
Cerita ini hanya fiksi murni karangan Vie
semata... Hope you like it 💝😘😊
Jangan lupa klik tombol like, dan rating bintang 5 yak 😘
Happy Reading
***
Setahun sudah Zee berada di Brookfield's Junior High school dia hanya berteman baik dengan Dorothy dan sisa murid lainnya hanya mengganggu Zee karena kebencian Diana.
Diana dan kawanannya terus mengganggu Zee namun Zee selalu bisa lepas dari kejahilan yang Diana lakukan. Ingin rasanya ia membalas perbuatan Diana namun nenek Amelia selalu melarang ia menggunakan kekuatannya pada manusia kecuali terpaksa.
Rio selalu mengajak Zee untuk berkencan saat malam Minggu namun Zee selalu menolak, Zee selalu merasa ia terlalu kecil untuk merasakan cinta. Dua bulan terakhir berada di SMP Brookfield ini membuat Rio sangat ingin memiliki Zee sebelum ia pindah ke sekolah SMA di luar kota Brookfield dan hal itulah yang makin membuat Diana geram serta membuat darahnya mendidih terbakar api cemburu melihat pehatian Rio yang hanya tertuju pada Zee bukan padanya.
Zee juga sering mengunjungi Joseph saat malam hari melihat Joseph berburu sangat menyenangkan untuk Zee. Joseph hanya memakan hewan di hutan seperti rusa bahkan beruang. Namun setiap satu bulan sekali Joseph butuh darah dan daging manusia yang masih segar oleh karena itu Zee membantu Joseph memburu manusia jahat diluar kota Brookfield.
"Bagaimana Paman Joseph kemana kita kali ini?" tanya Zee.
"Nenekmu sudah melarang ku untuk mengajak kau ikut serta di malam perburuan ku." sahut Joseph.
"Aku mohon biarkan aku ikut, ini sangat menyenangkan." mata Zee berbinar mengucapkannya.
"Kau memang keras kepala, baiklah kita ke Utara malam ini." ucap Joseph membiarkan Zee mengikutinya.
Zee menyusuri hutan Brookfield menunggangi Joseph yang berlari sangat cepat menuju Utara menjauhi kota Brookfield.
"Anak kecil itu terlihat sangat lezat." gumam Joseph.
"Ayolah paman, kau tak akan memangsa anak kecil bukan?" tanya Zee dengan nada kesal.
"Siapa tau jika aku lapar, aku bahkan punya kau untuk ku makan." Joseph tertawa saat mengucapkannya menggoda Zee.
"Haha.. Paman lucu sekali."
Zee melirik sebal ke arah Joseph sambil memperhatikan kedai dan pom bensin di depannya.
"Lihat ke mobil Van hitam itu, sepertinya gadis itu di culik." tunjuk Zee.
"Baiklah ayo kita ikuti." sahut Joseph berlari mengikuti mobil van itu dari dalam hutan.
Zee dan Joseph melihat mobil Van hitam itu masuk kedalam hutan, dua orang pria itu menyeret paksa seorang gadis yang di culik tadi yang meronta untuk dilepaskan.
"Kau duluan apa aku duluan?" tanya pemuda satunya.
"Kita suit untuk menentukan siapa yang duluan." jawab yang satunya lagi lalu menampar gadis itu sampai pingsan terjatuh ke tanah.
"Yes aku duluan, kau tunggu giliran di sana, aku akan lama menidurinya." ucap pemuda berambut ikal dan berkulit putih itu.
"Sudahlah cepat lakukan keburu ada orang lain yang lihat." sahut pemuda berkulit hitam yang satu lagi sambil mengamati situasi.
"Hai paman, apa yang kalian lakukan?" sapa Zee membuka Hoodie hitam yang menutupi wajahnya yang tiba-tiba hadir di hadapan kedua pemuda itu.
Betapa terkejutnya pemuda berambut ikal yang sudah membuka celananya bersiap menerjang si gadis saat mendengar sapaan Zee.
"Berengsek...!! sedang apa malam-malam begini seorang anak kecil berada di hutan." ucap pemuda berkulit hitam itu.
