9 Lives

9 Lives
Natti Punya Anak



Cerita ini hanya fiksi murni karangan Vie


semata... Hope you like it 💝😘😊


Jangan lupa klik tombol like, dan rating bintang 5 yak 😘


Happy Reading


****


Wah wah wah siapa gadis cantik ini? biasanya kau hanya membawa Alena sepupumu kesini, apa si cantik ini pacarmu?" tanpa basa basi lagi pertanyaan itu terucap dari bibir tuan Smith.


"Hahaha kau ini tanpa basa - basi langsung saja kau tanyakan, iya dia pacarku." sahut Theo.


"Hah? aku pacarmu? kan sudah kubilang..." tanya Zee dengan raut wajah kesal.


"Sudah ayo masuk ke dalam mobil." ajak Theo lalu menepuk bahu tuan Smith dan pamit pergi melajukan mobilnya menuju danau dalam hutan tempat Natti berada.


***


"Natti... Natti..." Theo berteriak di tepi danau memanggil Natti yang tak kunjung tiba.


"Apa yang terjadi padanya ya Zee?" tanya Theo melempar beberapa ikan ke permukaan danau agar Natti mau keluar.


"Mana aku tau memangnya kau sudah lama tak kesini?" tanya Zee.


"Terakhir aku kesini ya bersamamu waktu itu." sahut Theo lalu berteriak kembali memanggil Natti.


"Aku harus menyelam ke dalam gua di bawah danau sana ke rumah Natti berada." sahut Theo lalu membuka kausnya dan celana jeans panjangnya.


Apa-apaan ini seorang Theo hanya memakan celana sepaha di hadapanku. Kenapa tubuhnya sama menggodanya seperti paman Joseph sih, haduh Zee kendalikan pikiranmu.


Batin Zee menepuk pipinya sendiri.


"Tunggu, tunggu, apa kau kuat menahan nafas saat menyelam ke dalam danau?" tanya Zee cukup cemas.


"Jika aku kehabisan nafas kan ada kau yang akan memberiku nafas buatan." ucap Theo menggoda Zee sambil meliriknya lalu terjun menyelam ke dalam danau.


"Hah dasar bodoh, dasar keras kepala." gumam Zee tak bisa menahan Theo.


Setengah jam berlalu Theo tak kunjung muncul ke permukaan. Zee makin cemas menggigit ujung kukunya sambil berjalan mondar-mandir.


"Theo kemana sih?" gumam Zee.


"Apa aku harus menyusulnya ya, jangan-jangan dia tenggelam." gumam Zee lalu melangkah ke tepi danau bersiap membuka kaus panjangnya dan tiba-tiba Theo muncul.


"Zee kau tak akan percaya dengan yang kulihat barusan." ucap Theo tersenyum sangat puas dan senang.


"Kau tahu setengah jam aku mencemaskan mu, kupikir kau tenggelam karena tak muncul juga." Zee mendorong tubuh Theo saat berada di hadapannya.


"Hei hei tenanglah, ini kan aku sudah muncul ke permukaan, wah kau mencemaskan ku ya?" tanya Theo dengan bangga karena sudah di cemaskan Zee.


"Ih kau ini percaya diri sekali." sahut Zee kesal.


"Sudah-sudah ayo ikut dengan kau, kau harus tahan nafas sekitar dua sampai lima menit ya." ucap Theo.


"Apa kau gila! itu waktu yang lama bagaimana jika aku kehabisan nafas saat menyelam di dalam sana." pekik Zee saking kesal dan takutnya.


"Sudah ikut saja, kau tidak akan mati aku yakin itu." sahut Theo menarik Zee untuk menyelam ke danau.


"Tunggu sebentar, tunggu ya." Zee meraih tas ranselnya dan mengambil baju renang yang sudah ia bawa dari rumah.


"Kau membawa baju renang, wah kau sudah mempersiapkan dari tadi ya?" Theo tertawa kecil melihat Zee.


"Oke baiklah." sahut Theo berbalik badan dan menutup matanya.


