9 Lives

9 Lives
Kematian Rose



Cerita ini hanya fiksi murni karangan Vie


semata... Hope you like it 💝😘😊


Jangan lupa klik tombol like, dan rating bintang 5 yak 😘


Happy Reading


*****


Pagi itu Zee bangun terlambat dia dan Ariana berebut untuk bergegas mandi dan bersiap-siap karena hari ini adalah pementasan drama sekolah.


"Ariaaannnnaaaaa ini kan kamarku, kau hanya menumpang kenapa menguasai kamar ku dan kamar mandi ku...!!!" pekik Zee sambil menggedor-gedor pintu kamar mandinya.


"Salah sendiri kau lebih lambat dariku!" sahut Ariana dari dalam kamar mandi.


"Ih kesal sekali aku, ingin rasanya ku cabik dirimu dan ku ambil jantungmu ku serahkan pada paman Joseph." gumam Zee lalu pergi ke rumah paman Joseph bergegas meminjam kamar mandinya untuk mandi.


"Astaga pamaaaannn...!!" pekik Zee saat membuka pintu kamar mandi Joseph yang tak terkunci dan melihat Joseph tak memakai sehelai kain apapun pada tubuhnya.


"Zee astaga apa yang kau lakukan disini?" Joseph juga berteriak saking terkejutnya lalu menutup pintu kamar mandinya dengan kencang.


"Cepatlah paman aku ingin meminjam kamar mandinya, nenek memakai yang di bawah sedangkan Ariana mendahului ku memakai kamar mandi di kamar ku ayolah Paman cepatlah nanti aku terlambat untuk pementasan drama." Zee menggedor keras pintu kamar mandi Joseph.


Joseph keluar hanya memakai sebuah handuk terlilit di pinggangnya.


kenapa paman Joseph terlihat seksi seperti itu sih, haduh apa yang kau pikirkan Zee dia bahkan lebih tua ratusan tahun darimu, lagi pula dia pamanmu.


batin Zee menepuk pipinya sendiri lalu masuk ke kamar mandi Joseph.


***


Di sekolah Zee semua pemain drama telah berganti kostum dan merias diri lebih cantik dan tampan dari biasanya.


"Baiklah anak-anak aku ingin kalian menunjukkan penampilan terbaik kalian seribu persen." ucap Miss Jane menyemangati semua pemain saat itu.


Zee mengintip dari balik tirai, dia melihat nenek Amelia bertepuk tangan di bangku penonton saat Donita membacakan narasi awal dari pertunjukan drama tersebut.


"Ah gawat kenapa nenek hadir sih kan aku jadi malu dengan adegan nanti duh." gumam Zee.


"Tenanglah Zee aku akan membantumu." ucap V kala di dekat Zee. Ariana terus memandangi V dengan takjubnya.


"Kak V kau tampan sekali." ucap Ariana.


"Terima kasih Ariana kau dan Zee juga..."


"V kemarilah." sahut Rose dari seberang sana. V langsung menghampiri Rose segera.


Pertunjukan di mulai dari perkenalan sang ratu yang di perankan Rose dengan sang raja yaitu Mark menggantikan kawannya yang sakit. Setelah itu sang raja mati dalam peperangan. Sang ratu selalu berusaha untuk mencelakakan Puteri yang diperankan Zee karena cermin selalu bilang bahwa Puteri lah wanita tercantik di kerajaan.


Sang ratu berusaha untuk membunuh Puteri sampai masuk ke hutan. Bertemulah sang Puteri dengan si pemburu yang diperankan oleh Theo. Mereka pun berteman dan bertemu para kurcaci yang diperankan Alena, Lia, Ariana dan lainnya.


Adegan berikutnya Rose si Ratu mencelakai Puteri Zee dengan memberinya racun sehingga Puteri tertidur selamanya. Sang Puteri hanya dapat bangkit jika di beri ciuman cinta sejati oleh seorang pria.


