
Cerita ini hanya fiksi murni karangan Vie
semata... Hope you like it 💝😘😊
Jangan lupa klik tombol like, dan rating bintang 5 yak 😘
Happy Reading
*****
Malam gelap gulita hanya bertabur bintang yang berkelap-kelip di langit malam menjadi pemandangan yang di lihat Zee kala itu di atas bukit Halley sambil berbaring.
Zack sudah mengantar Theodore pulang sekaligus menjemputnya neneknya dan nenek Amelia pulang kerumah.
"Kau belum tidur Zee?" tanya Joseph yang datang dan ikut berbaring di atas bukit memandang langit bersama Zee.
"Aku lelah sih tapi tak mengantuk paman, aku hanya sedang berpikir." sahut Zee.
"Apa yang kau pikirkan ini sudah larut malam?" tanya Joseph.
"Bagaimana jika pertarungan itu akan datang, aku takut tak bisa menjaga nenek, bahkan menjaga diriku sendiri." ucap Zee lirih tetapi Joseph masih bisa mendengarnya.
"Aku akan menjagamu, ku pastikan aku akan menjagamu." Joseph menggenggam tangan Zee.
"Terima kasih paman, kau selalu ada untuk aku." sahut Zee lalu terlelap di atas dada Joseph malam itu.
***
Hari itu adalah hari terakhir para murid sekolah menengah atas Briliant berlatih untuk pementasan drama. Esok hari adalah puncak acara pelepasan para wisudawan dan wisudawati angkatan terakhir di Briliant High School.
"Aku ingin kali ini kalian benar-benar berlatih seperti pertunjukkan esok hari." ucap Miss Jane.
"Aku siap." ucap Theo sambil melirik nakal ke arah Zee.
Kau pasti memikirkan adegan itu, dasar bodoh menyebalkan huh.
Batin Zee lalu melanjutkan dengan adegan menyanyi. Pada latihan kali itu Zee berhasil menyanyikan lagu yang diminta Miss Jane. Semua mata takjub dengan suara indah yang diperdengarkan dari Zee. Semua murid pun bertepuk tangan.
Hari itu semua pemeran sudah memainkan perannya dengan baik. Miss Jane menghentikan V yang akan mencium Zee saat tertidur karena racun dari sang ratu jahat yang diperankan Rose.
"Besok saja ya adegannya, aku tahu kau sangat lihat mencium para gadis V." ucap Miss Jane menggoda V yang langsung tersenyum malu. Rose mengamatinya dengan tatapan tajam.
Giliran adegan Theo mencium Zee, namun Miss Jane juga menahannya. Zee sampai menahan tawanya saat Miss Jane mengucap "Hentikan besok saja ya adegannya."
Tirai pun tertutup dengan sangat cantik dan di akhiri tepuk tangan yang sangat membanggakan dari Miss Jane.
"Bravo bravo bravo, aku sangat bangga dengan kalian semua, aku harap besok kalian akan sama penampilannya seperti ini." ucap Miss Jane penuh kebanggaan.
Latihan hari itu berakhir dan semua murid pun bubar.
"Hari ini kita ke restoran pasta di dekat cinema bagaimana? Theo kan ulang tahun jadi dia akan mentraktir kita semua." ucap Alena menarik lengan Theo.
"Ayolah Theo, aku sudah membawa kado kok." sahut Lia.
"Baiklah, ayo semua ku traktir hari ini." sahut Theo yang berbalas semua teriakan para murid yang terdaftar pada pementasan drama.
"Kau bawa kado apa untuk Theo?" tanya Lia pada Zee.
"Aku lupa, aku belum membeli apapun untuk Theo lagi pula dia kan punya segalanya lalu untuk apa kado dariku." ucap Zee dengan suara berbisik pada Lia.
"Ah kau memang bukan pacar yang baik." sahut Lia pada Zee.
"Pacar? huh." gumam Zee.
