
Cerita ini hanya fiksi murni karangan Vie
semata... Hope you like it πππ
Jangan lupa klik tombol like, dan rating bintang 5 yak π
Happy Reading
***
"Halo Zee." sapa Zack saat Zee membuka pintu rumahnya.
"Halo Zack, apa yang kau bawa itu?" tanya Zee.
"Kue arbei dari nenek ku." sahut Zack.
"Wah terima kasih ya, aku suka sekali kue buatan nenek mu." ucap Zee sambil melirik ke arah neneknya.
"Aku mendengar mu ya Zee." nenek Amelia melempar satu butir buah anggur ke arah Zee.
"Hehehe aku hanya bercanda nek, ayo masuk Zack." Zee mempersilahkan Zack untuk masuk dan duduk di ruang tamunya.
"Terima kasih Zee, eh apa yang makhluk itu lakukan di rumah mu?" bisik Zack pada Zee sambil melihat ke arah Theo.
Theo langsung menghampiri Zack dan Zee.
"Kau, apa yang kau lakukan disini?" tanya Theo dengan wajah tak suka pada Zack.
"Aku memang ada janji dengan Zee kami akan belajar bersama dengan paman Joseph, lalu kau sedang apa?" Zack berbalik bertanya pada Theo.
"Aku sedang mampir, lagi pula nenek yang mempersilahkan ku untuk tinggal." sahut Theo dengan bangganya.
"Sudah, sudah kalian menjauh sana ke tempat masing-masing. Kalau kau memang di pinta nenek untuk tetap tinggal membantunya pergi ke dapur sana bantu nenek." Zee mendorong Theo untuk pergi ke dapur.
"Ayo Zee kita ke tempat paman." ajak Zack menarik tangan Zee namun Theo menahannya.
"Kau tidak boleh pergi bersamanya." ucap Theo.
"Kau ini apa - apaan sih memang tujuan Zack kesini untuk bertemu dengan ku kok, sudah sana jangan ganggu kami." ucap Zee dengan nada ketus.
"Aku ikut." ucap Theo tak mau melepas tangan Zee.
"Ih kau ini ya benar-benar membuatku kesal." Zee mencoba melepas cengkeraman tangan Theo.
"Tetaplah disini bersamaku." pinta Theo sekali lagi menahan Zee.
"Sudah Zee jangan hiraukan dia." ucap Zack lalu menghampiri nenek Amelia di dapur.
"Hai nenek apa yang kau buat?" tanya Zack.
"Hai tampan, aku membuat minuman anggur dan kue anggur, kau harus mencicipinya." ucap nenek Amelia dengan senyum nya yang selalu menghias wajahnya.
"Tentu saja nek, oh iya aku akan membawa Zee ke tempat paman Joseph kami harus berlatih tapi dia mengganggu kami terus." Zack mencoba mengambil simpati nenek Amelia.
"Kalian ini, apa sih yang kalian lihat dari cucuku dia tak cantik tak pintar juga bahkan ceroboh dan bodoh." ucap nenek Amelia sambil tertawa-tawa.
"Zee itu persis seperti nenek, cantiknya alami dan sangat mempesona." Zack memuji Zee.
"Hahahaha kau ini, ku harap kau sadar saat mengucapkan nya." ucap nenek Amelia.
Sementara itu di ruang tamu rumah Zee, Theo masih menahan tangan Zee agar tidak pergi dengan Zack.
"Lepaskan aku Theo, kau pulanglah sudah malam." pinta Zee.
"Jika memang sudah malam kenapa dia baru hadir ke rumahmu jam segini." protes Theo dengan wajah menatap Zee dengan tajam.
"Ummm... itu, aduh bagaimana ya aku menjelaskan pada si bodoh dan menyebalkan ini." gumam Zee.
"Oke Zee ayo kita ke tempat paman." ajak Zack
"Oke, coba sekarang tanyakan pada Zee, kau mau ikut dengan ku belajar bersama paman Joseph, apa kau tetap disini menemaninya?" tanya Zack pada Zee.
