9 Lives

9 Lives
Bertemu Miss Jane



Cerita ini hanya fiksi murni karangan Vie semata... Hope you like it 💝😘😊


Jangan lupa klik tombol like, dan rating bintang 5 yak 😘


Happy Reading


***


Latihan hari pertama sepulang sekolah Zee ingin rasanya kabur segera namun Lia sudah menariknya menuju ruang paduan suara.


"Ayo kita ke ruang latihan." ajak Lia.


"Ah... aku Ingin pulang, tubuhku terasa lemas tak enak badan." sahut Zee sambil merengek.


"Eh lihat Zee, lihat Rose dan V di ruang latihan." bisik Lia sambil mencoba mengintip apa yang Rose dan V lakukan.


"Astaga apa mereka berciuman?" Lia menepuk bahu Zee dengan gemas.


"Awww sakit tau Lia, kau ini mau tahu saja urusan pribadi orang lain." bisik Zee sambil mengusap bekas pukulan Lia.


"Ih tapi lihat bukankah itu menggemaskan Zee, akhirnya cinta Rose terbalaskan juga oleh V wah aku senang sekali tau melihat mereka bersama." ucap Lia.


"Iya aku juga senang, ayo pergi dari sini." ajak Zee.


"Enak saja pergi kan kita mau latihan." sahut Lia membuat Rose dan V terkejut karena ucapan Lia yang terdengar mengejutkan mereka.


"Kalian sudah disitu dari tadi?" tanya Rose.


"Eh kamu baru sampai maaf ya bukan maksud ku mengganggu kalian hehehe." sahut Lia berusaha menahan malunya dengan wajah datar. Lia takut Rose akan marah jika tahu Lia sedang mengintip Rose dan V sedari tadi.


"Ya kan Zee kita baru sampai kan?" Lia menyenggol lengan Zee dengan sikunya.


"Zeeeee.... jawab iya." bisik Lia dengan bibir masih mencoba menutup saat mengucapkannya dengan gemas.


"Ah apa sih?" tanya Zee belum paham.


"Sudah katakan saja iya." bisik Lia dengan mata mendelik tajam.


"Oh iya iya benar." sahut Zee dengan senyum di wajahnya.


"Hmmm kalian mencurigakan, ayo masuk kita latihan hapalkan dialog kalian ya." pinta Rose.


"Tapi aku..." ucap Zee tertahan karena Lia sudah menariknya masuk ke dalam ruang paduan suara.


"Sudah ayo kita masuk." bisik Lia sambil menarik Zee masuk ke salam ruangan.


"Ah... baiklah." ucap Zee pasrah.


"Oh iya kita tunggu lainnya." ucap Rose.


"Halo selamat siang semuanya, lho dimana yang lainnya?" seorang wanita berkacamata dengan tubuh agak gemuk masuk ke ruangan.


"Halo Miss Jane, nanti yang lainnya segera menyusul." jawab Rose.


Tak lama kemudian para murid yang lulus audisi dalam pementasan drama datang memasuki ruangan paduan suara.


"Nah itu yang lainnya." tunjuk Rose pada para murid yang baru saja memasuki ruangan.


"Wah aku sudah tak sabar lagi ingin segera melihat dan main dalam pertunjukan drama ini." ucap Alena yang duduk di samping Zee.


"Iya aku juga." sahut Lia sambil menepuk tangannya sendiri kegirangan.


"Tentu, tentu saja aku pun tak sabar ingin melihat penampilan kalian, mana Rose boleh ku lihat daftar pemain drama kita." Miss Jane meminta pada Rose.


"Ini daftarnya Miss silahkan di baca." Rose menyerahkan buku bertulis kan nama-nama pemain drama yang akan mereka pentaskan.


"Ummmm coba mana sang putri Zee?" tanya nya


"Saya Miss." Zee mengangkat tangan kanan nya.


"Oh... iya aku ingat waktu mengaudisi mu, oke cantik aku suka silahkan duduk." ucap Miss Jane.


"Cantik hah kata macam apa itu." gumam Theo meledek Zee.


"Theo aku tau kamu si anak Tuan Sebastian iya kan?" tanya Miss Jane sambil menunjuk Theo.


"Eh iya itu nama ayah saya, ada apa Miss memangnya?" tanya Theo.


"Oh tidak aku hanya mengenalnya di sekolah terdahulu kau memang tampan seperti nya hihihi."


"Tentu saja Miss, tapi aku lebih tampan dari ayah aku." ucap Theo dengan nada sombong dan bangga.


Membuat seluruh murid di ruangan itu tertawa bahkan Zee sangat muak mendengarnya.


"Oke cukup, aku akan memanggil kalian satu-satu sesuai peran kalian masing-masing yak." ucap Miss Jane memperhatikan semuanya dengan seksama.


Miss Jane memanggil semua pemeran dalam drama tersebut dan merasa Mark kurang cocok menjadi pangeran.


"Hmmm bagaimana kalau pangeran nya kau saja V." pinta Miss Jane.


"Kan aku sutradara nya Miss, kenapa harus aku yang bermain menjadi pangeran?" tanya V dengan nada terkejut.


"Aku yang akan jadi sutradara nya yak, kau turuti saja keinginan ku, dan Mark kau menjadi ajudan Ratu Rose yang kejam, uhhhh aku suka raut wajah mu yang tampak kejam itu Rose." Miss Jane menyentuh dagu Rose.


Rose hanya tersenyum mendengarnya karena tak menyangka Miss Jane memilih V sebagai pangeran nya.


***


To be continued...


alias bersambung ya...


mohon maaf kalau ada typo bertebaran ...


rajin membaca ya untuk mengisi waktu luang kalian dengan membaca di waktu ke gabutan yang melanda selama lockdown dan tetap di rumah aja.


Jaga kesehatan dan stay safe ya buat semuanya. Ingat tetap di rumah yak kalau gak ada keperluan mendesak untuk keluar gak usah keluar apalagi buat kumpul ngabuburit atau buka puasa bersama.


Selamat berpuasa buat yang menjalankan puasanya yak semoga selalu diberi kemudahan dan kelancaran aamiin...


Dan pastinya makasih banyak ya buat yang selalu setia membacanya dan memberikan vote poin bahkan koinnya.


Vie Love you all 😘