Zee melihat ke arah penjaga Carter yang masuk ke dalam gudang sesuatu berbinar dari tangannya yang mengarahkan ke perut penjaga Carter. Dia terlihat lemah kala itu. Zee menghampiri nya segera dan menanyakan keadaan penjaga Carter.
"Apa kau baik-baik saja pak penjaga? apa kau terluka?" tanya Zee yang melihat penjaga Carter mengeluarkan taring dan tubuhnya berbulu seperti paman Joseph.
"Aku tak akan membahayakan mu, hentikan itu ku mohon jangan kau lukai aku." pinta penjaga Carter.
"Aku harus memanggil nenek dan paman kesini." gumam Zee.
Tak berapa lama nenek Amelia datang bersa Joseph dengan kekuatan teleportasi yang dimiliki nenek Amelia ke dalam gudang tersebut. Ariana dengan sigap membantu Zee menutup pintu gudang mengamankan wilayah itu agar tak ketahuan oleh para murid lainnya.
"Kau seorang lycan, bagaimana kau bisa bertahan disini tanpa koloni mu?" tanya paman Joseph pada penjaga Carter.
"Aku... aku membangkang dari sang ratu, saat dia membunuh istri dan anakku yang manusia lima puluh tahun yang lalu." ucapnya sambil menahan sakit.
"Bagaimana kau bisa terluka seperti ini?" tanya nenek Amelia sambil berusaha menyembuhkan luka penjaga Carter.
Semalam aku bertemu dengan tiga lycan yang sedang menyusuri kota ini, mereka ingin menangkap ku namun aku lari dan tertembak peluru perak ini, ku dengar mereka mencari kaum mu." ucap penjaga Carter pada nenek Amelia.
"Kenapa kau tak pergi ke rumah sakit saja kau kan tertembak?" tanya Zee dengan polosnya membuat mata Joseph dan mata nenek Amelia menatap tajam padanya.
"Aku salah ya, maaf." ucap Zee.
"Aku tak bisa kembali ke rumahku, jadi aku kembali ke sekolah ini." ucap penjaga Carter.
"Apa sang ratu juga sudah sampai ke sini?" tanya Joseph.
Penjaga Carter mengangguk perlahan.
"Sudahlah nyonya, aku tahu aku sudah tak bisa di selamatkan." ucap penjaga Carter lirih
"Diamlah aku sedang berusaha menyelamatkan mu." ucap nenek Amelia."
"Kalian bersembunyi lah nyonya lari secepatnya dari sini." ucap penjaga Carter dengan wajah kesakitan nya.
"Percuma kami lari, mereka tetap akan memburu kami, karena tinggal kami kaum yang ingin mereka bantai dan habisi, maka aku dan kaumku bertekad akan melawan para lycan itu." ucap nenek Amelia.
"Apa kau tahu siapa sang ratu? ratu yang mengendalikan para lycan?" tanya penjaga Carter.
Nenek Amelia menggeleng.
"Dia, arggghhh sakit sekali, dia adalah seorang ratu dari kaummu nyonya." ucap penjaga Carter lalu tak bisa lagi menahan sakit di perutnya dan mati saat itu juga.
"Apa yang terjadi nek? bagaimana keadaan penjaga Carter? kenapa dia diam?" tanya Zee yang sangat terkejut dengan keadaan penjaga Carter saat itu.
"Dia sudah mati Zee." ucap nenek Amelia.
"Kita kubur dia dengan layak nek ayo kita pergi bawa dia." ucap Joseph.
"Kenapa aku tidak menyadari sih kalau penjaga Carter seorang lycan aargggghhh menyebalkan sekali jika saja aku tahu lebih dulu." geram Zee
*****
To be continued...
Mampir juga ke karya ku yang lainnya.
- Kakakku Cinta Pertamaku (Season 2)
- Pocong Tampan
- Gue Bukan Player
I love you all my lovely Readers...😘😘😘
HAPPY IED MUBARAK 1441 H
MINAL AIDIN WAL FAIDZIN
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN 😘😘😘