
Cerita ini hanya fiksi murni karangan Vie
semata... Hope you like it πππ
Jangan lupa klik tombol like, dan rating bintang 5 yak π
Happy Reading
****
"Zee bagaimana jika aku mengaku bahwa aku menyukai mu." ucap Zack kala memeluk Zee.
Ada keheningan tercipta saat itu, ucapan yang barusan itu membuat Zee terkejut dan tak tau harus berbuat dan berucap apa.
Zee melepaskan pelukan Zack.
"Zee apa aku salah ya mengaku padamu? ah sudahlah jangan kau ambil hati perkataan ku tadi, aku pulang dulu ya." Zack langsung mengendarai sepeda motor nya dan berlalu pergi pulang kerumahnya.
Zee memandang punggung Zack yang makin menghilang.
"Jadi Zack menyukaiku, tapi kenapa aku merasa ada yang salah ya? tapi Zack menyukai ku yeayyy." Zee berjingkrak kegirangan menuju ke dalam rumahnya.
***
Sinar matahari pagi yang hangat dan yang menyilaukan menerpa wajah Zee kala Blue membuka tirai kamar nya.
"Pukul berapa ini Blue?" tanya Zee.
"Pukul enam." sahut Blue.
"Oh okay terima kasih sudah membangunkan ku." ucap Zee lalu merapikan kamar tidur nya dan bergegas mandi.
"Pagi nenek ku sayang yang makin hari makin cantik." Zee mencium pipi nenek Amelia.
"Pagi cucu bodohku." sahut nenek Amelia sambil tertawa.
"Ah nenek memang tak suka ya memberiku pujian." ucap Zee dengan wajah cemberut.
"Hahaha rugi jika ku memujimu, eh ini berikan kue ini pada Theo ya." pinta nenek Amelia menyerahkan sekotak kue pada Zee.
"Nenek saja yang berikan." sahut Zee.
"Zee...."
"Baiklah baiklah aku yang akan berikan." Zee tak berani melawan tatapan maut sang nenek sehingga langsung menurutinya.
Tiba-tiba klakson mobil berbunyi di depan rumah Zee.
"Pasti si menyebalkan itu datang menjemput ku." gumam Zee lalu pamit pada nenek Amelia menuju sekolahnya.
"Hai nona silahkan masuk, tuan muda mengirimkan ku untuk menjemputmu." ucap seorang supir Theo yang datang menjemput Zee.
"Apa Theo sakit dan tak masuk sekolah?" tanya Zee.
"Tuan Theo berangkat dengan nona Alena pergi ke sekolah." sahutnya sambil membukakan pintu mobilnya.
"Kenapa ia tak menjemput ku ya?" tanya Zee sambil masuk ke dalam mobil jemputannya.
Sang supir tak menjawab pertanyaan Zee ia hanya fokus menyetir untuk mengantar Zee ke sekolah.
Sesampainya Zee di gerbang sekolah sang supir membukakan pintu mobil nya untuk Zee turun.
"Terima kasih ya." ucap Zee kemudian mobil itu pun pergi berlalu.
Zee melihat Alena dan Theo yang baru datang hendak menuju ke dalam sekolah. Zee langsung berlari sambil memanggil Alena.
"Hai Zee apa yang kau bawa itu?" sapa Alena.
"Hai Alena hai Theo, oh iya ini untuk Theo nenek ku ingin kau menerimanya." Zee menyerahkan kotak kue itu pada Theo.
"Terima kasih ya." sahut Theo dengan nada datar lalu mengambil kotak kue itu dan menuju mobilnya untuk menyimpan kue pemberian nenek Amelia di dalam mobilnya agar tak rusak saat ia bersekolah.
"Alena kenapa Theo mengirimkan supir dan mobil untuk menjemput ku padahal ia membawa mobil dan mengajak mu ikut serta?" tanya Zee sambil berbisik.
"Iya kah? dia mengirim supir untuk mu? coba aku tanyakan." sahut Alena tapi Zee langsung menahannya.
"Tak usah di tanyakan." bisik Zee.
