
Cerita ini hanya fiksi murni karangan Vie semata... Hope you like it 💝😘😊
Jangan lupa klik tombol like, dan rating bintang 5 yak 😘
Happy Reading
****
"Kau pulanglah ini sudah malam, kembalilah ke kamar mu!" Joseph mencoba melepas pelukan Zee.
"Hmmm ku kira langsung latihan bertarung, ayolah pa..."
"Tidak...! pulanglah pelajari buku tentang lycan dulu baru kesini berhadapan denganku." sahut Joseph memotong perkataan Zee.
"Baiklah kalau begitu, aku akan minta buku tersebut dari nenek." sahut Zee akhirnya menyerah.
"Dan kau pulanglah ikuti aturan yang ku perintahkan tadi." Joseph mengusir Zack dengan kibasan tangannya. .
"Baiklah tuan kalau begitu, besok saya akan kembali." sahut Zack.
"Hahaha tuan? kau sudah seperti pelayannya memanggil paman ku tuan hihihi." ucap Zee lalu pergi keluar rumah Joseph. Zack langsung menundukkan kepalanya sebentar pada Joseph lalu pamit menyusul Zee keluar dari rumah Joseph segera.
"Zee tunggu..." ucap Zack menahan Zee dan berjalan beriringan dengan Zee.
"Ya kenapa?" tanya Zee.
"Ku lihat kau dekat sekali dengannya." ucap Zack.
"Aku dan paman Joseph? tentu saja lah dia kan paman ku dia selalu menjagaku dari awal kita bertemu sampai sekarang." sahut Zee.
"Oh... Ku pikir, ah sudah lah, jadi jam berapa kita besok bertemu? bagaimana jika sepulang sekolah aku menjemput mu?" tanya Zack.
"Hah menjemput ku? sepulang sekolah? tidak tidak jangan ya." sahut Zee.
"Memangnya kenapa ? nanti kita cari buku yang di perintahkan tuan Joseph lalu kita pelajari bersama bisa kan?" tanya Joseph lagi.
"Masalahnya sepulang sekolah aku akan latihan drama, ada pertunjukan drama di sekolah ku untuk perpisahan sekolah nanti." sahut Zee.
"Lalu jam berapa aku bisa menemui mu?" tanya Zack lagi.
"Nanti aku akan menghubungi ponsel mu ya, sekarang pulang lah hati-hati kau sudah tau berita nya kan?"
"Berita tentang apa?" tanya Zack.
"Pembunuhan yang dilakukan vampir." jawab Zee.
"Kenapa perkataan mu sama dengan apa yang nenek ku pikirkan kalau pembunuhan itu di lakukan oleh makhluk seperti vampir sih?"
"Ya karena memang terlihat jelas kan, mana mungkin sih ada hewan liar yang seperti itu cara membunuhnya?" Zee bertolak pinggang menghadapi Zack.
"Kau lucu Zee, lucu sekali jika sudah bersikukuh seperti itu." Ada tawa di raut wajah Zack yang membuat Zee merona dan tersipu malu lalu menurunkan kedua tangannya.
"Ah kau ini Zack." sahut Zee.
"Baiklah aku pulang ya, besok hubungi aku jika sudah siap mencari buku yang tuan Joseph katakan tadi." Zack memeluk Zee seketika.
"O..oke... oke akan menghubungi mu." ucap Zee lalu Zack melepas pelukannya.
"Dah aku pulang ya." Zack melambai pada Zee lalu menaiki motor skutik nya.
"Iya hati-hati ya." Zee melambai pada Zack saat motor yang di kendarai nya mulai menjauh.
"Whoa kenapa jantungku berdetak tak karuan seperti ini sih, duh ini terasa... ah sudah lah aku kembali ke kamar saja." gumam Zee lalu masuk ke dalam rumahnya.
****
Pagi itu Blue membangunkan Zee dengan cakar manjanya di leher Zee.
"Aduh sakit tau Blue." pekik Zee.
"Iya iya aku bangun." Zee meregangkan tubuhnya menyambut sinar matahari yang menghujaninya kala Blue membuka tirai jendelanya.