"Pertanyaan macam apa itu, aku pasti memilih mu, ayo nanti paman terlalu lama menunggu kita." ajak Zee lalu menarik tangan Theo pergi.
"Zee..." panggil Zack membuat Zee menoleh.
"Kau sedang apa disitu, ayo lekas kita pergi." pekik Zee.
"Kau mengajaknya tapi menggandeng tanganku." ucap Theo yang berdiri di samping Zee dengan tangannya tergenggam.
"Astaga, apa yang aku lakukan sih, sana sana kau kembali pada nenek." Zee langsung melepas tangannya dari Theo.
"Jadi kau lebih memilih bersama Zack dibandingkan bersama ku?" tanya Theo menegaskan kali ini.
"Aku tak mau memilih karena kau pasti tau pasti jawabanku, ayo Zack!" pekik Zee
"Zee pertanyaan terakhir ku..."
"Sudah lah Theo, pulanglah!" sahut Zee memutus ucapan Theo yang belum selesai.
"Baiklah aku akan pulang, sampaikan maaf dariku untuk nenekmu, aku tak bisa menunggunya menyelesaikan dan mencicipinya kue buatannya." ucap Theo lalu pergi masuk ke dalam mobilnya tanpa menoleh lagi.
"Kelihatannya dia marah hahaha." ucap Zack.
"Kenapa harus marah, apa salahku coba, dasar pria aneh." gumam Zee.
"Susah lah ayo kita kerumah pamanmu." Zack merangkul bahu Zee menuju rumah paman Joseph sambil membawa kotak kue arbei di tangannya.
Theo mengemudikan laju mobilnya dan menatap sekilas arah kaca spion, dia melihat Zack yang sedang merangkul Zee.
***
Zee mengetuk pintu rumah paman Joseph.
"Hai paman aku membawa dua buku tentang lycan, dan ini Zack membawa kue untukmu." ucap Zee.
"Hmmmm kalian ini, masuklah." perintahnya.
"Lalu apa yang harus kami lakukan paman?" tanya Zack.
"Baca saja dulu buku itu sampai tamat dan cermati baik-baik isinya!" perintah paman Joseph lalu meraih kue arbei dari pemberian Zack.
"Kami sudah semangat kesini malah disuruh baca buku huh." gumam Zee menatap paman Joseph kesal sementara Paman Joseph menahan tawanya sambil mengunyah kue arbei.
***
"Kenapa sih Zack selalu saja mengalahkan ku." Theo memukul - mukul setirnya saat mengemudi. Tiba-tiba Theo melihat seorang perempuan yang datang dari dalam hutan dan tak sadarkan diri tepat saat Theo mengerem mobilnya di hadapan perempuan itu.
"Dia mau mati apa ya, hampir saja aku menabrak nya." Theo melepas ikatan sabuk pengamannya lalu membuka pintu mobil dan turun.
"Sepertinya aku pernah melihat perempuan ini tapi dimana ya?" gumam Theo saat melihat sosok yang tak sadar kan diri di jalan itu. Theo menyentuh nadi di tangan perempuan itu yang ternyata masih berdenyut.
"Ah aku ingat, ini adik kelas ku yang ikut dalam pementasan drama tapi aku lupa namanya, ah sudah lah ku bawa saja dia ke rumah sakit." Theo mengangkat gadis itu ke dalam mobilnya dan membawanya kerumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit Theo memberikan gadis itu pada perawat untuk segera di periksa keadaanya.
"Maaf suster aku tak tahu dia siapa aku hanya menemukannya tergeletak di jalan dengan tangan penuh darah seperti itu, karena aku tak bisa menungguinya nanti tagihan biayanya kau kirimkan ke rumahku." Theo memberikan kartu namanya pada suster.
***
To be continued...
Alias bersambung ya semuanya.
Selamat menjalankan ibadah puasa tetap dirumah jaga kesehatan jaga jarak jaga aman buat kalian semua, semoga pandemi ini segera berakhir aamiin πππ
Salam dari Pocong Tampan mohon dukungannya ya buat vote karena vote kalian sangat berarti lho buat Vie, Komen juga ya ditunggu kritik sarannyaππ