Zee sudah siap berganti baju renang lalu mengikuti Theo menyelam ke dalam danau menuju sebuah gua di dalam danau tempat Natti bersarang.


Di dalam gua itu terdapat celah udara yang membuat Zee dan Theo bisa mengambil nafas kembali. Mereka berenang makin ke dalam dan melihat rongga dalam gua tidak digenangi air di dalamnya.


"Ini indah sekali." ucap Zee penuh takjub mengamati sekeliling.


"Natti keluarlah." ucap Theo lalu Natti keluar dari sarangnya.


"Apa Natti bisa bernafas disini?" tanya Zee penasaran.


"Iya Natti bisa hidup di dua alam namun tetap harus lembab tubuhnya dan tetap dia butuh air." sahut Theo.


"Tunggu, apa itu yang dibelakang Natti?" tanya Zee yang melihat dua makhluk mungil menyerupai Natti.


"Itu... apa itu anaknya Natti?" tanya Zee yang menoleh ke arah Theo dan dijawab anggukan kepala Theo.


Natti memperkenalkan kedua anaknya pada Zee.


"Aaahhh mereka lucu sekali, bagaimana Natti bisa mempunyai anak kan dia tidak punya pasangan?" tanya Zee.


"Mungkin jauh, jauh, jauh di dasar danau atau seberang danau sana Natti menemukan pasangan, dan dia kembali bersarang ke sini untuk bertelur dan mempunyai anak, lihat bekas cangkang telurnya disana." tunjuk Theo pada dia cangkang telur di sudut gua.


Zee membelai kedua anak Natti yang sangat menggemaskan.


"Theo ambilkan ikan-ikan tadi daripada mereka ke permukaan mereka kan baru lahir." ucap Zee memerintahkan Theo mengambil ikan sepetinya tadi.


"Wah kau berani menyuruhku ya sekarang, harusnya kan aku yang menyuruhmu." ucap Theo bertolak pinggang.


Natti menjaga Zee dari Theo dan mendorong tubuh Theo dengan kepakan tangannya.


"Wah wah wah, Natti kau sudah mendukung Zee ya daripada mendukung ku ckckkc?" Theo tersenyum menepuk kepala Natti.


Zee menatap Theo dengan senyum manisnya tatapan maut Zee yang memohon membuat Theo luluh lantah tak dapat menolak lagi.


"Baiklah, baiklah aku akan mengambilnya dan jangan pernah kau berikan aku tatapan itu Zee." ucap Theo menunjukkan Zee lalu menyelam kembali ke dasar gua menuju permukaan danau kembali untuk mengambil ikan.


"Kira-kira siapa ya nama yang cocok untuk kedua anakmu?" Zee mengetuk-ngetuk dagunya dengan telunjuknya.


Kepala Natti menyentuh rambut Zee dan mengusel-ngusel pada Zee.


"Ah kau membuat aku geli, jauh - jauh sana, kau membuatku geli Natti, hei kau tau pertama kali aku mengenalmu aku takut dan jijik, tapi sekarang kau menyenangkan juga ya." Zee mengusap kepala Natti sambil memangku anak-anak Natti.


Anak-anak Natti kemudian berlari menghampiri tepi gua dengan antusias sambil mengeluarkan suara yang parau. Natti juga menoleh ke tepi gua. Theo hadir membawa peti ikan itu dengan nafas tersengal-sengal.


"Wah kau hebat sekali." Zee bertepuk tangan memuji Theo.


"Beri aku nafas buatan Zee, kemarilah kau!" pinta Theo dengan nafas tak beraturan mengulurkan tangannya sambil berbaring.


"Hahaha kau pikir aku akan... nih nafas buatan untukmu." Zee mengangkat satu anak Natti yang sedang menikmati ikan segar dari Theo. Zee meletakkan bibir anak Natti ke bibir Theo.


"Fiuhhh ini bau, amis sekali iyaakks." Theo menggerutu lalu mencuci mulutnya dengan air danau dalam gua tersebut.


****


To be continued... Happy Reading...


Selamat menjalankan ibadah puasa ya buat kalian yang menjalankan