"Astaga Zee, apa kau lihat itu?" tunjuk Blue dari jendela Zee ke arah bawah.
Zee bergegas menghampiri jendelanya melihat apa yang di tunjuk Blue tadi.
"Astaga apa sih yang dia lakukan dengan sepedaku." Setelah Zee melihat sepedanya yang sudah menekuk dan terlipat, Zee segera bergegas turun.
Theo sudah menyambut Zee di dapur rumahnya bersama nenek Amelia.
"Apa yang kau lakukan sih sepagi ini?" tanya Zee dengan tatapan kesal ke arah Theo.
"Kan aku sudah bilang, aku yang akan menjemput dan mengantar mu ke sekolah lalu ku antar kembali pulang begitu seterusnya setiap hari sekolah, jadi aku kemari ingin mengganti kerusakan sepeda mu, ya nek?" Theo menoleh ke nenek Amelia yang mencoba menahan tawanya.
"Tapi kau itu..."
"Cepat lah, jangan membuatku menunggu lebih lama, aku akan menunggu mu di mobil, aku pamit ya nek."
Nenek Amelia mengangkat cangkir teh yang hendak dia minum ke atas sambil tersenyum mempersilahkan Theo untuk pergi.
"Ih menyebalkan sekali, masa ia merusak sepeda ku sih nek." gumam Zee dengan nada kesalnya.
"Dia menggantinya kok tuh uangnya lumayan lah untuk ku hehehe lagi pula kau tak akan capek lagi mengayuh sepeda, buktinya dia baik hati mau mengantar dan menjemput mu ke sekolah." ucap nenek Amelia.
"Tapi nek, ih dia itu sangat menyebalkan tau nek." ujar Zee.
"Kau meracuninya ya apa menyihirnya?" tanya nenek Amelia.
"Maksud nenek?"
"Sepertinya dia tergila-gila padamu padahal kau kan bukan gadis cantik hihihi."
"Ah nenek apa sih yang kau katakan, kau itu bukannya membela cucu sendiri malah membela dia huh." sahut Zee.
"Tapi setelah ku pikir ada benarnya juga lho jadi aku lebih merasa aman di bandingkan kau mengayuh sepeda sendirian di tengah ke curiga an kita terhadap keberadaan vampir." ujar nenek Amelia.
"Tapi tetap saja nek dia itu..."
"Nenek mu benar Zee bagaimana jika vampir itu memburu mu sedangkan kau tergolong penyihir bodoh yang pasti sulit bertahan melawannya nanti hahaha." sahut Blue memotong pembicaraan Zee dan nenek Amelia.
"Ih kau ini selalu saja ikut campur, sudah aja aku mandi dulu." Zee langsung melangkah menaiki tangga menuju kamarnya untuk mandi dan bersiap-siap ke sekolah.
"Kelihatannya dia pemuda kaya raya nek." ucap Blue.
"Sepertinya begitu tapi kita tak tahu juga bagaimana latar keluarganya." sahut nenek Amelia.
"Tapi dia manusia biasa kan nek, manusia biasa yang menurut ku sangat tampan." Blue memandangi Theo dari balik tirai.
"Sejauh yang ku lihat memang dia hanya manusia biasa sih, tapi cukup kuat melawan racun laba-laba yang pernah Zee berikan padanya."
"Apa berati itu Zee menciumnya wah hebat sekali hahahhaa." ucap Blue sambil tertawa.
"Lihat saja aku mencium bau racun laba-laba yang sama dengan yang Zee punya dan hebatnya racun itu sudah hilang dari Zee, tapi dia masih bertahan, berbeda saat racun itu masuk ke tubuh Joseph." ucap nenek Amelia yang ikut memandang Joseph yang masih berdiri di samping sedan hitamnya dari tirai.
"Ini pasti akan jadi dilema untuk Zee, ketika Theo dan Zack bertemu." gumam Blue sambil tertawa kecil.
****
To be continued...
alias bersambung ya...
mohon maaf kalau ada typo bertebaran ...
rajin membaca ya untuk mengisi waktu luang kalian dengan tetap di rumah.
Stay safe dan jaga kesehatan 😘😘😘