadi pacarnya seperti pengakuan Zack, di satu sisi lainnya ada Zack yang memberi pengakuan dan meminta padaku, siapa ya yang harus ku pilih aaargghhh


Zee mengusap wajahnya dengan kedua tangannya saking galaunya perasaanya kala itu.


"Aku... aku... aku belum tahu Zack." sahut Zee.


"Apa ini karena Theo?" tanya Zack masih fokus menyetir.


"Karena aku? memang nya apa hubungan kakak ini dengan aku?"


suara anak kecil yang mereka sudah hapal terdengar dari kursi belakang dalam mobil milik Zack.


"Theodore apa yang kau lakukan disini?" pekik Zee menatap tajam ke arah Theodore.


"Memangnya aku tak boleh mengikuti kalian." sahut Theodore membuat Zee makin kesal dan ingin mencubit pipinya sekeras mungkin.


Tiba-tiba Sammy menyalak dengan keras mengejutkan Zee dan Zack kala itu.


"Ada apa dengan Sammy mu?" tanya Zack.


"Sammy melihat sesuatu kak, pasti sesuatu yang sangat buruk jika ia seperti ini." ucap Theodore berusaha menenangkan Sammy.


"Stop Zack lihat disana." Zee menghentikan mobil Zack dan menunjuk ke suatu tempat.


"Sosok itu, iya aku yakin sekali dia membawa seorang perempuan lagi ke dalam hutan, ayo ikuti dia Zack." perintah Zee.


****


To be continued...


Mampir juga ke karya ku yang lainnya.


- Kakakku Cinta Pertamaku (End)


- Pocong Tampan


- Gue Bukan Player