Sampai suatu ketika pangeran yang di perankan V datang untuk memberikan ciuman pada sang Puteri. Theo mengancam V agar mencium Zee secepat kilat kala itu. Sebelum melakukan adegan tersebut V sempat menoleh ke arah Theo yang melotot tajam ke arah V sambil mengancamnya.


Kemudian adegan romantis selanjutnya yang mengharuskan Theo membaca puisi sambil menangis. Miss Jane ikut terbawa emosi sampai menangis haru melihat akting memukau Theo. Setelah itu Theo mencium Zee yang terbaring. Zee mencubit lengan Theo agar menghentikan ciumannya yang terlalu lama itu. Puteri Zee lalu terbangun dan memulai peperangan terhadap ratu bersama si pemburu yang diperankan Theo.


Puteri Zee berhasil mengalahkan sang ratu dan membunuhnya. Rose jatuh ke lantai yang sudah di persiapkan dapat bergerak naik turun, lantai tersebut lalu turun ke bawah panggung dan menghilang memebawa Rose, seperti seseorang yang jatuh ke dalam jurang.


Zee langsung mendorong Theo dengan kesalnya.


"Itu kan tidak ada dalam adegan." ucap Zee kesal.


"Aku hanya berimprovisasi menambah manis adegan penutup." sahut Theo dengan santainya.


"Bravo bravo bravo, meski aku terkejut dengan adegan terakhir tadi namun penonton menyukainya dan sepertinya aku juga suka." sahut Miss Jane yang muncul menghampiri para pemain.


"Dimana Rose?" tanya Miss Jane mencari Rose sekeliling.


"Dia belum naik ke atas panggung." sahut V.


Tiba-tiba suara teriakan terdengar dari bawah panggung membuat heboh para penonton saat itu juga.


"Apa yang terjadi Sandra?" tanya Miss Jane pada Sandra bagian dekorasi panggung saat melihatnya berlari menghampirinya.


"Rose ... Rose ma... Rose mati." ucap Sandra dengan wajah kengerian yang terpancar.


Zee dan anak-anak pemain drama lainnya langsung bergegas menghampiri tempat kejadian untuk melihat tubuh Rose.


Di lantai itu tubuh Rose sudah terpotong rapih karena jatuh tepat mengenai dua kawat seling yang merentang dari ujung ke ujung membuat Rose terpotong menjadi tiga bagian. Bagian pertama yaitu leher ke kepala, bagian kedua dada ke pinggang dan bagian terakhir pinggang ke ujung kaki.


Namun ada yang aneh pada bagian tubuh Rose karena tubuh bagian dada sampai pinggang Rose menghilang saat itu juga.


Alena dan Lia menangis sejadi-jadinya terlebih V yang tak kuasa melihat kematian kekasihnya itu.


Zee berusaha menenangkan V dengan mengusap punggungnya. Area tempat kejadian perkara pun di amankan sampai pihak polisi datang untuk menyelidiki. Para penonton yang terlanjur heboh pun segera di bubarkan.


Nenek Amelia datang menghampiri Zee saatu itu.


"Zee ikut aku." pinta nenek Amelia. Zee lalu mengikuti nenek Amelia begitu juga dengan Ariana yang melihat Zee pergi bersama nenek Amelia.


"Ada apa nek?" tanya Zee.


"Aku tahu siapa pembunuh Rose." ucap nenek Amelia membuat Zee dan Ariana terkejut.


"Apa? apa kau yakin nek dengan ucapan mu sahut Zee menoleh ke arah Ariana yang juga menoleh ke arahnya bersamaan.


"Ya aku yakin. Dia seorang pria yang menggunakan sedan berwarna abu-abu pergi ke arah sana membawa potongan tubuh temanmu itu." ucap nenek Amelia memberi penjelasan.


"Sedan berwarna abu-abu, kok aku seperti tau ya pemilik sedan tersebut." ucap Zee.


*****


To be continued...


Mampir juga ke karya ku yang lainnya.


- Kakakku Cinta Pertamaku (Season 2)


- Pocong Tampan


- Gue Bukan Player


I love you all my lovely Readers...😘😘😘