Theo tak menatap Zee kala itu dia langsung saja melangkah menuju ke dalam sekolah dan menuju kelas.
"Kok aneh sih, kenapa ia tak menggangguku seperti biasa." gumam Zee yang melihat Theo menjauh meninggalkan nya.
***
Jam istirahat berbunyi.
Theo sudah berdiri dan berlalu menuju luar kelas tanpa mengganggu Zee seperti biasanya.
"Ayo Zee kita ke kantin." ajak Lia menarik lengan Zee.
"Baiklah tunggu sebentar aku rapihkan buku ku dulu." Zee kemudian mengikuti Lia menuju kantin.
Di meja kantin sana tampak Theo sudah berbincang-bincang dengan V dan Rose serta Alena.
Lia dan Zee duduk di meja yang sama dengan mereka.
"Hari ini tidak latihan drama dulu ya." ucap Rose.
"Memangnya kenapa?" tanya Lia.
"Miss Jane hari ini sakit, lagi pula salah satu kurcaci kita juga sakit, ya kan Theo?" Rose menoleh ke arah Theo.
"Iya benar, nanti aku akan menjenguk nya." sahut Theo.
"Memangnya kau temukan dia seperti apa sih, apa jangan-jangan kau yang menabraknya ya?" tanya Alena membuat Theo tersedak.
Zee memberikan tisu di hadapan nya untuk Theo, namun Theo tak mengindahkan dan mengambil sendiri tisu di hadapan Zee.
Alena dan Lia saling berpandangan begitu juga dengan V dan Rose.
"Aku tak menabraknya ya, dia tergeletak di tepi jalan dengan tangan berdarah seperti di gigit binatang buas." sahut Theo mencoba menjelaskan.
"Binatang buas?" tanya Zee.
Theo tak menjawab pertanyaan Zee kala itu dirinya malah asik memakan sosis dan kentang goreng buatan kantin.
"Heh Theo barusan Zee bertanya padamu apa benar binatang buas?" tanya Alena membantu Zee.
"Ya mana aku tahu aku kan bukan dokter." sahut Theo.
"Apa kita harus menjenguknya?" tanya Lia.
"Ummm aku tak bisa menjenguknya ya aku dan V akan pergi menonton hari ini, maaf ya sampaikan saja salam ku pada Ariana." ucap Rose.
"Baiklah kalau begitu kita ber empat yang akan pergi menjenguknya." ucap Alena.
"Lho kalian mau kemana? bolehkah aku ikut?" tanya Mark yang datang tiba-tiba menghampiri meja kakak kelasnya itu.
"Ih menyebalkan ini tidak tahu sopan santun langsung bilang ingin ikut saja." gerutu Lia melihat Mark.
"Kau kenapa sih sayang ku, apa aku salah padamu?" Mark menggoda Lia membuat semuanya tertawa.
Zee menatap Theo namun Theo berusaha untuk tak menatap Zee.
Mereka semua pergi dari kantin saat jam istirahat hampir selesai. Zee mencoba mengikuti Theo.
"Kau tidak menyuruhku untuk mengambil soda di mesin itu?" tanya Zee menahan langkah Theo namun Theo hanya terdiam tak menjawab dan meneruskan langkahnya menuju kelas.
"Kau marah padaku ya? memang nya apa salahku sih?" Zee menahan lengan Theo kali ini.
Theo menatap mata Zee sangat lekat mengacuhkan para murid yang lalu lalang di samping mereka sambil memperhatikan keduanya.
"Lepaskan tanganku!" ucap Theo akhirnya lalu melepaskan tangan Zee dari lengannya dan berlalu menuju kelas.
****
To be continued...
Alias bersambung ya semuanya.
Selamat menjalankan ibadah puasa tetap dirumah jaga kesehatan jaga jarak jaga aman buat kalian semua, semoga pandemi ini segera berakhir aamiin πππ
Salam dari Pocong Tampan mohon dukungannya ya buat vote karena vote kalian sangat berarti lho buat Vie, Komen juga ya ditunggu kritik sarannyaππ