9 Lives

9 Lives
Ulang Tahun Theo



Cerita ini hanya fiksi murni karangan Vie


semata... Hope you like it 💝😘😊


Jangan lupa klik tombol like, dan rating bintang 5 yak 😘


Happy Reading


*****


"Apa yang terjadi nek? bagaimana keadaan penjaga Carter? kenapa dia diam?" tanya Zee yang sangat terkejut dengan keadaan penjaga Carter saat itu.


"Dia sudah mati Zee." ucap nenek Amelia.


"Kita kubur dia dengan layak nek ayo kita pergi bawa dia." ucap Joseph.


"Kenapa aku tidak menyadari sih kalau penjaga Carter seorang lycan aargggghhh menyebalkan sekali jika saja aku tahu lebih dulu." geram Zee.


"Apa kau tahu Joseph siapa sang ratu?" tanya nenek Amelia.


"Ya aku tahu hanya saja aku tak yakin dia keturunan apa, dia juga yang membunuh istri, anakku dan ayahku." sahut Joseph.


"Kau sudah berkeluarga sebelumnya kenapa tak pernah cerita paman?" tanya Zee.


"Tak penting, sekarang yang kau harus tau, senjata lycan lah yang dapat membunuh lycan itu sendiri." ucap Joseph pada Zee.


"Tapi bukankah pedang perak Zack juga bisa membunuh para lycan itu?" tanya Zee.


"Iya, tapi hanya Zack yang menggunakan pedang itu sementara kau tak punya apa-apa, jadi aku akan membantumu mendapatkan senjata mereka, ayo nek kita bergegas pergi." ucap Joseph lalu nenek Amelia membawa Joseph dan penjaga Carter pergi.


"Apa yang terjadi di dalam sana?" tanya Ariana saat Zee membuka pintu gudang.


"Penjaga Carter tewas, dan yang buat aku lebih terkejut adalah penjaga Carter seorang lycan." sahut Zee


"APA...?" tanpa sadar Ariana berteriak mengejutkan Mark yang tertinggal rombongan.


"Loh kupikir kalian sudah bersama yang lain, kenapa kalian masih disini?" tanya Mark pada Zee dan Ariana.


"Tadi aku ke toilet sebentar bersama Ariana." sahut Zee berbohong.


"Oh... ayo lekas kalau begitu kita ke tempat restoran pasta." ucap Mark.


*****


"Zee kau kemana saja sih? Theo mencari mu sedari tadi." ucap Alena yang melihat Zee baru tiba di dalam restoran pasta tersebut.


Hari itu Theo menyewa restoran tersebut untuk ulang tahunnya jadi semua orang bebas pesan untuk makan dan minum semau mereka karena Theo telah membayar semua menu makanan hari itu.


"Ummm tadi aku menghubungi nenekku dulu." jawab Zee asal.


"Aku pikir kau pulang makanya Theo kesal lalu meninggalkan mu, maaf ya tadi juga salah ku sih menyuruhnya untuk bergegas kesini." ucap Alena melingkarkan lengannya di lengan Zee.


"Tak apa." Zee masuk lebih dalam bersama Ariana dan dan Mark menemui Theo.


"Kemana Lia ?" tanya Mark pada Alena.


"Dia ke toilet sana." ucap Alena menunjuk arah toilet.


"Baiklah aku akan menghampiri nya, aku heran akhir-akhir ini dia sering menghindari ku." Mark berlalu meninggalkan Alena dan Zee.


"Aku disini saja ya Zee, terhindar dari matahari dari tadi kulitku rasanya terbakar pedih." bisik Ariana pada Zee yang dibalas anggukan oleh Zee.


Zee tau Theo marah karena selama di dalam restoran itu Theo tak mau memandang Zee maupun bicara dengan Zee, tetapi Zee tak perduli ia hanya memikirkan perang melawan lycan yang mau tak mau harus dia hadapi dengan kekuatannya yang masih sangat terbatas. Zee memutuskan untuk pamit pergi ke luar restoran secara diam-diam.


