9 Lives

9 Lives
Menonton Zombie



Cerita ini hanya fiksi murni karangan Vie semata... Hope you like it 💝😘😊


Jangan lupa klik tombol like, dan rating bintang 5 yak 😘


Happy Reading


***


Zack mengajak Zee untuk pergi ke taman sebrang toko kue milik neneknya.


"Kenapa kau melihatku seperti itu?" tanya Zee sambil berayun di ayunan taman.


"Kau ternyata penyihir, kenapa aku tak menyadari nya ya?"


"Kau malah pangeran penyihir hehehee."


"Kenapa kau tak bilang padaku kau lihat semuanya saat itu?" tanya Zack.


"Kau saja tak mau cerita, nanti kau malah menjauh dari ku lagi." ucap Zee sambal tertawa.


"Pantas ya kau malah pulang bersama Theo daripada bersamaku."


"Iya karena aku tahu kau lebih kuat dari Theo hehehe, kau sejak kecil bersamanya kenapa tak pernah menantangnya sih dia pasti akan habis babak belur oleh mu hahaha." Zee membayangkan Theo dihabisi oleh Zack sambil tertawa puas.


"Aku tak tahu kalau aku penyihir nenek memberitahuku saat aku lulus sekolah dasar."


"Berapa nyawa yang kau punya?" tanya Zee melihat lengan kiri Zack segera.


"Tidak semua penyihir itu sama memiliki banyak nyawa, aku hanya punya satu, nenekku juga, namun ada juga yang bisa menuju keabadian jika dia berhasil menguasai ilmunya."


"Oh begitu rupanya, bagaimana saat kau ujian naik level?" tanya Zee masih ingin tahu.


"Berat sangat berat, mengeluarkan pedang perak dari lenganku saja membuatku terbaring satu minggu dengan semua tulang ku remuk, sampai nenek mengobatiku."


"Wah berat ya, aku saja sampai kehilangan nyawaku tetap saja belum naik level."


Zack mengacak-acak rambut Zee dengan gemas, keduanya lalu bertatapan cukup lama.


"Zee... apa itu kau?" Lia menyapa Zee dari kejauhan lalu datang menghampirinya.


"Hai Lia apa yang kau lakukan disini?"


"Aku ingin membeli kue di seberang sampai aku melihatmu disini bersama nya." sahut Lia mengibaskan tangannya pada Zack untuk menyapa.


"Apa kau tahu Zee, Mark mengajakku untuk nonton film nanti malam ke Moviecine apa kau mau ikut? mungkin kalian mau ikut?" Lia menawari Zee dan Zack.


"Mau nonton film apa?" tanya Zee


"Zombieland, bukan kah itu film yang romantis." sahut Lia .


Zack dan Zee bertatapan dan tertawa melihat Lia.


"Kenapa kalian tertawa?" tanya Lia


"Menonton mayat hidup kau bilang romantis kau ini lucu ya hahaha." sahut Zee.


"Lho itu romantis tau jadi ketika kalian takut nanti kalian bisa memeluk pasangan di samping kalian hahahaha romantis kan?" Lia menjawab dengan wajah polosnya.


"Lia Lia, dasar kau ini, lalu kau akan memeluk Mark ya kan?" Zee menggoda Lia.


"Tapi dia menyukai mu Lia." ucap Zee sekali lagi menggoda Lia.


"Ah kau ini, sudah ah aku mau beli kue, nanti malam ya pukul tujuh kalian datang." ucap Lia lalu pergi dari Zee dan Zack.


"Temanmu itu lucu sekali." ucap Zack tertawa bersamaan dengan Zee.


***


Di Moviecine Lia dan Mark sudah hadir di sana memesan tiket dan popcorn disana. Zee akhirnya hadir bersama Zack demi rasa penasaran mereka menonton makhluk zombie, film yang sedang trend di kota mereka.


"Hai semua." sapa Alena yang datang bersama Theo.


"Hai Alena hai Theo." sapa Lia.


"Bukankah kau sedang flu Alena?" tanya Zee.


"Aku sudah sembuh kok, Lia menghubungi ku untuk menonton film ini, lalu aku ajak Theo untuk menemaniku." sahut Lia.


"Kenapa? apa kau terkejut jika aku datang?" tanya Theo ke Zee yang terlihat kikuk saat Theo juga menoleh ke Zack.


"Tidak, biasa saja, malah bagus jadi ramai." sahut Zee asal.


"Aku kan mengajak Lia untuk kencan malah jadi ramai seperti ini sih." gerutu Mark yang di dengar semuanya.


"Wah kau ini ya, sekalian saja pakai pengeras suara agar kami dengar." ucap Alena.


"Baiklah ayo kita pesan tiket lagi." ajak Lia.


"Aku mau beli soda dan popcorn dulu ya Zee, apa kau mau?" tanya Zack.


"Tak usah aku saja yang beli." Theo langsung melangkah menuju loket pemesanan makanan tak mau kalah dari Zack.


"Wah seperti nya ini akan seru baik nonton filmnya atau menonton penontonnya hihihi." bisik Alena, bisikan yang sengaja diperdengarkan ke Zee dan Lia.


"Iya sepertinya akan seru dengan Zee sebagai pemeran utamanya." sahut Lia menggoda Zee.


"Awas ya kalian ini, senang sekali menggodaku." Zee terlihat kesal menekuk wajahnya.


"Ini pegang, semuanya ku belikan." ucap Theo menyerahkan soda dan popcorn ke tangan Zee dan lainnya.


Mereka masuk ke studio begitu pintu teater di buka. Lia duduk bersama Mark lalu ada Alena, di bangku depannya Lia dan Alena sengaja memberikan tiga kursi untuk Zee, Theo dan Zack.


"Ah kalian ini mengerjaiku ya." bisik Zee yang terpaksa duduk di antara Zack dan Theo malam itu.


Baru setengah jam film di mulai banyak penonton yang ketakutan mual dan jijik dengan para zombi di film itu. Zee malah asik dengan popcorn nya tanpa rasa jijik sedikit pun begitu juga dengan Zack yang terbiasa dengan makhluk aneh yang pernah ia temui.


Theo mati-matian menahan mualnya dan berpura-pura tegar menonton film tersebut.


Sementara Alena dan Lia sibuk menggunjingkan ketiganya dari bangku belakang sambil tertawa cekikikan. Mark sudah menutup wajahnya sedari film di mulai.


***


To be continued...


Happy Reading...