"Kau urus dia, aku tuntaskan pekerjaanku dulu." sahut si pemuda ikal.
"Apa yang paman lakukan pada perempuan itu? bukankah itu melanggar aturan dan hukum?" ucap Zee sambil bertolak pinggang
"Tau apa kau soal aturan, anak kecil seperti kau saja masih ada di sini, Antony bagaimana kalau gadis kecil ini untukku?"
pemuda berkulit hitam itu menoleh ke pemuda ikal yang bernama Antony itu.
"Ah kau mengganggu saja belum juga aku mulai, terserah kau saja Duke nikmati saja anak itu aku tak peduli." sahutnya.
"Baiklah anak kecil, apa kau mau bermain dengan paman?" Duke menyeringai menghampiri Zee yang melangkah mundur menjauh dari sana.
"Apa paman yakin mau main denganku?" Zee tersenyum dan...
Joseph sudah menerkam leher Duke sampai patah.
"Uuuhhh aku suka terkaman Paman." ucap Zee sambil bertepuk tangan.
Josep sudah mengoyak isi perut Duke dengan gigi tajam nya. Sebenarnya bagian favorit Joseph adalah jantung namun dia harus menangkap pemuda yang satunya lagi sebelum dia kabur.
"Tunggu paman ini akan menyenangkan untuk ku perlihatkan pada kawannya." Zee menghampiri jasad Duke.
"Ah Zee kau memang tak terduga." sahut Joseph dengan wajah penuh puas.
Zee menghampiri pemuda ikal yang sedang menindih gadis yang pingsan itu.
"Awww aku seharusnya tak melihat ini." Zee menutupi wajahnya.
"Sial, dimana Duke?" tanya pemuda ikal itu.
"Hmmm bagaimana yak, paman Duke sepertinya kelelahan bermain denganku lalu ia tertidur." ucap Zee sambil tertawa.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Antony.
"Tangkap ini Paman." Zee melempar sesuatu dari balik tangannya yang ditangkap Antony.
"Aaaaa....!!" Pemuda ikal itu melempar kepala Duke yang baru saja di tangkapnya.
"Kau kau apa kau iblis?" pemuda ikal itu mundur menjauhi Zee.
"Aku iblis? hahahaha apa paman tak sadar kau lah yang iblis, kelakuan mu bejat!" pekik Zee pada pemuda itu.
"Kau tak mungkin bisa menghabisi Duke sendirian bagaimana mungkin?" A
ntony ketakutan setengah mati memandang sekilas kepala Ben yang sudah terpisah dari badannya.
"Aku memang tak sendiri." Zee tersenyum menyeringai dan menunjuk ke arah belakang tubuh Antony.
Pemuda ikal itu menoleh ke arah belakang tubuhnya. Ia mendapati serigala berukuran besar sudah menunjukkan gigi tajamnya.
"Makhluk apa kau?" tanya Antony.
Joseph tak menjawab dan langsung menerkam kepalanya.
"Lihat paman aku baru mempelajari nya." ucap Zee.
Joseph yang sedang mengunyah daging pemuda ikal itu menoleh ke arah Zee yang sedang menerbangkan tubuh perempuan itu menuju ke atas mobil Van hitam milik pemuda tadi.
"Nyam kau hebat Zee nyam nyam." ucap Joseph sambil sibuk mengunyah.
"Perempuan ini sadar tidak sih dirinya sudah diperkosa apa dia mati yak?" Zee menyentuh nadi di leher gadis itu dan masih berdenyut.
"Masih hidup rupanya, dasar lemah ternyata, Paman apa kau sudah selesai?"
Tanya Zee.
"Aku sudah selesai dengan yang ini tolong bersihkan Zee aku akan menyantap yang satu lagi." sahut Joseph menuju jasad Ben tanpa kepala.
"Baiklah, selalu saja aku ibarat kau yang makan aku yang cuci piring." gerutu Zee.
Malam itu Joseph pulang dengan kondisi sangat kenyang dengan dua tubuh manusia sekaligus yang dia santap.
***
To be continued...
Happy Reading... 😁😁😁