Zee merasa sebaiknya dia pulang karena ingin mempelajari buku tentang lycan dan buku-buku ilmu sihir lainnya, karena tekad Zee sudah bulat dia ingin mengalahkan para lycan dan menyelamatkan kaumnya.


Zee keluar dari restoran pasta namun Theo menarik tangan Zee. Theo membawa Zee masuk ke dalam mobil lalu Theo menyalakan mesinnya dan melaju.


"Kau mau membawaku kemana?" tanya Zee pada Theo.


Theo hanya terdiam tak mau bicara.


"Apa kau tahu tapi anehnya kau malah menculik ku, dasar bodoh!" ucap Zee.


Theo masih terdiam dan fokus melajukan mobilnya menuju ke dalam hutan tempat Zee bertemu Natti tempo hari.


"Apa kita akan menemui Natti?" tanya Zee pada Theo yang masih saja terdiam.


Theo menghentikan mobilnya di tempat biasa ia memarkirkan mobilnya saat mengunjungi Natti. Di bukanya bagasi mobilnya lalu mengambil sepeti ikan untuk Natti dan anak - anaknya.


"Wah kau sudah mempersiapkan semua untuk Natti ya?" tanya Zee tapi Theo malah melangkah ke arah danau.


Zee mengikuti Theo menuju danau tempat Natti tinggal.


"Dasar aneh, marah padaku tapi mengajak ku kesini bertemu Natti." gumam Zee.


Theo melempar beberapa ikan ke permukaan dan Natti langsung muncul melompat dari dalam danau menyemburkan airnya dan melahap ikan-ikan tersebut.


Natti menghampiri Zee dan mencium pipi Zee.


"Ah kau manis sekali." Zee memeluk Natti meski tak nyaman dengan tubuh Natti yang berlendir.


"Natti apa kau tau, Theo sedang ulang tahun hari ini, ayo kita nyanyikan sebuah lagu, selamat ulang tahun, selamat ulang tahun, selamat ulang tahun Theosaurus... selamat ulang tahun." Zee menyanyikan lagu ulang tahun sambil memutari Theo bersama Natti.


Theo tak bisa menahan senyumnya.


"Yakin kau masih marah padaku?" tanya Zee menggoda Theo.


Theo menarik lengan Zee dan langsung memeluknya.


"Aku marah karena kau tak mengucapkan ulang tahun padaku, mana kau tak memberiku kado." ucap Theo dengan nada merajuk saat memeluknya.


"Oh... jadi hanya karena itu kau marah, lagi pula kalau soal kado, kau kan punya segalanya, kau bisa beli apapun yang kau aku, jadi aku bingung mau memberi mu kado apa." sahut Zee masih dalam pelukan Theo.


"Kalau begitu, berikan saja hatimu untukku." ucap Theo.


Zee melepas pelukan Theo.


"Tunggu aku punya kado untukmu." Zee merogoh sesuatu dari tasnya.


"Apa kau ingat ini?" tanya Zee.


"Ini bukannya pintu mobil kayu kesayangan ku yang hilang?" tanya Theo.


"Yup, aku yang mengambilnya saat itu, saat kau bilang makanya kalau jalan pakai mata." ucap Zee menirukan gaya Theo waktu kecil yang sangat menyebalkan dulu.


"Oh kau si gadis bodoh itu ya, kau menyahut


Hahaha sejak kapan manusia berjalan pakai mata, binatang saja berjalan menggunakan kaki, ya kan? aku ingat sekali kata-kata si bodoh itu." Theo menunjuk Zee sambil tertawa.


"Kau ini ya."


Zee mengejar Theo yang menghindari pukulan Zee. Mereka berlarian saling tertawa bersama Natti bolak-balik di pinggir danau.


Seseorang mengamati Zee dan Theo dari kejauhan. Sosok misterius yang tempo hari Zee lihat keluar dari rumah kosong milik ayah Alena kini sedang mengamati Zee dan Theo dengan seksama.


*****


To be continued...


Mampir juga ke karya ku yang lainnya.


- Kakakku Cinta Pertamaku (Season 2)


- Pocong Tampan


- Gue Bukan Player


I love you all my lovely Readers...😘😘😘